Winter I

91 10 8
                                        

Semua orang mungkin percaya takdir,sesuatu hal yang bisa terjadi kapan saja bahkan ketika kamu tidak mengerti tujuannya,dunia ini terlalu baik untuk memahami,tetapi dari semua hal dan kejadian yang membuatmu merasa tidak tersakiti ini,membuat mu semakin paham bahwa tidak selalu ada hal yang bisa membantu terkecuali diri sendiri.

Cahaya jingga matahari sore ini menjadi penutup hari seorang gadis dengan kacamatanya,hari ini waktu berlalu dengan cepat,setelah meletakan sepatu di rak,Arin jung memasuki rumah nya dengan perasaan gembira setelah seharian mengantar susu,mengelilingi seoul menjamin konsumen mendapatkan susu yang mereka pesan adalah hal yang menyenangkan bagi arin.

"bagaimana bisa rumah ini menjadi berantakan ?" gumamnya dengan diri sendiri,"aku harus segera merapihkan nya belajar dan pergi tidur bukan kah itu akan jadi sesuatu yang menakjubkan" setelah merapihkan kamar arin terkejut ketika ada seseorang yang mengetok pintu rumah nya secara kasar "kenapa tidak dia rubuhkan saja pintu kamar ku ?" arin segera berlari untuk membuka pintu,setelah membuka pintu mincul seorang gadis dengan wajah berkeringat dan gadis itu langsung masuk tanpa memperhatikan arin yang memtung melihat nya "arinnn apakah kau punya air mineral ?" tanya jimin," kau fikir kamar ku minimarket" jawab arin,yoo jimin adalah satu-satunya teman yang di milki oleh arin,gadis dengan wajah putih dan hidung lancip ini benar- benar memiliki hati hangat sikap ceria dan mudah menengkan membuat arin merasakan kecocokan sejak pertama bertemu dengan jimin "yahh yoo jimin aku sudsh membereskan tempat tidur ku jadi berhentilah memakan camilan di sana aishh kau ini membuat kepala ku sakit" arin berkata sembari berdecak pinggang

"arin jung apakah kau tidak mau menemaniku melihat NCT dari gedung SM ?" tanya jimin

"untuk apa aku menunggu seseorang yang bahkan aku tidak tau dan aku sibuk mengantar susu daripada hanya duduk di depan gedung dan menunggu idola mu yang bahkan tidak tau kau hidup atau tidak ?" jawab arin dengan malas

"kau bilang kemarin kau suka haechan ketika aku menunjukan poster,sekarang kau kembali menjadi arin si batu"

"aku hanya menyukai karena kau terus memaksa ku untuk memilih yoo jimin"

"baiklah kita lihat nanti " kata jimin mendesis

"baik sekarang pulanglah ke rumah mu, ibumu pasti khawatir " kata arin

"aku sudah izin akan bermalam di rumah mu jadi biarkan aku disini oke,wah nyaman nya " gumam jimin sembari meletakan seluruh badan nya di tempat tidur dan bergulimg- guling membuat arin memijit pelipis nya

"kau tidur saja di kamar mandi jika seprti ini yoo jimin"kata arin

"galak sekali kau ini" gumama jimin sembari menyeritkan mata

Keesokan hari jimin sudah bangun pagi-pagi untuk bersiap pergi ke gedung SM,sedangkan arin sedang sibuk menata susu dalam keranjang untuk diberikan kepada konsumen,"kau benar-benar tidak ingin pergi ?" jimin berkata dengan tangan nya yang sibuk mengikat tali sepatu .

Arin menjawab dengan lemas "tidak akan"

"baiklah aku pergi jaga kesehatan karena diluar dingin dan makan yang banyak YAHHH JUNG ARIN" mendengar kata itu arin merasakan dirinya sangat dicintai sehingga dia mengepalkan tangan nya berkata dalam hati "ayah,ibu,terima kasih untuk semua"

Gemuruh suara fans dari boygrup naungan SM tidak dapat dibendung,kerumunan itu sangat menanti nanti wajah idol mereka salah satunya adalah yoo jimin,gadis dengan hidung mancung dan kulit seputih susu itu sedang sibuk dengan kamera nya untuk mengambil foto idola nya yang tidak lain dan tidak bukan adalah LEE HAECHAN ,tidak lama berselang para pria dengan setelan jas keluar dari gedung disusul dengan lambaian tangan menyapa para fans yang sudah rela menembus dingin nya udara korea pada hari itu.

Malam ini arin sangat lelah,mengantar susu,menjadi pekerja paruh waktu membuat nya merasakan bahwa mengapa dunia sangat kejam kepadanya,arin harusnya sedang berada di atas kasur,bermain dengan ponsel pintar atau sedekar menonton tv dengan keluarga.

Arisn bergerak cepat karena mendengar bahwa malam ini akan turun salju,ia tidak ingin pulang dalam keadaan beku.

Tanpa melihat sekitar,arin tidak sengaja menabrak seorang pria,karena terkejut arin mendadak jatuh dan pria tersebut hanya memandang arin dengan tatapan bingung

"maafkan aku,ini salah ku,tolong maafkan aku" arin terlihat sangat menyesal.

"ohhh kau tidak apa-apa?"pria tersebut ingin membantu arin berdiri,tetapi arin berdiri dengan sangat cepat dan menunduk untu meminta maaf kembali

"ma-af" arin memotong kalimat karena tidak menduga bahwa pria di depan nya sangat tampan

"b-bagaimana bisa ?" gumam arin

"b-bagaimana bisa ?" gumam arin

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.





*halo kenalkan aku sabil,ini adalah tulisan pertama ku,tolong vote dan comments yaa

Terima kasih untuk pembaca yang mau mampir

insha allah jika banyak yg suka aku akan lanjutkan ke next chapter

salam hangat dari sabil

Serendipity *Haechan*Where stories live. Discover now