1:Pria aneh

204 20 1
                                        

Akia Audinata gadis berusia 20 tahun yang harus berkuliah pada pagi hari dan harus bekerja pada malam hari. Dia harus bekerja paruh waktu demi bertahan hidup, Karena dia berasal dari keluarga sederhana.

Gadis dengan rambut sepinggang yang di biarkan menjutai kebawah itu sedang berjalan sendiri melawan angin malam yang menusuk ke tubuhnya.

"Hmm... gue lewat jalan pintas aja deh biar cepat nyampe." Tanpa ragu-ragu Kia memasuki gang kecil yang minim pencahayaan, di gang kecil tersebut hanya ada 1 lampu yang berada di tengah gang itu.

Saat Kia terus menatap jalan, dia menemukan sebuah dompet yang tergeletak di jalanan itu dan dia juga melihat ada seseorang disana dengan memakai pakaian serba hitam.

"Permisi, apakah anda kehilangan sebuah dompet? Soalnya saya menemukan ini di belakang anda." tanya Kia kepada laki-laki berpakaian serba hitam itu dan memakai masker.

Karna tidak mendapat respon dari pria tersebut, akhirnya dia memutuskan mengembalikan dompet tersebut di tempat semula.

"E–e yaudah saya letak ke tempat tadi aja, kalau anda mengenal pemilik dompet ini tolong di berikan pada pemiliknya ya." Kia tersenyum canggung.

Setelah meletakkan itu dia akhirnya beranjak pergi dari tempat itu dan lari sejauh mungkin. Kia sangat takut kala dirinya melihat pria tersebut tersenyum miring.

"Manis." Umpat pria tersebut dengan senyum miringnya.

🌻🌻🌻

Hampir 5 menit Kita terus berlari menuju rumahnya.

Saat sampai di kamar, Kia membantingkan diri dengan kasar ke kasurnya.

"Lelah banget hidup kayak gini." Kia sibuk merenungkan nasib nya.

Tiba-tiba ia terpikir pada seorang pria aneh yang ditemuinya tadi. "Ahh kenapa serem banget tu orang jadi malas lewat situ lagi." ujar Kia sambil mengacak-ngacak rambutnya.
                         
🌻🌻🌻

Sejak pelajaran dimulai, Kia tetap tidak fokus pada mata kuliah nya itu. Dia terus berfikir siapa cowok aneh tersebut? Apa yang lelaki itu lakukan di tempat gelap seperti kemarin.
 
"Akhirnya dah siap juga," ucap Melly lega. Melly menatap Kia yang sedang menatap lurus.

"Kenapa sih muka lo tu ditekuk mulu?" Melly menatap muka Kia dengan penuh pertanyaan.

Kia tersadar, lalu dirinya menggeleng.

"Ahh...Melly ke kantin yuk." Kia menarik tangan Melly dengan cepat menuju kantin.

Mereka sampai di salah satu meja yang belum di tempati dan duduk disana.

"Kayak nya lo lapar makannya lo diam terus biasa nya kan cecoh cecoh sana sini." kata Melly.

Kia tetap diam tanpa membalas ucapan Melly sahabat nya.

"ahhh..kok gue jadi mikirin cowok aneh tu sih jadi serem deh." Ujar Kia frustasi.

"Lo kenapa sih aneh gitu? Yaudah tunggu dulu gue pesenin bakso mas Jarwo." ucap Melly.

"Mas Jarwo yang cakepnya ga ketulungan pesen bakso sama es teh manis nya 2 ya." Teriak Melly.

Hampir 10 menit menunggu akhirnya yang ditunggu tunggu telah sampai.

"Ni neng Melly gelis bakso nya." kata mas Jarwo.

"Makasih mas." ucap Melly sambil menunjukkan senyum andalannya.

Brak!

Saat Melly menyantap satu buah bakso ke dalam mulut nya tiba-tiba Kia memukul meja membuat semua penghuni kantin tersentak kaget dan Melly yang tersedak kuah bakso.

ELBARCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang