Selamat Datang Bandung

12 1 0
                                        


Bandung, semoga kamu bisa membuat ku nyaman seperti jogja ya, semoga saja.

Bandung, akan menjadi tempat dimana aku akan menghabiskan masa SMA ku setelah ayah bilang kita akan pindah ke bandung. Hati kecil ku sebenarnya tak rela untuk meninggalkan kota istimewa ini, yaitu jogja tapi aku tak bisa berbuat apa-apa.

"dara, bangun nak ini hari pertama kamu masuk sekolah"
"iya bun, bentar lagi yaa dara ngantuk banget"
"dara, bangun kamu gak boleh telat ke sekolah. Ingat kamu anak baru"
"iya bun iya"
"Yasudah mandi sana"
"hmm"

Dengan malasnya aku pun harus melakukan ritual pagi itu, apalagi kalau bukan mandi. Setelah selesai aku langsung bergegas sarapan dan berangkat ke sekolah baru ku
"dara ingat yaa kamu gak boleh melakukan kesalahan di hari pertama kamu. Harus baik-baik sama semua orang. Oke?"
"oke bunda cantik" sembari bersalaman dengan bunda langsung membuka mobil dan berjalan menuju gerbang sekolah

Aku memperhatikan sekitar dan berpikir akankah sekolah ini menjadi tempat yang nyaman untuk menghabiskan masa remaja?

Aku langsung masuk ke dalam kelas yang terpampang XI IPA 2, terlihat anak-anak yang lain sedang berbisik-bisik dan heran melihat aku masuk ke kelas.
"hey! Maneh teh anak baru?"
"iya" jawab ku sambil tersenyum
"kenalin saya biru"
"dara" jawab ku singkat

Setelah itu ramai anak-anak yang lain untuk berkenalan dengan aku, hingga bel masuk pun berbunyi dan kegiatan belajar mengajar dimulai.
Sangat asing bagi ku teman-teman, guru, suasana pokoknya semuanya asing. Aku rindu jogja

"eh dar nanti istirahat ke kantin bareng yaa"
"hayuk aja dara mah"
"hayuk meluncur dar?"
"haha iya aja buat biru mah" tawa ku lepas begitu saja hingga guru yang sedang memberikan materi melirik ke arah bangku aku dan biru.

Bel istirahat berbunyi, aku dan biru pergi ke kantin untuk mengisi perut yang lapar ini.
Tak tahu apa ini benar atau hanya perasaanku seperti ada yang memperhatikan aku, sungguh. Ketika aku dan biru melewati segerombolan lelaki, biru dan aku di suruh berhenti.

"bir, bir tunggu dulu"
"apaan sih alffian"
"tuh anak baru" tanya lelaki itu sambil melirik ke arah ku
"iya, kunaon si?!"
"nanya doang"
"jangan lu ganggu ganggu dia. Dia temen gua!!" jawab biru dengan ketus
"yaudah sana pergi"

Yap! Sepertinya lelaki yang bernama alffian itu lah yang memperhatikan aku sedari tadi.

"maneh pesen apa?"
"samain aja kayak biru"
"oke, gua pesen dulu"
Setelah biru memesan kami berbincang banyak hal seperti mengapa saya pindah ke bandung dan lain lain nya, ternyata biru seasik ini orangnya.

"jadi lo pindah karena ngikut ayah lo?"
"iya, sebenarnya yaa ga rela buat ninggalin jogja apalagi ninggalin sejuta cerita yang udah di ukir berdua sama dia"
"hahaha bucin lo, eh tapi hubungan lo sama dia masih di lanjut kan?"
"ya masih si ru"
"yauda tenang aja semuanya bakalan tetap sama, percaya aja sama gua"
"udah kek pakar cinta ya lo haha"

Obrolan itu terus berlanjut hingga di tengah obrolan ada adik kelas yang menghampiri, entah untuk apa aku tak mengerti
"temennya kak biru, ini ada surat buat kakak" aku dan biru langsung saling menatap
"dari siapa?" tanya aku
"hm gak tau kak"
Jujur aku ragu untuk mengambil surat itu, otak ku sudah berpikir kemana-mana
"udah ambil aja dar paling dari anak kelas" suruh biru seolah surat itu hanyalah orang iseng yang membuat nya. Aku langsung mengambil surat itu dan langsung memasukannya ke dalam saku baju ku dan adik kelas itu pun pergi meninggalkan aku dan biru

"aneh banget yaa ngirimnya pake surat-suratan segala padahal kan udah ada handphone"
"mungkin dia malu kalo pake handphone"
"hm"

Setelah mengisi perut dan berbincang banyak hal, kami langsung pergi menuju kelas. Pelajaran pun dimulai dengan guru yang sangat membosankan ditambah suasana yang masih asing sangatlah tidak nyaman.

ABCD? (al, bint cinta dara?) Stories to obsess over. Discover now