Saat saat teridah
Dimana kita merasakan
Hal kecil
Bersama orang tersayang
_
__________________________________________
"Nggak gitu bu!" Gadis itu terlihat kesal menatap jengah wanita paruh baya didepannya.
"Ngga gitu gimana, orang udah jelas kamu mukulin Dion!!"Endah, begitulah nama yang tertera di name tag memutar bola mata malas, pandanggannya beralih menantap cowok yang tengah mengeluarkan smirknya " bukan begitu nak?"
"Ngeselin baget si, sama saya aja ngeggas!" sewot gadis itu. Sedangkan cowok yang dipanggil dion hanya mengangguk singkat.
"Abis kamu jawab mulu, bosen saya ngurusi kamu terus"
" kalo bosen ngapain panggil saya, saya juga ngga minta ibu buat ngurusin saya!" gadis itu semakin kesal, terlihat dari bicaranya berubah ketus.
Tok tok tok
Pintu terbuka setelah mendapat izin dari dalam, menampilkan pasangan paruh baya dengan pakaian formalnya.
"RACHELINA PUTRI WIJAYA!! Apa lagi yang kamu perbuat" pekikan salah satu dari orang tersebut membuat manusia yang berada di ruang tersebut terpekik kaget.
"Bunda apaan si" kesal Rachel, drama apalagi yang akan diperbuat bundanyaa.
"Siang pak bu!" tunduk Endah hormat
"Kamu tuh yang apaan, dah tau bunda sibuk masih aja bikin ulah!" Ucap Ranti tajam plus tinggi tanpa memperdulikan Endah membuat hati Rachel mencelos seketika.
"Perasaan Rachel ngga minta bunda kesini lagian ada ayah juga!" sinis Rachel tanpa memperdulikan raut Ranti yang merah menahan amarah.
"Kamu pikir papa ngga sibuk apa, gara gara kamu colega bisnis papa membatalkan proyek dengan perusahaan kita, kamu pikir kamu mampu ganti kerugiannya?" ucap Dirga membuat Rachel naik pintam.
Brak
Suara dorongan meja membuat seluruh penghuni ruangan mengalihkan pandangan kesumber suara.
"Kalo kalian emang ngga mau ngurusin Rachel ngapain juga dateng kesini! ANAK KALIAN ITU RACHEL APA KERJAAN!" kilatan amarah jelas terpancar dari kedua mata gadis itu.
"Ayah bunda kerja juga buat kamu! kalo kami ngga kerja semua fasilitas yang kamu punya dapat dari mana?" ucap Dirga dengan tajam nya.
"Mending kita miskin aja kayak dulu dimana kalian masih peduli sama Rachel. YANG RACHEL BUTUHIN ITU CINTA BUKAN HARTA!!" Rachel merasa mataya mulai memanas, ia berusaha mati matian supaya air yang didalamnya tidak meluruh.
Sedangkan Dion dan Endah hanya bisa menyaksikan tanpa berniat ikut campur pertengkaran antar anak dan orantua tersebut.
"Punya sopan ngga si sama orang tua?" ucap Ranti datar.
"Sejak kapan bunda peduli soal sopan santun?" Rachel memberanikan menatap mata sang bunda dengan mata merahnya.
"Lancang kamu!!" pekik Ranti dengan tangan melayang siap menampar gadis didepannya.
Rachel menutup kedua matanya bersiap merasakan panas yang akan menjalar di wajahnya. Namun setelah sekian detik Rachel tidak merasakan sedikitpun, ia mencoba membuka matanya menampilkan tangan sang bunda melayang di udara dengan sebuah lengan kekar berbalut jas osis bertengger manis dipergelangannya sebelum Ranti menghentakkanya.
Bukannya berterima kasih Rachel menatap nyalang si cowok "paan si lo ngga usah sok peduli!!" bentaknya
Rachel berlari meninggalkan ruangan mengusap kasar air yang dengan lancang jatuh dipipinya begitu aja.
Sedangkan Dion bersiap mengejar sebelum sebuah tangan mencengkal lenganya.
"Ikut saya!"
Hallo hai, jumpa di cerita pertamaku. Makasih yang udah sempetin mampir ke crita absourd ini.
Kritik saran kalian yang paling aku butuhin saat ini. Kalo boleh votenya sekalian.
To Be Continue
YOU ARE READING
Rachel
Teen FictionBagaimana kisah seorang gadis pembuat onar dengan seribu kekelaman. Juga seorang ketua osis penuh wibawa demi mencari muka. Seorang cowok dengan tiga kepribadian, dimana berpijak ia akan memasang topeng berbeda dengan pijakan sebelumnya. Apakah mere...
