Satu

18 2 0
                                        

Dikta dan Nara sudah bersahabat sejak duduk dibangku sekolah dasar, sampai mereka duduk dibangku SMA. Dikta selalu berada disamping Nara dan selalu membela Nara, Dikta lah satu-satunya lelaki yang bisa menerima Nara dan tak pernah membully berat badannya.

"Pagi Nara" Seseorang merangkul bahu Nara dengan tiba-tiba membuat gadis itu menoleh dan berdecak pelan "Pagi." Nara sudah bisa menebak siapa orang yang merangkulnya, pasti Dikta.

Melihat tangan kanan Nara yang membawa sebuah roti dan tangan kiri Nara yang membawa satu kantung plastik berisikan makanan, Dikta langsung merebutnya dari Nara.

"Asik tumben nih beliin makanan buat gua." Ucap Dikta girang.

"Dih PD banget lo, ini buat gua semua tau." Nara langsung merebut kembali makananya dan pergi meninggalkan Dikta.

Dikta hanya bisa terkekeh dan geleng-geleng kepala melihat sahabatnya yang hobi sekali makan.

Sesampainya didepan kelas, Nara langsung disambut oleh Bayu dan teman-temannya . Mereka adalah teman sekelas Nara yang selalu membully Nara "Eh liat nih si gendut dateng bawa makanan banyak, pantes aja tiap hari badannya makin lebar." Ucap bayu yang disusul suara teman-temannya yang sedang mentertawaka Nara.

Nara yang sudah biasa akan hal itu langsung melangkah melewati Bayu dan teman-temannya. Lalu duduk disamping Allen "Si dajal ngatain lo apalagi ra? Gak ada kapok- kapoknya banget berurusan sama Dikta."

"Ya biasa lah Len" Jawab Nara.

"Giliran didepan Dikta aja sok baikin elo, giliran gak ada Dikta aja masih aja ngebully lo, Belum aja gua aduin ke Dikta" Ucap Allen kesal.

Nara hanya terkekeh mendengar ucapan Allen " Udah Len, gua yang dibully ko lu yang kesel sih"

"Ya iya lah lo temen gua Ra, kalo Dikta tau juga pasti dia Kesel."

Bayu dan teman-temannya yang masih berlanjut untuk membully Nara tiba-tiba terkejut saat mendengar seseorang bedehem "Ekhem, oh jadi lu masih ngebully Nara?" orang itu adalah Dikta dan ditemani ke tiga temannya.

"E..eh gak gitu Dik." Jawab bayu dengan gelagapan.

Allen yang mendengar alasan bayu langsung mengelaknya, "Bohong tuh Dik, dari awal Nara masuk kelas mereka udah ngebully Nara"

"Udah-udah sana mending lo sama temen-temen lo pergi aja." Dari pada urusan Bayu dan Dikta gak selesai-selesai Nara langsung menyuruh Bayu pergi.

Dikta menatap Nara sambil melipat kedua tangannya didepan dada "Kenapa gak pernah bilang kalo si bayu masih ngebully lo?"

"Udah dik gua juga gak kenapa-kenapa kok, udah mending lo balik ke kelas sana." Jawab Nara.

"Yakin lo gapapa?."

Yang hanya dibalas anggukan oleh Nara.

"Ya udah gua balik ke kelas, kalo ada apa-apa bilang ke gua." Ucap Dikta sambil mengusap pucuk kepala Nara.



To be continue....

Jangan lupa vote dan komen dicerita ini ya gais

Jangan lupa follow ig baru aku: bubapie

Nara DiktaWhere stories live. Discover now