first impresstion

270 44 48
                                        

WARNING!
Cerita ini banyak terdapat banyak kata-kata kasar, umpatan, dan sumpah serapah tidak karuan.

WARNING!Cerita ini banyak terdapat banyak kata-kata kasar, umpatan, dan sumpah serapah tidak karuan

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.



Selamat membaca cerita { Savage Love }•

°Cataleya POV


----------
Sudah pukul 07.12 masih tersisa tiga menit sebelum bel berbunyi. Berjalan menuju kelas sendirian membuatku merasa sedikit kesepian, karena dua sahabatku belum juga menampakkan batang hidungnya sejak tadi. Sekarang aku paham kenapa mereka selalu mengomel jika aku berangkat terlalu siang. Karena menunggu begitu membosankan dan menyebalkan.

Mungkin hari ini adalah karma ku.

Sekolah sudah cukup ramai dengan siswa yang lalu lalang menuju tujuan mereka sama seperti ku. Ada yang berjalan sambil mengobrol, ada juga siswa nerd yang berjalan sambil menghafal materi.

Oh ya,
Namaku Cataleya tingkat dua di SMA ini. Anak IPS dan juga anak basket. Basket adalah cintaku, masa sekolahku seluruhnya aku dedikasikan pada ekschool ini. Jangan pernah bilang kalau aku hanya membual tentang mendedikasikan masa sekolahku pada basket, karena jika aku sombong aku akan menyebutkan berapa banyak tropi dan piagam penghargaan yang aku dapatkan dari sini.

Meski aku tidak suka menyombongkan soal tropi-tropi itu, aku akan sangat antusias jika ada yang bertanya tentang berapa kali tim ku kalah karena aku akan dengan sangat bangga menjawab 'tidak pernah'. Tim basket ku memang belum pernah kalah karena itu julukan ratu lapangan melekat pada namaku.

-----

Langkahku berhenti tepat di koridor depan kelas, saat suara yang familiar menginterupsi ku.

"Cataleya! Kamu mau sekolah atau nyalon?"

Kurotasikan mata malas, sudah hafal dengan suara dan kalimat barusan. Saking seringnya aku ditegur dengan orang dan kalimat yang sama. Dia ketos caper yang paling tidak ingin kutemui. Karena setiap bertemu dengannya sama dengan bertemu masalah.

"Kan udah jelas peraturan sekolah, Di larang warnain rambut! Rambut Lo bahkan lebih merah dari warna sepatu Lo! " Well dari sekian peraturan, apa yang salah dari sekedar mewarnai rambut? Selagi tidak menggangu kegiatan belajar mengajar di sekolah kan. Toh rambutku tidak akan mencekik siapapun.

Aku membalikkan badan dan berhadapan langsung dengan lawan bicaraku sekarang. Kutatap wajahnya yang sangat menjengkelkan itu, lalu memicingkan mata kemudian melipat tangan di depan dada.

"Bacot banget itu aturan, Lo yang buat, bukan sekolah!"

Banyak yang bilang alasan kenapa banyak kakak kelas yang tidak suka padaku adalah karena sifatku yang terkesan tidak sopan dan urakan.

Savage Love 💌Stories to obsess over. Discover now