1

20 2 1
                                        

Jangan lupa bintangnya yaaa
Happy reading~

Ditempat yang sangat jarang siswa datangi
Bukan,
bukan karna horor atau dilarang namun jarang sekali siswa yang mengetahui tempat tersebut.

Salah  satu cowok yang menjadi incaran para siswi atau mereka biasa dengan most wanted di sekolah itu terduduk di kursi  yang sudah tak terpakai, mengeluarkan sesuatu dari balik saku celananya  mengampitnya di sela bibir tebalnya lalu membakar pucuknya dengan sebuah korek api,
tampak tidak peduli dengan tulisan yang berisi peringatan di bagian depan bungkus rokok tersebut.
Ia tidak pernah peduli
Otaknya sekarang hanyalah memikirkan masalah yang membebani hidupnya, membuat kepalanya pusing seolah akan pecah.

Seperti biasa, dirinya lebih memilih menenangkan diri di tempat yang jarang dikunjungi siswa lain.
Salah satu rooftop yang ada di sekolah tersebut adalah tempat yang ia datangi sekarang ini.
Berdiam diri merasakan angin yang sedikit membantu mengurangi bebannya seraya menghisap putungan rokok yang tanpa sadar hampir habis.

'Ahhh

Rasa-rasanya ia lebih betah berada disini daripada berada di kantin yang pastinya banyak siswi yang siap mengakacaukan ketenangannya' batinnya dalam diam dan menidurkan badannya diatas bangku yang telah ia susun.

____________________________________

"Alyaaaaa"

"Kenapa anna? Masuk kelas asal teriak-teriak aja, berisik tau" berengutnya melihat tingkah temannya

"ayooo makannnn,
kirain pas gw ke kamar mandi lo udah ada dikantin dari tadi"

"iyaiya sebentar kurang dikit nulisnya,
Gausah dimanyun-manyun in ah"

"udah, itu nanti lagi
Sekarang caw ke kantin, gw udah laper" anna memasang puppy eyes andalannya

"huftt.."
Padahal dirinya belum selesai menyalin tugas pak botak alias pak hendra guru super melegenda yang ditakuti oleh para siswa, tapi bagaimana lagi alya sudah ditarik duluan oleh sahabat dari zigotnya ini. Jika sudah ingin, maka harus terlaksana.

"gw aja yang pesen. Kayak biasa kan?"
Melihat sahabatnya mengangguk ia langsung menuju stan makanan.

~
"al"
Alya menoleh ke orang yang memanggilnya
Ahh ternyata nando, siapa lagi kalau bukan pria yang menjadi bahan bucinan harian sahabatnya itu.

"anna mana?" tanya nando yang sedang mengunyah permen karet dengan satu tangan yang ada di saku celana dan satu tangan lainnya menyugar rambutnya ke belakang.

Alya diam.

Banyak siswa yang melihat nando minat, karna nando termasuk cowo yang menjadi incaran para siswi karena memiliki wajah yang tampan dan salah satu siswa most wanted di sekolahnya.
Dan alya mengakui itu, memang pantas jika sahabatnya sangat banyak tingkah menjaga nando dari siswi yang biasa anna sebut 'kurang belaian'. Sahabatnya sangat mencintai lelaki di hadapannya ini.

'liat dehh nando keren banget, gila sihh. Gapapa kalo gak dapet devan tapi dapetnya nando'

'masa depan gw~'

'kalo aja devan banyak senyum kek nando dan ga dingin gantengnya nambah pasti'

'keren banget sih, gw pengen jadi cewenya. Gw kan juga gak kalah cantik dari anna, rebut bisa kali'

Anna yang melihat para siswi memuja pacarnya ia langsung mendekati nando

"Nan! Gausah sok ganteng bisa gak sih, gw gasuka lo ditatap lapar sama mereka" bentak anna ke nando yang ga terima miliknya ditatap perempuan lain. Menatap kearah lain,
moodnya berubah drastis.

Nando yang melihat gadisnya itu tersenyum samar
"gausah takut gw direbut orang lain,
Gw cuma punya lo" mengusak rambut anna yang menjadi kesukaannya.

"gw berasa nonton drama, udah dong ayo makan katanya laper" ucap alya polos saat melihat pipi temannya yang samar-samar terlihat merona.

Lalu mereka memakan makanannya cepat sebelum bell istirahat selesai.

~

Bunyi bell sudah berbunyi sejak 40 menit yang lalu
Seorang anak lelaki terbangun dari tidurnya yang terlihat nyaman...

"Siall gw ketiduran" melihat arlojinya menunjukan jam 13.10 yang artinya 1 jam an lagi bell pulang.
Ia mengeluarkan ponsel berniat mengirimkn pesan ke nando.

Nan

Nando:
Apa

Ad gru?

Nando:
Gak
Jamkos

Ia memasukan ponselnya dan beranjak menuju ke kelas.

Jangan kira ia berniat untuk mengikuti pelajaran, malah sebaliknya
Mengabil tas yang ada di kursinya

"lo mau bolos van?"
"iya" balasnya singkat dan meninggalkan kelas,
Nando tak heran dengan temannya yang satu itu, ia tau kenapa temannya bisa bersikap seperti itu.

Berharap bisa adaa yang merubah sifat temannya dan bisa tersenyum kembali.

.
.
.

Thank you buat yang udah membaca, jangan lupa tinggalkan jejak.
Salam dari author.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 23, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

With U BetterStories to obsess over. Discover now