Prolog

165 35 4
                                        

"Gua gak pernah paham apa yang ada dalam pikiran lu sekarang Arga! "Seru Nathasia dengan suara yang mulai parau

" Gua salah apa sama lu? Jawab Arga! "
"Segampang ini Ar, Iyah? Segampang ini hah?" bentak Nathasia lalu menutup wajah yang sudah basah karna air matanya dengan kedua tangan.

Kini Taman yang dahulu menjadi saksi kebahagiaan Nathasia, sekarang menjadi saksi Kesedihan pula untuk Nathasia. Nathasia masih duduk termenung dengan pandangan lurus kedepan, kejadian tiga jam yang lalu masih berputar-putar di pikirannya.

Nathasia Florentina Shofia Ul-Haq perempuan berperawakan tinggi bak luna maya,dan bermata sipit ini masih bingung dengan keputusan Arga. Setelah satu tahun lamanya mereka menjalin hubungan, tiba-tiba Arga memutus hubungan mereka secara sepihak tanpa alasan yang jelas, bahkan selama mereka bertemu Arga sama sekali tidak mengucapkan apa-apa setelah mengucapkan niat nya yang ingin bertemu dengan Nathasia.

Dengan Nathasia yang sudah menangis-nangis dan mengeluarkan segala emosi nya Arga hanya diam seperti ayam sakit ralat seperti mayat hidup dan berlalu pergi meninggalkan Nathasia begitu saja sendirian.







"Hai halooo hehe.. Jangan bosan-bosan untuk baca cerita gue yahh.. Jangan lupa tinggalkan Vote and comment an kalian :)) jangan malah meninggalkan kenangan haha *bucin kan. Oke selamat Membaca :) "

RumitWhere stories live. Discover now