PROLOG

26 1 0
                                        

(20:45. 26,09,2012)

Terdengar suara keributan dua ingsan dari lantai bawah. Bocah laki laki berumur 10 tahun yang tidak tau apa apa dan hanya bisa mendengarkan keributan dari kamarnya yang bernuansa biru nevy. Semakin malam semakin menegangkan dan menakutkan, itu yang dia rasakan ditambah lagi dia belum makan malam.

DUARR...

Suara ledakan yang cukup keras dan nyaring hingga kaca kamarnya bergetar. Bocah laki laki yang sendari tadihanya duduk bersandar di pintu kini menekuk kedua kakinya dan menutup sepasang telinga dengan menggunakan kedua Tangannya. Tidak ada seorangpun yang menolong dia, rasa takut yang hanya ia rasakan sekarang.

(09:25. 27,09,2012)

Bocah laki laki yang terbaring di ranjang rumah sakit kini membuka matanya dengan perlahan, atap rumah sakit yang berwarna putih, dinding rumah sakit yang dominan dengan kertas wallpaper berwarna biru langit. Wanita parubaya yang terlihat masih awet muda terkejut dan berlari keluar kamar VIP yang hanya bisa diisi oleh dua orang saja, sampai akhirnya munculah seorang dokter dengan perlengkapan lengkapnya.

Dia merasakan ada seseorang yang sedang menatapnya, dan benar saja seorang gadis cantik berambut hitam pekat sepundak sedang menatapnya dengan menaruh wajahnya di kedua tangannya.
Anak perempuan itu hanya bisa tersenyum manis dengan menunjukkan sederetan giginya yang belum rapih.

Dari situ lahh hari hari di rumah sakit penuh dengan warna, setiap harinya ada yang selalu mengajaknya untuk berbincang walau anak laki laki itu tidak meladeninya dan mengajaknya bermain ataupun bercerita.

Rasa yang tidak seharusnya bocah 10 tahun memilikinya, rasa yang aneh saat melihat anak perempuan yang terlihat lebih muda darinya, selalu berdebar saat ia duduk di atas ranjangnya dan melihat dirinya yang sedang tertidur walau sebenarnya dia tidak tertidur.

Sampai akhirnya ia meninggalkan rumah sakit, padahal ia ingin tau namanya dan ingin kenal lebih dekat. Sebelum bocah perempuan pergi dia memberikan ikat rambut berwarna hitam yang terdapat seperti pin berbentuk bulan, bocah laki laki itu akan mengingatnya selalu perkataan terakhirnya sebelum dia pergi

"Kamu bulannya aku bintangnya yahh"ucap bocah perempuan. Terlihat ukiran senyuman yang lagi lagi memperlihatkan deretan giginya yang belum rapih sampai akhirnya seorang laki laki dewasa membawanya pergi.

-perkenalan tanpa nama

"ALT A"Hikayelerin yaşadığı yer. Şimdi keşfedin