"Ma, papa mana?" Tanya seorang remaja laki laki.
"Udah berangkat tuh."
Cavero, panggil saja vero. lelaki remaja yang sangat tampan namun sayang dia sedikit nakal tapi jangan khawatir dia juga pintar.
Dan jangan lupa vero juga menjadi ketua osis disekolah nya.
Vero pun pamit ke mamanya dan ia berangkat ke sekolah menggunakan motor sport kesayangan nya.
Sesampai di sekolah, vero memakirkan motornya. Ia turun dan melepas helm. Kemudia vero berjalan ke arah lapangan.
Sekarang hari senin, hari dimana upacara bendera dilaksanakan.
Vero menaruh tasnya di ruangan osis, Sedangkan temannya yang lain sudah berada di lapangan. Vero pun menyusul temannya.
"Veroo!" Teriak lelaki berambut sedikit pirang.
Vero tersenyum kearah teman temannya.
Upacara telah dimulai, semua siswa baris sesuai kelasnya. Kelas vero adalah X IPS 5.
Tiba saatnya pengumuman pemenang lomba. Banyak siswa siswi yang mengikuti lomba diluar sekolah.
Dan kebanyakan mereka mendapat piala dan mengharumkan nama sekolahnya.
Kepala sekolah mulai membacakan nama pemenang lomba yang diikuti pada hari sabtu.
"Dan sekarang inilah pemenang lomba basket putri tingkat nasional adalah Grizelle Qalesya Loneebie."
Tepuk tangan terdengar meriah, yg mempunyai nama itu pun keluar barisan dan maju ke depan.
Vero terpaku melihat perempuan itu, dia tidak pernah tau perempuan itu.
"Dia anak baru kah?"
"Bukan, dia seangkatan dengan kita." Jawab ivan, sahabat vero yg mempunyai lesung pipi.
"Grizelle Qalesya Loneebie, teman dekatnya sering memanggil dia bie. Sedangkan orang biasa memanggil dia lesya. Perempuan yang sedikit tomboy dan tidak banyak bicara tetapi dia jutek, cuek." Sambung juna, sahabat vero yg mempunyai mata sipit.
"Darimana lu tau?" Tanya vero lagi.
"Semua angkatan pasti kenal dia, kecuali lu yg tukang bolos." Jawab si rambut pirang siapa lagi kalau bukan Fairel.
Vero hanya mengangguk, dia menatap bie intens dan tibatiba ia tersenyum miring entah apa yg ia pikirkan.
Kegiatan upacara telah berakhir, siswa siswi kembali ke kelas untuk melanjutkan pelajaran hari ini.
Ivan menarik ketiga temannya menghampiri bie. Namun ia tidak menghampiri bie tetapi ingin menemui zoya, sahabat bie.
"Sayangg!" Sapa ivan
Zoya hanya tersenyum malu, bagaimana tidak? Ivan berteriak ditengah lapangan yang membuat siswa siswi menoleh.
Vero, juna, dan fairel terkejut, mengapa? Karena secepat itu ivan mendapatkan hati zoya.
"Sejak kapan lu pacaran anjir?" Tanya juna
"Sebulan yg lalu." Jawab enteng ivan yg membuat sahabatnya melongo.
Vero terfokuskan kepada perempuan yg sedari tadi menatap handphonenya. Rasa penasaran menyelimuti hati vero.
"Cantik? Boleh kenalan?" Ucap vero.
Bie mengalihkan pandangannya, ia menatap vero yang sudah berdiri di depan dia. Bie sedikit terkejut melihat ketampanan vero.
"Gue vero. Lu?"
"Lesya." Jawab bie cuek
"Jangan cuek cuek napa bie." Ucap fairel.
"Gue gaplok ya lu." Bie menatap fairel tajam.
"Kok kalian saling kenal?" Tanya friska yg sedari tadi mengamati sahabatnya.
"Dia adek sepupu gue." Jawab fairel.
Vero terus terusan menatap bie, bie yg ditatap pun risih ia berusaha untuk tidak melihat vero. Ternyata ia salah mengalihkan pandangannya karena ia melihat ivan dan zoya.
