"Waaah, lihat, lihat!!" Seseorang berseru diantara keramaian.
"Nilainya selalu sempurna yaa!"
"Selalu dia yaa!" Ujar seorang siswi kepada temannya yang berdiri di depan papan pengumuman itu.
"Pastinya. Diakan jenius banget, mana pernah dia ada di urutan kedua," jawab temannya.
"Iya, beda banget sama kita yang setiap ujian mesti nongkrongin papan ini, dia sih nggak perlu lihat lagi, udah pasti ada di nomor satu."
"Kayaknya kerjanya belajar Mulu deh tuh, nggak pernah main."
"Iya, dan... nggak punya cewek, terlalu serius!"
"Eh, eh, itu orangnya datang." Bisik seseorang sembari melihat orang yang mereka bicarakan.
"Ngapain dia di sini?" bisik seseorang kepada temannya yang dibalas hanya dengan gelengan kepala.
"Tumben banget ya, dia liat papan pengumuman nilai," bisik seseorang sembari menatap dari arah samping si tokoh utama yang sedari tadi hidup dalam percakapan mereka.
Cowok itu dengan serius melihat papan pengumuman nilai, entah apa yang sedang dilihatnya, entah apa yang sedang dicarinya. Ia seperti hanya mencari sesuatu dengan matanya, tanpa menempelkan telunjuknya di papan tersebut--tidak seperti kebanyakan orang.
Dan,, setelah ia 'mendapatkan' apa yang ia cari, ia hanya tersenyum tipis, lalu berlalu dari kerumunan orang-orang yang sedang membicarakannya. Sikap "Si Jenius"--julukan teman-teman sekolahnya--memang berbeda dari biasanya, dan tentu saja... itu menimbulkan satu hal yang pantas untuk dibicarakan alias jadi gosip hangat.
*****
Hy para reader, maaf yah kalo ada salah. Dukung cerita ini dengan memberi vote yah^_^. Terima kasih.
