Elang menatap jengah gadis dihapanya ini, siapa lagi kalau bukan Gracia Lenjana. Perempuan yang mulai mengganggu ketrentaman hidup Elang Aksara dari awal masuk SMA ANGKASA hingga kini, bahkan sekarang dirinya sudah kelas sebelas. Pertanyaan Elang adalah apakah Gracia tidak bosan, Elang yang tidak pernah menanggapi saja sudah muak.
"Tolong ya Elang dimakan bekal buatan aku. Sengaja aku bangun pagi pagi demi masak bekal buat kamu"
Siapa lagi yang berani berbicara dengan seorang Elang selain Gracia. Selain Elang itu terkenal seram dirinya juga irit bicara dengan lawan jenis nya. Daripada dikacangin mending gausah ngomong deh sama Elang, begitu prinsip ciwi ciwi SMA Angkasa.
Bukanya langsung menerima kotak bekal yang kini disodorkan kepadanya, Elang malah menatap datar perempuan dihadapanya itu. Bukan tanpa alasan Elang tidak segera menerimanya tapi apa kata semua murid bila seorang Elang membawa bekal apalagi kotak bekal itu bewarna pink. Tolong, Elang bukan anak TK lagi.
"Eh neng Cia, kalau abang Elang gamau nerima bekalnya mending kasih ke bang Satria aja, kebetulan bang Satria belum sarapan nih" Bukan Elang yang menjawab melain kan temanya yang bernama Satria lah yang menjawab.
"Bekal ini dibuat dengan cinta buat kak Elang maaf ya Bang Sat, makanya Bang Sat punya pacar dong biar ada yang bikinin bekal"
Gracia tersenyum manis setelah menjawab perkataan Satria tadi, dan langsung disusul dengan decakan Satria yang berkomentar kepada Gracia supaya nama nya dan kata bang tidak digabung. Itu membuat orang yang mendengar akan salah paham.
Lalu tanpa menerima bekal yang Gracia sodorkan, Elang langsung pergi.
YOU ARE READING
Gracia
Teen FictionKata Elang "Harta, Tahta, Bukan Gracia" Segala tentang Elang, Gracia tau. Namun segala tentang Gracia, Elang mana mau tau. Gracia yang mengejar, Elang yang berlari. Mungkin suatu saat nanti Gracia akan istirahat atau mungkin berhenti, namun kini be...
