PROLOG

94 8 7
                                        

" Kisah dimulai 4 tahun sebelum si penyair benar-benar menjadi seorang penyair, jauh sebelum ia berbenturan dengan cinta, terlebih lagi menulis layaknya penyair, membaca satu buku pun ia enggan

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

" Kisah dimulai 4 tahun sebelum si penyair benar-benar menjadi seorang penyair, jauh sebelum ia berbenturan dengan cinta, terlebih lagi menulis layaknya penyair, membaca satu buku pun ia enggan. "


Supono, ya namanya supono, ia tinggal disalah satu desa di madura, hobinya hanya berkumpul bersama teman-teman nya, menghambur-hamburkan uang dengan para sahabatnya dengan alih-alih "Hidup ini hanya sekali maka nikmatilah masa mudamu" ucapnya pada sahabat nya.

" Hey pono, malam ini kita kemana ? " tanya arjo, sahabat karibnya yang dari SMA setia berteman dengannya.

" Jo, coba kamu hubungi agus dan rita lewat telepon umum, bilang pada mereka nanti malam kita kumpul dirumahku saja, tak usah keluar "

Supono memang senang berkumpul dengan teman-temannya, sekalipun mereka tidak harus berkumpul di warung kopi mpok sari, setidaknya dalam satu hari dia harus bertemu dengan temannya hanya untuk bercanda dan menikmati lelucon bersama.

" Sampeyan ini dari mana saja gus, ta ? dari tadi
tak tungguin sama arjo. " Supono bertanya sembari kembali menyeruput kopinya yang masih panas, berasap-asap kecil didalam gelas.

Disusul arjo yang membakar kreteknya diujung bibir lalu menghisapnya.

Terlihat Rita hanya tertawa kecil sambil mengangkat kedua tangannya,
" Nih, Aku dan Agus membawakan kopi, gula pasir, dan pisang goreng hangat yang kubeli di warkop mpok sari buat kita nikmati malam ini "

Agus langsung menyambar pembicaraan,
" Kami tahu kalian berdua pasti tidak punya uang, kami hafal ketika kalian sedang tidak punya uang kalian menelfon kami agar kita berkumpul dirumah pono dan kita tidak berkumpul diluar, di warung kopi mpok sari "

Supono hannya tersenyum, arjo terus menghisap kreteknya disusul matanya yang melihat kearah pisang goreng ditangan rita.

" Kita makan bersama, tak ada yang boleh menyentuhnya duluan, pisang goreng ini kubeli untuk kita nikmati bersama arjo, bukan hannya untuk perutmu itu. "
Agus dan pono hannya menggelengkan kepala sambil tertawa melihat arjo cemberut dimarahi Rita.

" Sekarang kita makan bersama. " Rita membuka pembicaraan.
" Tunggu, Kopi anget, pisang goreng dan kretek lebih nikmat kalau kita nikmati sambil bermain gaple toh " Pono menyambar, arjo masih menyundut kretek miliknya, memainkan asap yang dihembuskan nya sambil menghisap balik lagi asap nya.
" jo jo jo... kamu jangan sibuk dengan kretekmu itu, ayo ambil batu gaple dikamar pono toh biar kita bisa main sambil makan "
Arjo menggerutu kecil dimulutnya mengumpati agus yang hannya bisa menyuruhnya.

Jeletakkkk bunyi papan meja di geprak keras.
" GAPLE, ...Hitung angka kalian, 3 sisa ditanganku "
" Kamu kalah dariku pono sisa ditanganku 1 "
" Mana rit, buka kartu mu "
" Sudah pono kita bertiga kalah dari Rita "
Arjo menyambar, tangannya sambil memegang pisang goreng, mulutnya bergoyang keatas dan kebawah memakan pisang goreng hangat.

" Kalian itu ya, kurang ngopi atau gimana, sudah tiga babak aku yang menang terus "
Terlihat Rita meledek mereka bertiga sambil menyeruput kopi yang dibelinya dari warung mpok sari tadi.

" Gus aku minta kretekmu sebatang, kayanya kita harus serius melawan Rita " Tangan pono seperti cacing merayap kebungkus rokok milik agus melesat dengan cepat bagai anak ayam yang kekurangan air.

" Wess, wes, ayoo mulai lagi " Terlihat Arjo sangat bersemangat, matanya yakin kali ini dia akan mengalahkan Rita.

Begitulah kehidupan mereka berempat.
Hari-hari mereka, mereka habiskan bersama, bercanda, bermain bersama, tak lupa untuk saling mengguyon satu sama lain, terlihat begitu bahagia persahabatan mereka.

Kadang dirumah pono, kadang dikamar arjo, kadang di warung kopi mpok sari, kadang mereka habiskan waktu mereka untuk menonton layar tancap bersama.

Mereka menyebutnya Jambar, habis hujan bubar, supono tak pernah mengenal cinta begitu juga dengan sahabatnya, mereka mengganti masa-masa percintaan mereka dengan persahabatan.

---
KEKALAHAN SEORANG PENYAIR
BAGIAN 1 - PROLOG

Ini tulisan pertamaku yang aku publish diwattpad. "Kekalahan seorang penyair"
Ini juga baru bagian pertama, dan tiap hari aku bakal up kelanjutan ceritanya.

Selamat membaca,
Enjoy it,
" Karna membaca adalah bagian dari makan "
Jangan lupa Vote dan Follow ya✌🏻
Berikan Komentar kalian🙏🏻

Temukan saya di ;
Instagram ; @ichwnalfjri

Kekalahan Seorang PenyairStories to obsess over. Discover now