Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Prolog

55 3 0
                                        

"Terlahir dari sebuah harapan dan aku menginginkan kesempurnaan yang kekal."
—Nirwana.


    Pagi itu pukul tujuh lewat lima puluh, seorang anak laki-laki berangkat ke sekolah bersama dengan adiknya. Jarak rumah dengan sekolah mereka cukup jauh dan pada saat itu mereka juga belum memiliki kendaraan. Maka dari itu, mereka pergi ke sekolah dengan berlari.

Hingga akhirnya mereka sampai di sekolah pukul delapan lewat tiga dua. Ya, mereka terlambat dan pagar sekolah sudah ditutup. Ia dan adiknya pergi ke tempat mereka biasanya bersantai saat mereka terlambat ke sekolah, mereka menyebutnya Marbos (Markas Bolos) yang terletak di belakang sekolah.
 
"Dev, nanti kita masuk jam pelajaran kedua aja, seperti biasa," katanya.

"Iya, Wan." Sahut adiknya.

Namanya Nirwana, yang berarti ketenteraman, kebebasan, kesempurnaan. Namun sayang seribu sayang kehidupannya tidak seindah namanya. Hidup tanpa kebebasan, ketentraman, kesempurnaan serta kebahagiaan.

Nirwana biasa dipanggil Iwan, ia memiliki paras tampan dan disuguhi dengan lesung di pipi kanannya, ia memiliki perawakan yang tidak terlalu tinggi. Kelahiran 21 April 2001 tepat di hari R.A. Kartini. Ia anak pertama dari tiga bersaudara. Hobinya bermain futsal, menjelajah alam, menikmati senja dan bermain alat musik.

Mereka tinggal di pedalaman Kalimantan. Tinggal di rumah sederhana dan memiliki keluarga yang lengkap, ada ayah yang bekerja sebagai petani, ibu, serta kedua adiknya, Devi Margareta dan Dela Sisilia.

Nirwana dan Devi bersekolah di sekolah yang sama, yaitu SMA Garuda Bangsa (Garsa). Nirwana saat ini menginjak kelas XI IPS 3 dan Devi di kelas X IPS 1. Adik bungsunya, Dela Sisilia tahun ini baru menginjak kelas VIII.

Ia memiliki selisih umur tiga tahun dengan adiknya, Devi Margareta. Sedangkan selisih umurnya dengan adik bungsunya itu lima tahun.

"Ayo Dev, kamu pasti bisa," kata Iwan.

"Ish, kamu ini. Makanya dorong lagi dong aku belum nyampe, nih!" jawab Devi dengan kesal. Ya, mereka sedang memanjat pagar sekolah setelah pelajaran pertama selesai.

"Cekewer, cekewer. Daleman mu pink," Devi berhasil masuk ke lingkungan sekolah dengan perasaan sebal.

"Bantuin aku lagi dong, Dev!" kata Iwan.

"Iya-iya bawel ah, untung aku baik." Mereka berdua berhasil memanjat pagar sekolah dan masuk ke kelas mereka masing-masing untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.

01 Februari 2021

Nirwana Stories to obsess over. Discover now