💐Hampir Kehilangan💐

21 13 0
                                        

Ini tulisan pertama ku , harap maklum aja ya jika rada gak jelas gitu.🐼

Angin makin berhembus kencang , rasa dingin begitu terasa dibadan

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Angin makin berhembus kencang , rasa dingin begitu terasa dibadan. Sorakan yang saling bersahutan dan deru suara mobil yang ganas menggemparkan para penonton. Sorot lampu yang berasal dari mobil sprot mengenai embun malam dingin ini. Seorang wanita berjalan santai dengan mengenakan rok mini di atas lutut berdiri ditengah dengan kedua mobil di kanan kirinya dan mengangkat bendera merah yang menjadi awal permulaan.

"Siap semuanya. 1.... 2..... 3..... GO"

Tanpa buang waktu lagi kedua mobil sprot itu melaju dengan kecepatan yang tinggi menembus angin malam. Para penonton bersorak riang dengan menyebut nama jagoan yang akan menang.

Sedangkan tiga orang yang berdiri di pinggir jalan panik dengan sahabatnya , karna berani menerima taruhan dengan seorang pembalap licik dan ia selalu melakukan cara apa pun untuk menang.

"Gua takut ni , dia kenapa kenapa "

"Udah tenang aja , dia bisa kok ngalahin nya intinya kita berdoa aja biar dia menang dengan selamat"

"Amin"mengusapkan kedua telapak tangan ke wajahnya.

"Lah lu kenapa?"

"Berdoa lah. Gua bilang sama Tuhan selamatkan sahabat hamba , kalau dia mati gak ada dong atm berjalan gak ada yang ngajak jalan dan bolos sekolah , jadi Mika yang cantik ini minta sama Tuhan agar dia menang . Itu doa aku , doa kalian gimana?"

Kedua teman nya hanya menggeleng kepala melihat Mika dan mengarah kan pandangan nya kembali ke jalan aspal itu menunggu mobil menembus garis finish. Mika yang kesel dengan teman nya karna tak menjawab satu kata pun ia mengalihkan pandangannya juga dan bersorak memanggil nama sahabat nya  dengan sangat super heboh.

Sedangkan kedua mobil sport yang melintasin jalan melaju dengan kecepatan tinggi tanpa takut malaikat penjabut nyawa sudah ada di samping mobil mereka. Mobil merah berhasil menyelip dengan cepat dan berhasil menjadi posisi terdepan. Sedangkan lawan yang ada dibelakang terus mencoba meningkatkan kecepatan nya tetapi sejauh ini gagal , ia tidak mampu menyeimbangan mobil didepan nya , baru kali ini ia bertanding dengan pembalap yang cukup jago bermain di lintasan jalan raya .

Terdengar deru mobil yang sudah terlihat membuat para penonton semangat meneriakin jagoan nya dan bersiap siap menunggu mobil yang akan melewati garis finish.

Dengan kecepatan maksimal mobil merah berhasil melewati garis finish . Semua bersorak atas kemenangan jagoan mereka yang sudah berkali kali menang .

Ketiga gadis berlari menuju keramaian yang sudah mengerumungi mobil milik sahabatnya. Dan terbuka lah pintu mobil itu , seorang gadis mengarah kan kaki nya menginjak aspal dan menyambut para fans  yang setia bersorak untuk dia.

Ketiga orang itu memeluk sahabat terbaik nya, dan salah satu dari mereka membubarkan keramaian ini seperti mengusir anak ayam membuat para penonton bersorak tak suka dengan terusirnya mereka.

"Lu hebat banget Sya udah ngalahin ratu pembalap licik itu" ucap Mika yang terpesona dengan sahabatnya.

"Ya dong , ngalahin dia gampang kok" ucap Lisya yang membuka kacamata hitam nya.

"Gampang monyet lu , kami disini udah kayak batu lihat lu balapan "

"Ya udah lah , ayo kita pulang udah malam kali ini "

"Let's go"

                       🌿🌿🌿

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 25 menit akhirnya sampai dirumah , mereka keluar dari mobil yang sudah diparkirkan di halaman rumah milik Lisya. Ia membuka pintu rumah , dan mendapati keramaian di depan kamar orang tua nya , Sebagian mata tertuju pada Lisya.

"Kenapa rumah gua kayak pasar malam gini" ujar Lisya dalam hati.

Ia bergegas menghampiri keramaian di depan pintu kamar dan menyelusup untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya , kenapa seluruh anggota Malik ada dirumahnya?. Saat berhasil menyelusup ia terdiam melihat dokter pribadi sedang menyetrum dada papanya dengan alat defibrillator , kini badan Lisya membeku tak dapat bergerak dan jantung nya mulai tak stabil berdetak dengan sangat kencang saat melihat papa nya dalam keadaan kritis.

Seketika tubuh Lisya runtuh ke lantai , air mata yang sejak tadi ia tahan lepaslah sudah. Ketiga sahabatnya menyusul Lisya dan memeluk nya dengan erat.

Setelah beberapa menit berlalu , dokter itu menyingkirkan alat itu dari dada papa nya dan mesin monitor yang ada disamping tempat tidur mulai kembali bergelombang , menandakan bahwa masih ada kehidupan dalam pria paruh baya itu.

Dengan singgap Lisya berdiri menghampiri papa nya yang sudah berhasil menjalanin proses kritisnya. Ia memeluk erat pria yang terbaring lemah diranjang dengan wajah pucatnya. Sedangkan Hanum yang dari tadi tegang melihat keadaan suaminya mulai bernapas lega , ia memeluk anak nya yang tidak berhenti menangis di dada suami nya itu.

Jangan lupa vote! Dan beri komentar kalian tentang apa pun yang positip.🐣

AurisWhere stories live. Discover now