"Kalo mau uwu jangan di depan gue." Ucap bie yg sedikit menekankan kata uwu.
Vero tersenyum melihat bie, "apa lu senyum senyum?!"
Bukannya menjawab, vero malah mengacak rambut bie. Bie sedikit pendek jika di sejajarkan dengan vero.
Vero membungkuk dan mencondongkan wajahnya, ia mencubit hidung bie.
"Jangan galak galak atuh neng."
Bie menepis tangan vero, ia berjalan mundur dua langkah.
"Jangan sentuh dan deket sama gue!."
"Kayanya gua pernah liat lu deh." Ucap vero sambil menatap bie dengan intens.
Bie yg terkejut langsung sembunyi dibelakang fairel.
"Kak, temen lu pada ga bener gua ke kelas dulu ya." Bie berlari menuju ke kelasnya. Ia tidak peduli dengan pandangan orang orang.
Vero menatap bie dari kejauhan, ia merasa bie sedikit tidak asing.
Vero dan teman temannya pun masuk ke kelas. Selama pelajaran berlangsung, vero terus terusan memikirkan bie. Ia yakin jika bie orang yg pernah ia kenal dan pernah ia temui sebelumnya.
Bel istirahat berbunyi, siswa dan siswi berhamburan keluar kelas. Begitu juga dengan vero. Vero menuju ke kantin bersama teman temannya.
Vero duduk di meja kantin yg biasa ia duduki. Ia menatap sekitar kantin dan menemukan sosok perempuan yg ada di pikirannya selama jam pelajaran berlangsung.
Vero langsung menyenggol bahu ivan, "ada cwe lu tuh, suruh gabung gih."
Ivan buru buru mengedarkan pandangannya, dan menemukan zoya yg kesulitan mencari duduk.
"SAYANGG!" Teriak ivan yg membuat zoya terkejut.
Ivan melambaikan tangan, zoya dan teman temannya pun menghampiri ivan.
"Kenapa?" Tanya zoya
"Gak dapet tempat duduk kan? Sini gabung aja."
Zoya mengangguk, zoya dan teman temannya duduk berhadapan dengan vero dan teman temannya.
Tanpa vero sadari, bie tepat duduk di hadapannya.
"Vero gak makan lu?" Tanya bie yg membuyarkan lamunan vero.
"G-gua lagi di pesenin sama fairel." Jawab vero gugup.
Bie hanya membulatkan mulutnya, ia pun memakan bakso yg sudah ia beli.
Vero menatap bie yg sedang makan dengan lahap. Bie sedikit tidak nyaman dengan rambutnya.
Vero yg peka terhadap ketidaknyamanan bie, langsung berdiri dan berjalan dibelakang bie. Ia menarik rambut bie kebelakang, dan menguncirnya menggunakan gelang hitam yg slalu ia pakai.
Setelah menguncir rambut bie, vero duduk kembali ketempat semulanya. Bie terkejut dengan perlakuan vero.
Sedangkan yg lain saling tatap satu sama lain.
Fairel kembali membawa dua makanan untuk dirinya sendiri dan vero. Vero mulai memakan makanannya, sedangkan bie mulai mencuri pandang kepada vero
'verooo!! Jantung gua dugun dugun anjirr. Mamaaa maluu, kyaaa!!' batin bie.
•
•
•
•
Halloo readerss,,
Kembali lagi dengan aku yg membawa cerita baru.
Mohon beri dukungan dan cintanya yaa,
Maaf jika ada typo.
Selamat hari lebaran bagi yg menjalankan.
Minal aidzin wal faidzin!!🤍✨
YOU ARE READING
Bad Boy Charming
Teen Fiction"Bie jelek tapi vero sayang. Bie punyanya vero seorang." "Jangan ganggu gua vero!" Cavero, laki laki nakal nan tampan telah jatuh hati kepada seorang perempuan yg menurut dia menarik. Rasa cinta itu tumbuh disaat awal mereka bertemu di SMA Nusa Elan...
