•• seventeenth

7.9K 1.2K 540
                                    

"kamu mau beli apa? laper gak?"

aku mau beli waktu bisa enggak ya? sekarang ini kak doyoung—enggak tau kenapa rasanya bikin aku nyaman. aku enggak mau ribet spekulasi tentang perasaan apa ini, karna kak doyoung juga pernah bilang,

"jangan pikirin suka-sukaan, kamu masih kecil."

pun kalau aku mengakui ini adalah rasa suka, biarlah aku simpan perasaan ini. gimana nanti hubunganku sama kak doyoung akan berlanjut, kak doyoung dan semua yang melekat pada dirinya—saat ini udah lebih dari cukup.

anjay, udah puitis belum aku? udah keren belum kalau aku ngaku suka sama kak doyoung?

tapi ada yang lebih keren lagi sih. yaitu, ehm—kalau suatu saat nanti perasaan aku ini terbalas.

kalau ya kalau. ah tapi kayaknya terbalas deh hehe, aku sih percaya diri.

"kebiasaan deh ngelamunnya enggak tau situasi."

eh? aku mengerjapkan mata kemudian mencoba tersenyum manis pas tau ternyata kak doyoung udah selesai beli wedangnya.

"jangan ngelamun gitu ah, saya takut kamu kenapa-kenapa."

gemes banget!

aku ketawa geli, "aku enggak ngelamun ih! cuma tiba-tiba lagi mikir gitu,"

kak doyoung diem. karna dia diem, otomatis aku jadi berhenti ketawa.

"adin—"

aku lihat kak doyoung tanpa ekspresi.

"—jadi selama ini kamu enggak mikir?"

ENGGAK GITU GAN— kak.

aku cemberut. tapi ini— enggak tau kenapa rasanya receh banget, jadinya aku malah ketawa lagi. makin ngakak pula!

"kamu aneh deh." kata kak doyoung, dia ngusap kepala aku juga!

usap kepala = sudah biasa. 👍

"aneh darimana? kak doy humornya mahal sih, jadi enggak ketawa kayak aku."

"bukan gitu,"

aku mengernyit bingung. kak doyoung masukin kedua tangannya disaku jaketnya. dan— APALAGI SIH NIH ORANG??? ngapain ngedeketin mukanya ke mukaku?!

APA LIHAT-LIHAT?! ah, jadi hareudang kan.

"—kamu tuh lucu kalau ketawa gitu."

separuh jiwaku pergi~

"lo gak jajan beli apa gitu? kalo beli wedang doang mah, tinggal bikin aja kenapa sih

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"lo gak jajan beli apa gitu? kalo beli wedang doang mah, tinggal bikin aja kenapa sih."

aku melirik haechan kesel. kalau enggak ada kak doyoung sama teh yeri, orang ini mau aku dorong aja ke got.

masa dia enggak tau sikon?!

"gue kenyang."

aku lihat haechan lagi makan cimol yang bulet-bulet warna putih dikemasan plastik besar, udah gitu ekspresinya dia kepedesan dan keringet dijidatnya juga udah banyak—aku yakin itu bumbu rasanya pedes semua.

me vs you Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang