Happy reading
#
#
Jam menunjukan pukul 2:30 waktunya murid murid SMAN Jaya Bakti pulang sekolah. Gerbang telah terbuka lebar satu persatu murid- murid berlalu lalang untuk langsung pulang ke rumah masing masing.
Tapi tidak dengan Adrilla yang masih di dalam kelas nya.
"Dril lo langsung mau pulang atau mampir ke mall dulu?" tanya Vaura
"Gue langsung pulang aja deh kayaknya, gue capek bener dah sumpah, ni anggota badan ni selain mulut ni ya kalok dia bisa ngomong dia bakal bilang tu 'caaapeeekkkkk pakek banget gak pakek saus' gituuu. Feeling gue kasur di kamar gue juga udah manggilin gue, " Ucap Adrilla dengan polosnya sambil senyum tanpa dosa.
"Serah lo dah, kalok lo gak mampir ke mall gue juga enggak deh," Ucap Vaura sambil mengambil tas yang masih berada di bangku kelas.
"Bilang aja lo kangen sama gue kan, pengennya nempel terus deket gue kan, iya kan, ngaku gak lo, ngakuuu sekarang juga!"
"Kepedean lo, mending deket sama El daripada sama lo wekakakak, "
"El lagi El lagi heran gue sama lo, udah tau bertepuk sebelah tangan," Ucap Adrillia sambil tertawa menyenggol bahu Vaura "Kasian amat dah sahabat gue hahaha. "
"Tau ah gelap.
Eh gue balik dulu ya, lo mau bareng gue atau gimana?
supir gue dah nungguin di depan gerbang, kasian kan kalok di anggurin."
"Enggak deh, palingan bentar lagi nyokap gue jugak jemput."
"Oh Oke deh daaaa... "
"Dada, titi dj ya!"
"Sip tt dj jugak ya!"
Sudah 30 menit Adrillia menunggu di depan gerbang, sejak dari tadi Adrillia menghubungi orang tua nya namun tidak bisa di hubungi.
"La ini seriusan tinggal gue sendiri disini, mana gak ada orang yang lewat lagi, pasti semua nya dah di rumah dah bobok enak.
Kasian amat dah gue tinggal sendiri disini,eh entar kalok drilla di culik gimana Ya Allah huhu," ucap Adrilla seraya berbicara dengan diri sendiri.
Tidak ada ujan tidak ada angin tiba-tiba ada orang yang mendatangi Adrilla.
Adrilla panik
"La kok dia datang kesini ya, Ya Allah apa bener Drilla mau di culik, Drilla gak siap dan gak mau Ya Allah," ucap Adrilla dengan suara kecil sampai tidak kedengeran siapapun.
"Lo Adrilla?"tanya Alvino.
" I i iya."
"Ikut gue!"
"Loh lo siapa, gue gak kenal lo.
Gue gak mau, gue mau di culik iyakan?hiks hiks."
Tanpa di sadari air mata Adrilla jatuh, ia sangat takut dengan orang yang tidak dikenal.
Rasanya Alvino ingin tertawa terbahak bahak sekarang karna melihat Adrilla menangis.
"Ada ada aja,gitu aja dah nangis" ucap Alvino dalam hati
"Lo ngapain nangis sih, buat repot aja. Gue gak bawa kain lap ni," ucap Alvino dengan senyuman tipis hingga hampir tidak terlihat.
"Kain lap? Air mata gue mau lo hapus sama kain lap? Air mata gue mahal gak bisa beli dimana mana tau gak lo!Enak bener lo ngomong kain lap," ucap Adrilla dengan marah.
"Weeee weee seloo dong. Gue kesini itu mau jemput lo nyokap lo ada dirumah gue, dan gue di sini disuruh jemput lo."
"Oooo...gue kira lo culik, maaf ya gue dah suudzon."
"Lain kali tanyak dulu, ni gak langsung ngegas dah gitu bocor lagi air matanya hedeh dasar ciwi!"
Alvino langsung berjalan menuju motor kesayangannya.
Adrilla langsung menyusul Alvino "Gue laper wajar gue nangis."
"Gak nyambung gak nyambung."
"Siapa yang gak nyambung? Gue? Iya? gue?"tanya Adrilla dengan melipat tangan di dada.
"Bukan...tapi elo!"
"Lo kok ngeselin sih,
ntar elo gue aduin ke nyokap gue. Biar tau rasa!"
"Kaga mempan."
Alvino langsung melaju cepat hingga membuat Adrilla terkejut.
"Kalok bisa gue makan, gue makan lo sekarang jugak! Jangan buat gue naik tensi dong !"ucap Adrilla dengan ketus
"Lo ngeri jugak ya,buat gue takut. Liat ni gue merinding."ucap Alvino dengan nada mengejek.
"Emang nya gue zombie apa!"
"Pegangan yang kuat takut nya entar kalo lo gak pegangan lo terbang kebawa angin."
Hallo readers
Jangan lupa klik bintang nya yaaaa 🤗
gak susah kok tinggal di klik doang☺mudah kan ya
Oiya jangan lupa komen jugaaak yaa
Love you all❤
YOU ARE READING
If You Know
Teen Fiction"Bilang aja lo kangen sama gue kan, pengennya nempel terus deket gue kan, iya kan, ngaku gak lo, jangan malu malu, lo bisa ngakuuu sekarang jugak!" Happy reading 👇❤
