Prolog

51 9 5
                                        

 
"Memejamkan Mata Adalah caraku yang
paling mudah untuk merasakan
kehadiranmu disisiku."
 

Ia membiarkan rambutnya terurai di terpa angin sembilu, deru nafasnya masih terdengar, sesekali terisak menahan sesak.
sakitnya kenyataan dari permainan takdir semesta tak bisa lagi ia jabarkan.

Perlahan gadis berambut sebahu itu melangkah mendekati lelaki yang berdiri tak jauh darinya, lelaki berpostur tubuh ideal dengan tinggi 173 cm, menatap lurus penuh makna, terlihat butiran bening terbendung dipelupuk matanya.
lelaki itu mulai memecah keheningan diantara mereka.

"Li, Aku minta maaf," ujarnya sedikit lirih.

"Aku butuh jawaban Ken, kasih Aku satu alasan untuk bisa maafin kamu dan satu alasan agar Aku tetap bertahan disini, ditempat ini." sarkas liana begitu emosional.

Seolah mulutnya bungkam mendengar kalimat yang dilemparkan untuknya, sesaat ken tertengun hingga hatinya benar benar meronta membuatnya spontan menarik tangan liana mendekapnya seolah tak mau kehilangan.

"Aku minta maaf." bisiknya lirih penuh penyesalan.
dengan sekuat tenaga liana menatap mata ken,  tapi dinding pertahanannya runtuh juga, Ia tidak sekuat benci karna cinta masih bersemayam dihati. tangisannya pecah, sesaat setelah tangan ken meraihnya kedalam pelukannya.

 
 

 Liana Marissa  gadis berwajah Asia, berambut sebahu, cuek, dan selalu terlihat tangguh setiap kali dihujani masalah namun siapa yang tahu jauh di dalam hatinya, Liana begitu rapuh. Dan dampak terbesar dari masalah-masalah yang menimpanya, hilangnya kepercayaan akan cinta.


Kenzie Matthew cowok blasteran Indo - AS
berasal dari kota New York, berperawakan tinggi bertubuh ideal yang memiliki ketampanan bak dewa yunani.




_____Holaa
sedikit perkenalan dulu buat tokoh utama,
.
mohon kritik dan sarannya temen temen,
stay tune yah.
maaf kalau typo dimana mana.🙏😉
author pemula!!

FLY with youWhere stories live. Discover now