1. Awal yg mendebarkan.

2.8K 133 7
                                        

Aku jatuh cinta sama kamu dan kamu harus tanggung jawab.

•••

Selesai dari ruang kepsek aylin di suruh kepala sekolah untuk masuk ke kelas XII IPA 2.banyak cowok-cowok yang menatap aylin karna aylin terbilang sangat cantik dan imut dengan poninya,bahkan banyak cowok yang meminta nomor wa aylin,tapi aylin tak begitu menghiraukannya,jujur saja dia agak risih di pandangin sama temen-temennya bahkan kawan sebangkunya menatap dia sedari tadi.

"pantesan semua ni cowok liatin lu"ucap lolita menunjuk semua cowok-cowok.

Aylin senang karna teman barunya menyukainya.

"emangnya kenapa?"tanya aylin polos.

"hmm cantik sih"ucap cowok yang duduk di depan bangku aylin.

Aylin tersenyum malu.

"oiyah kenalin nama gua lolita"ucap cewek yang bernama lolita.

"nama lo? Gua nanya nama panjang lo?"ucao lolita tersenyum.

"aylin bidadari ayana"

"namanya cocok sama orangnya"ucap cowok di depan aylin.

"makasih"ucap aylin.

"mulai sekarang kita sahabatan,ok?"

"oke lolita"

•••

"ay ke kantin yuk"ajak lolita dan di angguki aylin.

Saat aylin dan lolita sedang menyantap makananya ada seseorang yang memerhatikan aylin dari jauh,siapa lagi kalau bukan nathan.nathan merasakan hal yang beda saat bertemu dengan aylin,melihat wajah gelagapnya tadi membuat nathan menahan ketawa, imut.

membayangkannya saja nathan sudah tersenyum.

"ikut gua"nathan menarik tangan aylin.

Aylin kaget karna cowok yang dia jumpai tadi pagi menarik tanganya asal.apa dia tidak lihat kalau aylin lagi makan?.huh menyebalkan saja!

"apa apaan ini,lepasin"brontak aylin.

Tidak mendengarkan kata aylin nathan malah mempererat cengkramannya di tangan aylin dan mengakibatkan tangan aylin memerah.

"lepasin,sakit"ucap aylin bergetar.

Nathan menghentikan langkahnya dan melihat tangan aylin yang memerah karna cengkramanya yang terlalu kuat.

"maaf gua nggak bermaksud"ucap nathan merasa bersalah,kenapa dengan dirinya?

Nathan melihat tangan aylin dan meniupnya,gila jantung aylin berdebar!

"ikut gua"kali ini nathan mengaitkan jemari tanganya ke jemari tangan aylin dan menarik aylin lembut.

Kenapa dengan cowok ini pikir aylin,tiba-tiba dia menarik aylin pergi entah kemana dan dia barusan bersikap kasar dan lembut? Oh sungguh gila,menatap wajahnya saja sudah membuat aylin berdebar apalagi sekarang dia menggenggam tangan aylin lembut.

Nathan membawa aylin ke roftoop sekolah dan menyuruh aylin buat duduk,dan cewek itu hanya menurut saja.

Nathan pergi sebentar dan kembali membawa kotak obat entah dari mana dia mengambilnya.

"tangan lo"

Nathan mengobati tangan aylin yang memerah karna dia tadi,bisa sawan aylin menatap nathan sedekat ini.oh tuhan.

Nathan sangat tampan,sangat sempurna malahan,dengan baju yang tak dimasukan,tindik hitam yang ada di telinga kirinya,rambut acak-acakan,alis dan bulu mata yang tebal,dan bibir pink sexy andalanya.astaga ciptaan tuhan yang di depan matanya sekarang emang sangat sempurna.

Selesai mengobati tangan aylin nathan mendekatkan wajahnya ke wajah aylin,aylin kaget sangat kaget.

"lo cantik"ucap nathan dan membaringkan tubunya di sofa yang ada di roftoop dan paha aylin sebagai bantalnya.

Tentu saja membuat aylin gugup setengah mati.

"mulai sekarang gua jadi milik lo"ucap nathan santai.

"hah"kaget aylin.

Nathan bangun dari tidurnya dan menatap aylin kembali.

"lo milik gua,gua milik lo"bisik nathan di telinga aylin.

Tersengat rasanya,sumpah aylin mau mati sekarang juga.dan apa katanya barusan? Dia milik aylin? Sejujurnya aylin kesal karna nathan sangat memaksa,dan dia memaksa sedangkan aylin saja tidak tau namanya,yang bener saja dan aylin juga yakin kalau nathan tidak tau namanya.

"bagai mana bisa,lo saja tidak tau nama gua"ucap aylin tidak terima.

"aylin bidadari ayana itu nama pacar gua "ucap nathan tersenyum.

Nathan tersenyum woy,astaga manis sekali.

Nathan meninggalkan aylin dan teriak.

"nanti pulang gua anter,sama pacar lo yang ganteng"lanjut nathan,huah aylin mau pingsan saja.

Bolehkah sekarang aylin baper?









What do you think?




Rara angelina

NATHANWhere stories live. Discover now