◾️ PROLOG ◾️

731 34 20
                                        

Theme song
[James Arthur - Hurt]

"Baby I'm not made of stones, it's hurts"

"Baby I'm not made of stones, it's hurts"

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.


Seorang bocah perempuan kecil tengah berlari sambil menjinjing roknya yang panjang sampai mata kaki. Kesusahan ia berjalan karena bahan rok yang mengembang.

"Papa" teriaknya, mengejar lelaki tinggi berbadan tegap.

Tak dihiraukan panggilan lantang dari bocah perempuan bersuara cempreng, masih bocah itu berusaha mengejar lelaki yang ia panggil Papa. Kaki mungilnya tak bisa mengejar langkah kaki lebar sang Papa.

Brukk

"Ah" bocah perempuan itu terjatuh, meringis, tak sengaja kakinya tersandung kakinya sendiri, terbelit tak jelas.

Lelaki tadi tak ayal menghentikan langkahnya, menyadari bocah perempuan yang mengejarnya terjatuh di lantai marmer rumahnya.

"Papa~ sakit" rengeknya. Bocah itu meringis karena lututnya yang langsung mencium lantai marmer, membuat warna kemerahan di sana.

Lelaki disana masih diam memandangi, tak ada keinginan untuk menghampiri apalagi untuk membantu berdiri.

"Makanya, jadi anak jangan bandel" ucapnya dingin, tak peduli jika bocah perempuan itu sudah mau menangis karena diacuhkan oleh Papanya.

"Hiks.. Lutut Osy sakit pa" menangis juga akhirnya. Bocah perempuan itu hanya ingin diperhatikan barang sedikit saja oleh Papanya, tapi lelaki yang ia sebut Papa ini hanya berdiri dengan tatapan datar.

Lelaki itu memijat pangkal hidungnya "Denar!" teriaknya, geram ia melihat bocah perempuan yang makin menangis, menganggu telinganya saja "Denar!" teriaknya lagi saat tak ada jawaban dari panggilan pertama.

"Iya!" seorang perempuan berbaju daster, rambutnya dicepol asal dan keringat sebiji jagung di pelipisnya, terlihat ia menaiki tangga dengan gopoh, namanya sudah dipanggil dua kali.

"Osyen kenapa?" tanyanya langsung saat melihat putrinya menangis teruduk di lantai.

Dielus wajah putrinya. Perempuan bernama Denar itu tahu, untuk apa dirinya dipanggil dengan teriak-teriak. Putrinya pasti membuat suaminya kesal.

"Osy jatuh Ma.. Papa nggak mau main sama Osy" lapornya pada sang Mama, Denar.

"Anak kamu tuh dijagain! bikin saya susah aja" gerutu lelaki itu, masih berdiri dengan angkuhnya, menatap Denar-istrinya, seolah perempuan yang ikut duduk dilantai itu tak patut dihargai.

"Apa susahnya, anakmu cuma mau main sama Papanya" Denar mengingat, berusaha agar suaminya itu sadar kalau bocah yang disebutnya menyusahkan adalah anaknya. Darah dagingnya.

(Not) An Expected Matrimony Stories to obsess over. Discover now