Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Pancaran sinar hangat kini menembus jendela kamar seorang gadis yang tidak ditutupi gorden. Mata nya kini mulai terusik karna bias cahaya matahari membuat ia menggulingkan badannya terlalu jauh dan...
Bugghh
"Aduhh sakitt , sejak kapan kamar gua punya lantai sih" pekik gadis cantik yang baru saja jatuh dari atas ranjang nya.
Ia pun bangkit dari jatuhnya sambil mengusap- usap kepala dan bokongnya yang sakit , pada saat ingin melangkah mata nya kini tertuju oleh benda bulat yang ada didepan . Dengan cepat ia mengambil handuk di lemari dan berlari kecil sampai kaki nya menginjak sesuatu dan...
Bughhh
"Haaaaaaaa sial!"
Ia terjatuh kedua kali nya , sungguh ini hari yang paling sial.
Setelah selesai melakukan ritual pagi nya , ia langsung memakai seragam sekolah dan memoleskan make up tipis yang membuat nya tampak lebih cantik. Ia tidak lupa dengan mengikat rambut seperti ekor kuda dengan karet china warna hitam dan mengikat nya lagi dengan kain merah bermotif.
Kemudian ia mengambil tas sekolah yang terletak di meja belajar bermotif doraemon dan tidak lupa membawa benda yang selalu ia bawa kemana pun lalu berjalan keluar kamar dan menuruni anak tangga dengan santai.
Ia langsung menarik benda persegi panjang dan menjatuhkan tubuhnya di atas benda kokoh itu, terlihat dimeja makan sudah ada selembar roti yang diolesi dengan selai stawberry dan segelas milk shake rasa stawberry yang setiap hari ia minum.
Ia kemudian mengangkat tangan kanan nya memunculkan jari telunjuk dan menggerakan ke kanan kiri dengan wajah yang datar , semua para pelayan mengerti apa yang dimaksud oleh nyonya kecil nya itu. Kedua pelayan tersebut meninggalkan ruang makan dan melakukan pekerjaan lain yang tertunda karna menunggu nyonya nya keluar dari kamar untuk sarapan. Seketika ruang makan sepi hanya ada ia seorang dan sarapan pagi nya, tanpa buang waktu ia menyantap nya dengan tenang.
🌿🌿🌿
Sebuah mobil hitam mewah memasuki halaman sekolah , para siswa seketika menghentikan langkahnya untuk mengetahui pemilik sang mobil mewah yang pertama kali nya masuk di SMA Kejayaan. Mobil mewah itu berhenti tepat di pintu utama gedung sekolah , seorang pria tua mengitari mobil untuk membukakan pintu . Pintu mobil terbuka , keluar lah seorang gadis remaja cantik dengan wajah datar yang ia tunjukan , sebagian siswa yang melihat itu hanya memasang wajah pesonanya dan sebagian siswa lain memasang wajah tidak suka dan mereka mulai berbisik bisik sambil melihat gadis yang barusan turun dari mobil mewah itu.
Sedangkan gadis yang melihat itu semua , hanya memasang wajah datarnya , lalu memakaikan benda berwarna biru laut yang ia pegang dari tadi ke dua telinganya dan berjalan dengan santai menyelusuri koridor , seribu mata kini manatap nya dengan heran tapi ia tidak memperdulikannya. Ia terus berjalan dengan headphone di telinga nya dan sesekali membaca papan nama yang tergantung disetiap pintu ruangan. Seketika ia tersenyum tipis karna menemukan ruangan yang ia cari , tanpa buang waktu ia masuk dan menemukan pria tua yang sedang membaca koran dengan santai sambil menikmati secangkir kopi.
Ia menghela napas kasar melihat pria tua itu tidak peka dengan kehadiran nya. Dengan santai ia menghentakan sepatu hitam nya ke lantai dan membuat pria paruh baya itu mendongakkan kepalanya , ia mengerutkan dahinya melihat seorang siswi berdiri di hadapannya.
