Kasih vote nya dulu boleh? Makasih💜
🌻🌻🌻
Seorang gadis dengan jaket hitam yang di gulung di bagian lengannya, baru saja memasuki area sekolah SMA Harapan Bangsa di Jakarta.Saat pertama kali ia menginjakkan kaki di sekolah ini, semua pandangan langsung tertuju padanya.
Anak baru tuh?
Cecan kita bertambah donggg
Dih masih cantikan ka Aurel
Masuk kelas berapa tuh?
Cantikk bangett gilaaaa
Lopplopp dehh
Bisik bisik mulai terdengar di telinga gadis itu.
Ya, gadis itu adalah Mithalia Amanda. Gadis yang menjadi siswi baru di sekolah SMA Harapan Bangsa ini. Gadis yang memiliki rambut lurus berwarna hitam sepundak dan memiliki wajah yang sangat cantik itu membuat ia menjadi perhatian siswa siswi disekolah ini sekarang.
Wajah nya memang cantik, tapi tidak dengan sifat nya yang cuek dan acuh pada apapun. Namun, ia tidak akan tinggal diam jika melihat seseorang sedang di tindas atau dibully. Ia tidak akan segan segan untuk menolong orang itu. Bukan mau manjadi so pahlawan atau papaun, tapi karena ia memang benci orang yang suka menindas orang lain dan orang yang merasa so paling berkuasa.Dan ia pun benci dengan orang yang lemah saat ditindas dan tidak melawan.
Thalia, ya Thalia panggilannya. Gadis yang kehilangan kebahagiaan nya saat ibunya meninggal dan ayahnya menikah dengan istri baru yang mempunyai satu orang anak perempuan yang usianya tak jauh beda darinya,yang menjadi kakak tirinya. Thalia kira, ibu dan kakak tirinya itu benar - benar bersikap baik padanya, namun ia salah besar. Semua itu hanyalah sandiwara mereka saja. Jika di hadapan ayahnya ibu dan kakak nya itu akan bersikap baik padanya, tapi tidak saat tidak ada ayahnya. Tapi ia tidak terlalu memikirkan hal itu dan tak takut akan di perlakukan seperti apa oleh keduanya. Toh dia juga bisa melawan. Jadi saat itu lah yang membuat Thalia menjadi seorang yang cuek dan acuh,karena ayahnya sekarang kurang peduli dan tak terlalubmemikirkan dirinya. Tetapi, lebih peduli pada ibu dan kakak tirinya itu. Yang membuat Thalia seperti orang asing di rumahnya.
Thalia pindah ke sekolah ini sebenernya bukan keinginan dirinya, namun paksaan ayahnya yang menyuruh ia harus satu sekolah dengan kakak tiri nya itu. Sebenarnya, ia sangat malas satu sekolah dengan kakak tirinya yang sangat pintar berdrama itu.
"Permisi, kelas 11 Mipa 3 dimana ya?" Tanya Thalia pada seorang siswi saat ia mulai memasuki koridor.
Ya, dia sudah tau dimana ia di tempatkan dikelasnya karena minggu lalu ayahnya sudah di beri tau oleh kepala sekolahnya. Jadi, ia tidak perlu lagi datang ke ruang kepala sekolah.
"Oh anak baru ya? ayo gue anter." Ucap siswi itu yang membuat Thalia mengangguk dan mengikuti langkahnya.
Sepanjang perjalanan tidak ada yang bicara dan tidak banyak yang memandang dirinya saat ia berjalan di koridor. Ya karena sebagian kelas yang sudah masuk dan hanya beberapa siswa siswi yang masih di luaran kelas.
"Nih kelas lo, udah ada gurunya tuh. Lo langsung masuk aja." Ujar siswi itu pada Thalia.
"Oh oke thanks ya-- Tiwi." Ucap Thalia sambil melihat name tag siswi itu yang bernama Tiwi.
YOU ARE READING
CARLOS
Teen Fiction𝙎𝙞𝙣𝙞 𝙢𝙖𝙢𝙥𝙞𝙧 𝙗𝙚𝙣𝙩𝙖𝙧 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙨𝙪𝙠𝙖 𝙝𝙞𝙝𝙞 𝘍𝘰𝘭𝘭𝘰𝘸 𝘥𝘶𝘭𝘶 𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘣𝘦𝘭𝘶𝘮 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘤𝘢🤗 Cover by @Lyaaaw_ ------------------------------------ Gibrana Carlos Lerganda Cowok dengan wajah tampan yang nyaris se...
