Tap tap tap tap...
Langkah kaki menggema cepat di ruang tunggu itu, berusaha berlari secepatnya. Napas tersengal pun tidak dipedulikan, hanya seseorang yang terbesit di benaknya, di pemilik senyum yang menjadi candunya selama dua tahun belakangan.
Tapaknya berhenti di ujung ruangan, ia menatap nanar langit, di sana terbang sebuah pesawat, membawa hatinya, perasaannya, dan sosok yang berharga baginya. Lemas rasanya.
.
.
Tut... Tut...
"Iya, halo Nada?"
"Ella.. kangen dia.."
"Astaga, suara kamu kok serak? Abis nangis? Kepikiran dia lagi? Udah setahun loh dia ninggalin kamu tanpa sebab. Udahlah, ikhlasin aja."
"Ga bisa, Nada ga bisa kalo ga ada dia"
"Terserahlah."
Telepon dimatikan sepihak oleh Ella. Sedangkan sang tokoh utama, yakni Nada, sedang duduk diam sembari memeluk kedua lututnya erat. Sedari tadi air matanya terus berjatuhan.
"Ken, kangen Ken.. Nada masih ga bisa tanpa Ken, Ken balik ya? Nada tungguin.." lirihnya pelan.
YOU ARE READING
Menunggu
Teen Fiction"Udahlah, lupain aja, dia ga bakal balik!" "Emangnya kamu pikir segampang itu?" "Dasar bucin garis keras"