"Ada apa nak? , kenapa berdiri disitu?" ucap pria paruh baya lembut sambil menutup kedua kertas besar menjadi satu bagian dan meletakan nya di atas meja.
Gadis itu memutarkan bola matanya malas , tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan padanya , ia menarik selembar kertas kecil dari kantong depan seragam dan menunjukan benda persegi panjang itu ke arah wajah pria itu.
Pria itu menyipitkan mata nya lalu membaca setiap huruf yang tertempel di benda yang berwarna biru muda , seketika ia terkejut melihat tulisan yang ia baca dan menjadi salah tingkah ,ia pun mengarah kan tangan kanan nya ke kursi kosong untuk mempersilakan gadis itu duduk.
Lalu ia menjatuhkan tubuh nya di kursi dan menatap datar pria tua dihadapannya.
"Ternyata kamu sudah besar , bapak sangat senang bisa bertemu dengan mu nak , semoga kamu bet-a"
"Sudah pak , saya tidak suka basa basi silakan anda tunjukan dimana kelas saya" potong gadis itu dengan cepat.
"Ya sudah , bapak akan mengumumkan kepada siswa lain untuk berkumpul dilapangan" ucap pria tua dengan langkah kaki menuju keluar ruangan.
Gadis itu hanya mengganguk pelan lalu melepaskan headphone dari kedua telinganya dan menggantungkan nya dileher.
"Bagi seluruh siswa SMA Kejayaan , harap berkumpul dilapangan sekolah sekarang. Sekali lagi bagi seluruh siswa harap berkumpul dilapangan sekarang , terimah kasih."
Suara seorang pria yang sedang mengumumkan sesuatu terdengar ke seluruh kelas , membuat para murid berlarian menuju lapangan dan membuat barisan panjang dengan rapi.
Sudah sekitar tiga menit seluruh siswa berdiri dilapangan dengan cahaya panas yang menembus kulit mereka. Para siswa mulai tidak tenang , mereka pun keluar dari barisan mencari tempat untuk menghindar dari panas nya cahaya pagi.
Seketika seluruh guru datang kelapangan dan berdiri dihadapan seluruh siswa nya begitu juga dengan kepala sekolah sudah berdiri di mimbar sambil memegang mic di tangan kanannya.
"Semua murid harap kembali ke barisan nya sekarang" ucap pria tua tegas , dengan cepat para murid berlari kearah barisan tadi.
"Baiklah , sebelum bapak mengumumkan sesuatu , bapak mengucapkan selamat pagi semuannya"
"Pagi pakkk!" teriak serentak dari seluruh murid
"Tanpa buang waktu lagi bapak akan mengumumkan kepada kalian bahwa ada murid baru yang akan bersekolah disini "
Semua murid seketika menjadi ricuh dengan ucapan kepala sekolah tadi , mereka berteriak dan melontarkan pertanyaan aneh yang membuat para guru menggeleng kepala.
"Pak , anak nya ganteng gak?"
"Pak keren gak murid baru nya"
"Ya bisa jadi pacar saya nanti"
"Pak , pasti mirip len mi ho kan?"
Begitulah beberapa perkataan dari murid wanita nya yang centil. Seolah anak barunya adalah siswa laki laki tampan.
"Sudah sudah diam! , emang kalian gak mau belajar lagi ? bikin lama aja "
"Ya itu yang diingin seluruh siswa di dunia pak." teriak salah satu murid laki lakinya.
"Sudah cukup!. Ini dia teman baru kalian . Silakan nak kesini perkenalkan dirimu"
Dengan santai ia berjalan menuju mimbar yang telah di kosongkan oleh kepala sekolah . Seketika seluruh siswa menjadi ricuh dengan kedatangan gadis itu. Dengan singgap dan wajah datar nya ia memperkenalkan diri nya kepada seluruh semut semut di hadapan nya.
"Perkenalakan nama saya Auristela Allisya Lesham.
🌻 Jangan lupa vote dan beri komentar kalian tentang cerita ini🐣