RISIH

302 81 16
                                        

بسم الله الرحمن الرحيم


Selamat membaca, semoga terhibur dan jika kalian suka maka silahkan berikan jejak votenya jangan lupa juga follow dulu yaa😁 happy reading 😍

Innara syakaela Widiarto anak bungsu dari tiga bersaudara. Berasal dari keluarga terhormat yang memiliki perusahaan terkenal di Jakarta. Yaitu Widiarto grup, dirinya baru menginjak usia 18 tahun. Semua orang memanggilnya Nara termasuk dirinya sendiri. Gadis cantik dan mungil yang memiliki sifat periang dan keras kepala.

"Mah, pah nara berangkat duluu" teriak gadis cantik yang berjalan tergesa gesa menuju ruang tamu.

"Naraaaa Sarapan dulu nak" tembal Hasna Widiarto ibunya sang gadis.

"Maaf mah hari ini ada ujian, Nara gak mau telat" sambung Nara setelah berada di depan orang tuanya.

"Cup Cup" mencium kedua tangan mereka
"Assalamu'alaikum mah pah doain Nara yaa". Sambungnya lagi

"Waalaikumsalam anak mamah, mamah doain semoga lancar dan hasilnya bagus" kata Hasna sambil mengelus elus rambut anaknya itu.

"Papa juga pastinya doain kamu Nara" Sahut Hernando Widiarto Ayah yang sangat di patuhi oleh semua anaknya termasuk innara.

"Nara berangkat mah pah" ucap Nara berpamitan kepada orang tuanya. Di ikuti langkah kaki menuju ke dalam mobil.

"Yu mang Edi berangkat sekarang" ajak Nara kepada mang Edi supir istiqomah keluarga Widiarto.

"Siap neng juragan. Capcuss". Begitulah sebutan mang Edi kepada putri bosnya itu.

"Udah Nara bilang, panggilnya nama aja jangan manggil juragan, ituu lagi nung nang neng neng haha". Kritik Nara yang merasa ga enak dipanggil juragan oleh orang yang lebih tua darinya.

"Gapapa atuh neng juragan, mang Edi mah udah biasa" jawaban yang selalu di lontarkannya ketika anak bosnya selalu menyuruh memanggilnya Nara.

"Yaudah ahh terserah mang Edi aja" putus Nara.

🌺


Ckittttt......
Suara rem mobil yang baru saja berhenti di depan gerbang sekolah. Menampilkan gadis imut yang sangat cantik.

"Aduhhh bentar lagi masuk nihh" gerutu Nara ketika turun dari mobil lalu melihat jam tangan yang menunjukkan pukul 07:55.

"Hai Ra" tiba-tiba seseorang dari belakang menepuk pundaknya.

"H-hai Fel" Sahut Nara kaget ketika menengok kebelakang. Dan ternyata Rafael.

Laki-laki dingin yang selalu menjadi bahan perbincangan para ciwi-ciwi yang katanya super duper ganteng dan cool itu, di tambah point plusnya adalah kaya. Sehingga membuat image seorang Rafael seolah berada di puncak bukit Piramida.
Tapi, tidak untuk Nara. Dia sebaliknya dari mereka.

"Kring.... Kringg.... Kringgg.." suara bel berbunyi di semua penjuru sekolah.


"Rafael, aku duluan" Nara yang saat itu mendengar suara bel langsung meninggalkan Rafael tanpa menengoknya.

Rafael yang merasa dirinya tidak di anggap hanya tersenyum miring, dan mengikutinya dari belakang.

"Ra... Nara.. tunggu Ra..." Teriak Rafael sembari mengejar gadis itu

"Tidak tahu apa hari ini ulangan masih aja gangguin orang" gerutu Nara di dalam hatinya.

"Ra Kamu ruangan berapa?" tanya Rafael, sambil menyamakan langkanya

In the Land of GranadaStories to obsess over. Discover now