Sebelumnya, aku minta maaf kalau ada typo disini hehee. Maklum ini cerita pertama aku, semoga kalian suka.
***
Ajari aku mencintaimu tanpa keinginan untuk memiliki." -Ranum Mentari
1. Perempuan Misterius?
Seorang gadis masuk kedalam gerbang sekolah dengan santai sambil memakan permen karet yang dia beli di warung Bu sum. Hingga tidak sadar ada motor yang hampir akan menabrak nya.
Ranum Mentari. Yang biasa di panggil Tari oleh Teman dekatnya, seorang siswi kelas XI di SMA MERDEKA. Hidupnya sangat lah berkecukupan dan terbilang tidak kekurangan kasih sayang. Keluarganya sangat menyayangi nya, hingga membuat nya menjadi gadis yang sangat ceria. Keceriaan itu lah yang di sukain oleh sahabatnya. Rindi Naruni, sahabat Mentari dari kelas 9 SMP dulu.
Suara klakson motor yang cukup keras telah menyadarkan lamunan Mentari.
TINN! TIN!!!
"Heh, bisa minggir ga!" Tegur pengendara motor tersebut.
"Eh iya maaf tadi aku melamun," Ujar mentari sedikit ketakutan.
Gadis ceroboh.
Cowok itu melepas helm nya, dan betapa terkejutnya mentari setelah menyadari siapa orang tersebut.
"Kak a-zri-l," Ucap mentari terbata-bata.
Yap. Cowo itu AZRIL ERLANDO. Seseorang yang selama ini ia kagumi dalam diam, entah kapan dia akan jujur atas perasaan nya.
"Kenapa Lo, kaget?"
"em maaf a-aku gak bermaksud jalan di tengah parkiran gini,"
"Ck. Alesan."
"Aku serius."
"Ngerusak mood gue aja!" Geram Azril di depan Mentari. "Cabut!" Suruh nya kepada anak-anak geng yang sedari tadi melihat mereka berdua.
"MENTARI" Teriak Rindi sahabatnya dari gerbang depan.
"APWA!" jawabnya tak kalah kencang dan masih mengunyah permen karet nya.
"Heh Lo di apain sama tuh curut?!" Ucap Rindi menahan kesal nya.
"Enggak kok, kak Azril enggak ngapa-ngapain aku,"
"Bohong kan Lo?!"
"Enggak Rindi ku sayang, ayo kita ke kelas aja." Ajak Mentari, karena mereka sedang jadi bahan tontonan karena mencari masalah dengan ketua geng PERDA itu.
"Ah lu mah pake embel-embel sayang kan baper gue nya,"
"kamu masih suka cowok kan Rin?" Tanya mentari menyelidik. Wah harus di ruqyah ni!
"Lu kira gue banci di Prapatan komplek Lo hah? udah ayok ah!"
"Ya udah si biasa aja, ayo!"
***
Geng PERDA telah memakirkan motornya. Dengan pakaian yang cukup di bilang jauh dari siswa biasanya. Kenapa begitu? Lihat saja, baju di keluar kan, dasi di ikat di kepala ada juga yang di tangan, gesper di lepas dan di lilit di pergelangan tangan mereka. Wah kacau!
KAMU SEDANG MEMBACA
Bastard
Fiksi Remaja"Sama aku terus ya, cantik." "Kita gak kan pernah usai, kan?" "Enggak, aku bakal terus disini untuk kamu." Nyatanya, semua itu hanya sebatas kalimat penenang semata. Selamat tinggal, dan terimakasih karena mu aku belajar bayak hal, termasuk mengikh...
