Naina Pov
Pagi hari yang cerah membuat seorang gadis bernama Naina Jelita Alasta terbangun dari alam bawah sadarnya, setelah beranjak dari tempat tidur ia pun segera bergegas untuk melaksakan sholat subuh.
Naina seorang gadis cantik memiliki rambut hitam sebahu ini merupakan karyawan marketing di salah satu perusaan industri.
Dia anak kedua dari dua bersaudara.
Ia memiliki saudara laki - laki yang bernama Jonathan Ragil Alasta, usia mereka terpaut 5 tahun. Ragil merupakan ayah dua anak kembar.
"Nai, cepat turun sarapan" teriak mama dewi dari arah meja makan
"Sebentar mah" balas Naina sambil teriak pula
Mendengar teriakan sang mama membuat Naina segera keluar kamar lalu bergegas menurini satu persatu tangga dan setelah sampai di maka makan ia pun segera duduk di meja makan.
Disana sudah ada mama Dewi dan papa Royyan yang sudah siap dengan sarapan mereka masing-masing.
Setelah duduk Naina pun mengambil nasi goreng buatan mamanya, lalu memakannya dengan tenang.
" Nai, kamu ini sudah umur berapa sih gak malu sama sepupu- sepupu kamu yang sudah pada menikah. Malah ya si pira itu sudah hamil padahal umurnya baru 17 tahun loh Nai."
" Halah mah dia tu kan emang hamil di luar nikah mah, emang mama mau Nai hamil diluar nikah?" Balas Naina santai.
"Awas ya kamu sampai melakukan hal kaya gitu, mama masukin lagi kamu ke dalam perut"
"Emang bisa mah?" Tanya Naina dengan mada malas, ya mama dewi memang berbeda dengan mama lain diluar sana selalu aja ada hal abstrut yang di lakukan mamanya.
"Ya bisa lah" Balas mama dewi dengan nada sewot
"Iyain aja biar cepat"
"Itu juga gara - gara kamu juga yang gak bisa cari pasangan, tapi baguslah kalau kamu belum memiliki pacar. Jadi mamah bisa jodohin kamu dengan anak teman mama deh"
Naina hanya memanggut-maggutkan kepalanya, malas meladeni mamanya yang tidak mau kalah, tapi sedetik kemudian ia pun tersadar
"Mah apaan sih pakai acara jodoh-jodohin segala emang ini zaman siti Nurbaya apa, udah deh mah gak usah aneh eneh coba" balas naina dengan sedikit menaikan nada bicaranya pertanda dia tidak setuju dengan ide konyol mamanya ini.
Sedangkan sang ayah yang sedari tadi hanya diam sambil menikmati sarapannya pun mulai ikut berkomentar
"Iya mah seperti anaknya ini tidak laku aja sampai mau di jodoh-jodohkan segala, biarlah dia memilih pasangannya sendiri karna dia yang akan menjalaninya bukan kita"
Mendengar pembelaan sang ayah Naina mukai terseyum merasa ayahya ini bisa diandalkan tapi seketika senyum itu luntur berganti wajah cemberut ketika mendengar lanjutan ucapan Royyan
" tapi emang anak kita gak laku laku sih"
" ih papa emang aku barang jualan gitu, bukannya di belain anaknya ini malah di jelek-jelekin" masih dengan mempertahankan wajah cemberutnya
"Pokoknya papah harus turuti kemauan mamah, kalau tidak mau tidur diluar. Dan kamu Naina" ucap mama dewi sambil menunjuk wajah Naina
"Pulang dari kantor jangan mampir kemana-mana Anya beserta anak dan suaminya akan makan malam disini" ancam mama Dewi kepada papah Royyan sekaligus perintah untuk Naina.
Mendengan ancaman sang istri Royyan langsung bungkan dan berlalu dari meja makan memilih menyiapkan tas mengajarnya.
Royyan Alasta merupakan sosok ayah bagi Naina ini berusia 47 tahun ini memang seketika menjadi sosok penurut apabila sudah berhadapan dengan dewi amora, kalau kata Naina mah BUCIN.
Seketika Naina menarik kembali ucapannya mengenai sang ayah Royyan yang bisa diandalkan.
"Siapa juga sih si Anya Anya itu, Nai gak kenal juga ngapain Nai harus ikut sih, Nai itu lagi banyak pekerjaan jadi kemungkinan bakal lembur" ngeles Naina karena dia mencium aroma-aroma yang tidak sedap dari makan malam nanti
"Anya itu teman mama yang anaknya yang anaknya akan kami jodohkan dengan kamu. Pokoknya kamu harus pulang tepat waktu mama gak mau tau.Titik."
"Mah Nai gak mau dijodohin" jawab Naina sambil merengek kepada mamanya
"Kamu kenalan aja dulu siapa tau cocok eh tahun depan tau tau kepelaminan aja lagipula anaknya ganteng loh Nai. Malah selama ini mamah gak pernah minta apa-apa sama kamu, pokoknya kamu harus ikut makan malam nanti. Malu nanti mamahmu ini kalau kamu gak ada, mama kan dah janji sama mereka mau ngenalin kamu" mohon mama Dewi dengan nada memelas
"Sudahlah Nai turuti aja dulu kemauan mamamu ini, papah berangkat dulu"
lalu dewi dan Naina pun bergantian mencium tangan Royyan, royyan pun mengecup pelipis Dewi dengan lembut dan sedikit lama.
Naina pun hanya bisa menghela hapas
"Tapi janji loh mah kalau Naina merasa gak cocok, mama gak akan maksa Nai untuk lebih juah dari ini."
"Iya kamu tenang aja Nai, karna mama yakin kamu pasti langsung jatuh cinta sama dia." Jawab mama dewi dengan nada antusias
Lalu Naina salim kepada dewi dan mengecup pipi kanan dan kiri dewi,
"Nai berangkat dulu mah hati-hati dirumah, assalamu'alaikum" ucap Naina sambil melangkah menuju pintu keluar
"Wa'alaikumussalam, ingat loh Nai jangan sampai telat" teriak mamanya yang masih di dapur
Naina hanya mendengus tanpa berniat menyahuti ucapan mamanya hatinya sudah panas mendengar mengenai berita perjodohan ini. Padahal di dalam hatinya masih tersimpan nama sang mantan yang meninggalkannya karena melanjutkan pendidikan keluar Negeri dan meminta supaya hubungan mereka break sementara dengan alasan supaya bisa fokus belajar dan tidak mampu untuk menjalin LDR.
Blusshitt, pikir Naina.
Padahal 2 tahun sudah berlalu tetapi Naina tidak berniat membuka hati untuk siapapun perasaannya kepada Andra masih teramat dalam dan dia yakin cinta akan kembali kerumahnya.
...........
Gimana menurut kalian cerita pertama saya?
Lanjut atau hapus?
YOU ARE READING
Naina
Historical FictionNaina, Seorang gadis berusia 23 tahun yang terjebak di dalam perjodohan yang di lakukan mamamya dan teman mamanya, yang konon katanya sahabat. Disaat yang sama sang mantan yang masih dia cintai kembali hadir di kehidupannya Kepada siapakah Naina aka...
