Awan, Hujan, dan Pelangi

58 5 2
                                        

Recommendation Song :

Lagu Cinta - Afgan, Isyana Sarasvati, Rendy Pandugo.

•••

Pada masanya, kita pernah saling mencintai bukan? Di mana kamu dengan untaian kisah hujan memasuki hidupku yang penuh dengan kebebasan.

Kamu hujanku.

Dirimu adalah duniaku yang terindah.

Dengan sentuhanmu, kamu bisa mendeskripsikan rindu beserta kenangan yang kita buat.

Impian konyolmu yang ingin menari di atas awan bersamaku.

Janjiku untuk selalu di sisimu, ingatkah kamu ketika kita di bawa hujan kala itu?

Dan masih teringat jelas jika dulu kamu menganggap aku sebagai pelangimu.

Hey ... tapi aku bukanlah pelangimu.

Nyatanya aku bukanlah akhir dari hujanmu.

Aku bukan tempatmu berpulang. Aku hanya tempatmu bersinggah.

Seperti hujan yang hanya menetap sesaat kepada awan.

Aku awan, yang hanya bisa membuangmu, lagi dan lagi.

Awan yang berkorban demi menderaskan hujan. Dan hujan yang selalu tersakiti karenanya.

Awan dan hujan ... bagaimana bisa saling mencintai?

Lia ... kita sudah melawan garis Tuhan terlalu jauh.

Aku bukan untukmu dan kamu bukan untukku.

Namun, mengapa merelakanmu harus semenyakitkan ini.

Kenapa aku selalu berfikir jika kamu adalah takdirku?

Ya ... tapi itu semua hanya mimpi bukan?

Aku punya keinginan, namun semesta punya kenyataan.

Tertanda dari Awanmu.

Huangran Junario

Laki-laki yang tidak tahu diri.

——oO0Oo——

"Perjalanan kamu gimana Jun? Baik-baik aja 'kan?"

Pria bersurai hitam legam itu tersenyum kecil ketika mendengar lontaran pertanyaan dari wanita yang kini tengah berjalan di sampingnya. Jangan lupakan ginsul Huangran Junario yang semakin memperindah wajah tampan dari pria keturunan Cina itu, membuat Lia yang melihatnya juga tersenyum lebar.

Pria yang sering di sapa Jun itu kini tengah mengacak-acak rambut Lia gemas. "Tentu Lia. Buktinya aku baik-baik aja 'kan ini? Kamu enggak perlu cemasin aku."

Wanita yang bernama lengkap Liliana Melodyon itu mendengus, menatap mata teduh pria itu dengan sengit karena mengacak-acak rambut yang sudah ia tata rapi. "Siapa juga yang cemas sana kamu, Jun! Ya habisnya kamu diem mulu dari tadi. Aku kira kamu kesambet setan pas di pesawat, nanti kalo kamu kenapa-kenapa, akuuu juga yang repot!"

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 18, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Our DreamWhere stories live. Discover now