01. Bukan Awal Yang Baik √

4.8K 269 22
                                        

•••

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

•••

"Buka bajumu!"

Perintah multak itu sontak membuat Huang Shi Yi yang terdiam sejak tadi langsung melolot, kaget. Dia menggigit bibir dengan keras menahan amarah sampai - sampai cairan kental berwarna merah itu perlahan-lahan mulai terlihat di sudut bibirnya. Pria brengsek seperti Chang Heng atau di kenal dengan nama umum Sean Hwall benar - benar sangat memuakkan. Kalau bukan karena perintah dari atasannya yang sialan, mungkin saja Shi Yi tidak mungkin berada di kamar ini.

Shi Yi hanyalah seorang waitress bukan menjual diri.

"... Hei! Apakah kamu tuli?"

"Aku bukan pelacur. Kenapa kamu membeliku?" Shi Yi meradang ketika menatap Sean.

Sedangkan Sean hanya menarik tipis sudut bibirnya keatas. Dan kemudian dia mulai mendekat kearah wanita manis dengan rambut pirang kecokelatan itu. "Aku tahu, Nona Shi Yi." Perlahan dia mulai menyentuh dagu dan mendongakkan wajah cantik yang ada di depan sana. "Aku hanya tertarik padamu." Imbuhnya dengan tatapan yang begitu memuja.


Shi Yi memalingkan wajahnya, tetapi dengan kasar tangan Sean memaksa Shi Yi untuk menghadap kearahnya. Dan detik itu juga bibir mereka langsung bertemu. Sean mengulum bibir seksi merah cherry itu dengan brutal.

Shi Yi tersentak kaget namun tidak berani menolak. Sakit di hati karena hanya di jadikan alat oleh orang-orang yang berkuasa membuat airmatanya luruh. Ternyata orang yang di kenal cukup baik bisa berubah menjadi jahat karena uang yang berlimpah. Fakta yang harus Shi Yi terima saat ini. Sean bukanlah pria baik - baik ataupun lemah lembut.

"Aaghh..."

Shi Yi memekik tertahan di saat bibir yang terkatup rapat itupun di gigit oleh Sean karena gemas. Shi Yi mulai mendorong, namun tangan kekar Sean bergerak menahan punggungnya dan mengunci pergerakannya.

Habislah sudah.

Akhirnya yang Shu Yi lakukan hanyalah menggeram pasrah saat semakin intens bibir Sean menyesap kuat penuh gairah di dalam rongga mulutnya. Sebuah lidah yang lincah membuat Shi Yi semakin menangis. Semua pasti akan hancur malam ini.

Bagaimana Shi Yi akan menjelaskan semua ini di depan kekasih yang sedang sibuk bekerja itu? Haruskah dia berbohong? Semenjijikkan itukah dirinya kelak di depan sang kekasih? Shi Yi tidak bisa membayangkan kekecewaan kekasihnya.

Shi Yi memejamkan matanya erat-erat saat kancing baju yang di kenakan itu perlahan mulai di buka. Tetapi Sean tiba-tiba saja menjauhkan diri dan tersenyum puas. Tatapan mata yang tajam seakan - akan tengah meremehkan.

HYPOCRITICAL • JJK & JEH ✓Stories to obsess over. Discover now