Chapter 30. | tw \\ ❌❌

Start from the beginning
                                    

"Selama ini dia ga punya temen, nanti kalau baby kita lahir zea jadi punya temen dan ga kesepian lagi deh"





Jaehyun menyunggingkan senyum masamnya.





Luna merapatkan tubuhnya ke tubuh bagian depan jaehyun, kakinya jinjit untuk mengecup bibir suaminya itu. Jaehyun menerima baik ciuman luna. Kedua mata mereka terpejam menikmati setiap sentuhan demi sentuhan.





Jaehyun memeluk erat pinggang luna, kepalanya bergerak kekiri dan kekanan memperdalam ciumannya. Perlahan lahan jaehyun menyudutkan tubuh luna ke kabinet dapur. Tangannya bergerak menurunkan tali baju tidur yang luna kenakan.





Mereka terbuai dengan sentuhan satu sama lain. Sampai entah bagaimana caranya mereka berdua sudah ada didalam kamar pengantin dengan luna berada di bawah kukungan jaehyun.





Jaehyun menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka. Jaehyun sedikit kasar malam ini, jaehyun menumpahkan semua yang tidak bisa dia lakukan pada zea.




Jaehyun merindukan gadis itu. Merindukan sentuhan lembut nya, kecupan nya, pelukannya, kata kata manisnya, suaranya dan suara tawanya.





Luna membuka matanya saat setetes air terjatuh mengenai pelupuk matanya, di lihatnya jaehyun tengah bergerak naik turun diatas tubuhnya dengan mata terpejam mengeluarkan cairan bening.





Jaehyun menangis.





"m-mas..." luna menyentuh pipinya.





"z-Zeanna" panggilnya terbata.







"eughhh" jaehyun melenguh terbangun dari mimpi buruknya. Keningnya berkeringat. Tangannya menyentuh bagian dadanya, ternyata jaehyun tidak memakai atasan.






Matanya mencari posisi jam dinding.






02.45






Ternyata dini hari, jaehyun mengusap wajahnya yang lelah. Di tengoknya ke samping kiri, luna tertidur meringkuk dibalut dengan selimut tebal. Bahu mulusnya terekspose jaehyun sadar apa yang telah dilakukannya sebelum akhirnya tertidur pulas.





Punggung tangannya digunakan untuk menyeka keringat dikening nya. Jaehyun memungut pakaian nya lalu memakainya dan keluar dari kamarnya bersama luna untuk mengecek keadaan zea.





Didepan pintu kamar berwarna cokelat jaehyun menempelkan daun telinga, mencoba mendengar suara sekecil apapun yang terdengar dari dalam. Tapi nihil, jaehyun tidak mendengar apapun.





Pelan pelan jaehyun menempel tangannya pada knob pintu dan mencoba menekan knob itu kebawah sambul mendorongnya. Ternyata kamar zea tidak di kunci.





Jaehyun masuk mengendap ngendap ke dalam sambil mengintip ke arah kamar luna, takut kalau wanita itu terbangun.





Sayangnya di dalam kamar jaehyun tidak menemukan keberadaan zea. Hanya keadaan selimut yang sedikit berantakkan. Mungkin zea menyibakkan nya.






Jaehyun beralih mengecek kamar mandi, lantainya kering itu artinya zea tidak pergi ke kamar mandi. tapi jaehyun tetap masuk kedalam kamar mandi untuk memastikan apakah zea ada di dalam atau tidak.





Perasaannya tak enak. Jaehyun keluar untuk mengecek ruang tamu dan dapur, zea tak ada disana. Rumah ini tidak begitu besar dan jaehyun sudah mengecek seluruh ruangan yang ada disini, tak ada zea.





Karna rasa penasaran nya jaehyun kembali masuk kedalam kamar zea, siapa tau tadi jaehyun tidak melihat dengan jelas karna baru saja bangun tidur.





Jaehyun kembali ke dapur, saking frustasinya jaehyun mengecek kolong meja. Zea juga tak ada disana. Jaehyun mulai cemas, tangannya terangkat menjambak rambutnya kesal.






"zeaaa kamu dimanaaa???" gumamnya frustasi.






Mata jaehyun terus bergerak kesana kemari sambil berpikir, tidak mungkin zea keluar karna semua pintu dan jendela terkunci dari dalam. Matanya tak sengaja melihat pintu belakang yang terbuka sedikit. Jaehyun tidak melihat apa apa dari tempatnya berdiri, hanya kegelapan yang ada.





Dengan rasa penasaran dan sedikit rasa takut jaehyun mendatangi pintu itu. Tangannya terulur meraih knob pintu dapur yang menghubungkan dengan garasi rumah.




Dengan gerakan pelan didorong nya pintu kayu bercat coklat itu.







Gelap




Sangat gelap.



Jaehyun tak dapat melihat apapun.





Jaehyun menyipitkan matanya agar bisa melihat keadaan garasi yang gelap dengan jelas.Kakinya melangkah masuk kesana.

.


Deg







Jaehyun memantung di tempat, wajahnya memucat tiba tiba, jantungnya berdebar sangat kencang, lututnya lemas. Tangannya membekap mulutnya sendiri.






Air mata nya berlomba lomba keluar tanpa di perintah, jaehyun merasa jiwanya melayang keluar dari tubuhnya, tangannya berkeringat dan bergetar.





Jaehyun lari ke dapur mengambil pisau dapur untuk menurunkan zea dari atas sana. Sambil menangis tanpa suara jaehyun berusaha menurunkan zea yang sudah pucat dan dingin.






"LUNA!!! LUNAA!!!" jaehyun berteriak frustasi saat tidak mendapatkan denyut nadi di leher ataupun lengan zea.






"LUNAAA!!!"




"jaehyun? Ada apa?"




Luna datang dengan pakaian seadaannya dan penampilan yang sangat berantakan. Luna membekap mulutnya saat melihat zea terbaring di lantai garasi dengan jaehyun berlutut disebelahnya menangis.





"j-jaehyun"






"noo!!! She hanged herself!!" jaehyun berteriak, marah, kesal, sedih dan frustasi.





"GA! GA MUNGKIN!! JAEHYUN CEPAT TELPON AMBULAN!!"





Luna berlutut memeluk tubuh anaknya yang sudah pucat dan dingin. Sambil memanggil manggil namanya luna menangis meraung raung.







Anaknya menggantung dirinya digarasi rumah.





















































Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


Siapa pernah baca aubl gue yg ending nya gini? Ada ga? Gada ya?

Positions 정재현Where stories live. Discover now