Prangggg!!!
"Kamu pergi dari sini sekarang!!Aku gk Sudi dengan mu lagi!!"bentaknya dengan suara keras.
"Enggak sebelum kamu menyerahkan mahkota mu padaku!!"sambil tersenyum semrik.
"Kamu cuman mantanku, gk ada hak buat mu untuk menyentuh ku!! "Kata nya dengan tangisan.
"Aku tidak peduli dengan ucapan mu, aku sudah lama menahan ini semua dan sekarang aku mau kamu menjadi milikku sekarang hahaha!! "kata nya semakin mendekat di wajah gadis itu.
"Ku mohon jangan lakukan ini hiks... Hiks... Hiks.. ."
"Hentikan tangisan mu bodoh! "
Dia terus menampar pipi gadis itu dengan kasar, dia benci air mata, itu lah yg menjadi kelemahan nya karena rasa iba.
"Aku bilang diam!! "
"Hiks... Hiks... "
"Aku bila.. "
Bughh...
Seperti ada yang memukul punggung nya dari belakang, matanya mulai sayup tak berdaya, ucapan terus memaki terhadap orang yang menganggu dirinya yang sedang bermain-main dengan gadisnya.
Orang tersebut membawa gadis yang sudah tergeletak lemah lalu membawa ala bride style, meninggalkan lelaki yang sudah terkapar lemas.
"Kamu mau bawa aku ke mana? " Ucap gadis itu dengan nada melemah
"Gue gk tau. " Ucapnya cuek.
"Buat apa kamu menolong ku? "Tanya nya lagi.
"Kebetulan lewat. " Sambil mengendikkan bahu tidak tahu
"Stoppp."
Lelaki itu menginjak rem secara mendadak, maka terjadilah lah benturan kepala dengan stir mobil.
"Lo klu mau apa² tu blg nya jgn mendadak."
"Maaf,"
"Kok minta turun?"tanyanya
"Terima kasih atas bantuan nya."sambil membuka kenop pintu mobil.
"Lo yakin keluar malam-malam dengan pakaian yang gk enak di pandang? "
"Apa peduli mu? "Tanya nya sewot.
"Terserah."
Gadis ini pulang dengan berjalan kaki sambari menangis tersedu-sedu, wajah acakkan, baju robek di bagian bahu.
Hatinya merasa sakit , berpikiran dirinya tidak suci, merasa kotor dan tak pantas. Apa yang akan dia katakan dengan keadaan seperti ini?
Waktu sudah menunjukkan zona malam yg artinya anak gadis di larang keluar larut malam.
Bagaimana caranya agar terhindar dari pergokkan dari orang tuanya? Harus mencari akal untuk sampai ke rumah dengan keadaan baik-baik saja.
"Aku harus apa? "Tanya nya diri sendiri.
"Lo butuh bantuan? " Ucap lelaki itu tiba-tiba.
Gadis ini menoleh dengan tatapan tajam dan mendelik tidak suka. Gadis ini tidak peduli teriakan dari lelaki itu.
"lo jangan keras kepala ini uda malam!! "
"Aku gk peduli!!"
Lelaki itu mengangkat gadis seperti membawa karung,dia terus memberontak karena tingkah nya secara tiba tiba.
"Kamu mau bawa aku ke mana?"
Lelaki itu diam tak berkutik tetapi gadis itu terus mengoceh tidak jelas sehinggaa lelaki ini pusing tujuh keliling.
Dasar bawel batin lelaki itu.
"Berhenti gakk!!!"
Shitttt
"Aww..."ringisnya sambil memegang dahinya.
"Mati kok ngajak orang! "Cerocos nya
"lo bawel jadi cewek."kata lelaki ini dengan menahan emosi.
"Kok aku?Kamu yang salah!"kesalnya.
..........
"Kok ke butik?"
"Permisi,tolong cari kan baju yang sesuai dengan dia."unjuknya pada gadis itu.
"Baik tuan, mari nyonya."
"Jangan panggil aku dengan sebutan nyonya, panggil aja Rizka. "
"Tapi.. "
"Mana bajunya? "Kata nya sambil mengalihkan perhatian. Dia pun menyerahkan Style baju dress berwarna pink.
15 menit mengganti baju dengan style tersebut menambah kesan cantik yang ada pada diri gadis itu.
Lelaki itu terus menatap kecantikan pada diri gadis tepat berada di depan matanya.
"Biasa aja liatnya. " Sambil tertawa kecil.
"Lo uda siap kan? " Lelaki membuyarkan lamunannya dan mengeluarkan dompet di dalam saku celana nya.
"Yang kamu liat gimana?Uda siap kan? Ayok pulang Uda malam."ajaknya ke kasir.
"Berapa Mbak?"
"Jadi harganya Rp______ tuan. "
Mereka meninggal kan butik, tak lupa gadis ini masih grogi karena di tatap seperti itu.
"Lo mati? "
"Hussh mulutnya! "
"Kok diam? "
Gadis itu tak menjawab ucapan dari nya lalu melanjutkan perjalanan pulang.
Gadis ini bingung bagaimana caranya berterima kasih pada lelaki ini? sedangkan dirinya selalu ketus kepada nya.
Dia merasa malu, jika ada laut di sini ingin rasanya tenggelam saja. Sulit rasanya untuk berkata terima kasih, padahal cuman bilang gitu doang groginya sampai ke ujung tanduk.
"Ekhmm.. "
Tidak ada respon
"Uhukk. ""
"Kenapa? "
"Aku mau bilang."
"Apaan? "
"M. Mm. Mmakasih sudah nolong aku. " Ucapnya grogi.
Kok grogi sih Rizka astaga batinnya.
"Santai,gw nolongin gk gratis loh hahaha.. "tawanya kencang.
"Heh kamu kok jahat banget sih! "kesalnya sambil mengembungkan pipinya.
Kok lucu sih batin lelaki itu.
"Canda elah, "
"Bodo, "
Gadis itu berpikir lagi, alasan apa lagi kalau sudah sampai rumah? Ini sudah sangat malam.Mau hubungin orang tua hpnya lowbat.
Rumitnya hari ini, kalau bukan karena pesta ulang tahun sahabatnya mungkin dia uda bobok cantik di rumah.
"Nanti gw yg akan bilang ke bokap lo, asalkan anaknya mau jadi pacar gw sekarang."
Woehh haloo weee wkwk
Ketemu lagi niehh
Gimana dengan part ini?
Klu suka masukkan ke perpustakaan yah
Vote oke..
See you..
KAMU SEDANG MEMBACA
What Kok Dia!!!???
RomanceBismillah' | Halo mungkin cerita aku yang satu ini sedikit berbeda dengan yang sebelumnya | semoga suka ya. lanjut baca aja oke. Start : 29/04/22 Finished : - Highest rank Rizka # 3 - { 30-April-2022}
