Begin

19 0 0
                                        

BigHit University

Pekan olahraga yang sering diadakan setiap akhir semester selalu disambut antusias oleh para mahasiswa bighit baik yang ikut berpartisipasi maupun yang hanya menjadi suporter. Ada begitu banyak pertandingan olahraga antar fakultas dan tingkat fakultas yang setiap perwakilannya harus memiliki semangat juang untuk menang karena bagaimanapun pertandingan ini menjadi sangat penting karena pemenang dari pertandingan olahraga ini akan mendapat penghargaan dari kampus dan menjadi fakultas yang disegani fakultas lain jika bisa memborong semua juara dari setiap pertandingan dan yang kalah akan dianggap pecundang. para pemenangnya? tentu saja akan menjadi idola kampus jika tampan dan mapan, begitulah pemikiran kaum hawa :v

Hey ayolah ini hanya pertandingan biasa dan menang kalah itu hal wajar yang terjadi dalam pertandingan kan? benar, menang kalah memang hal yang wajar, tapi itu tidak berlaku di Bighit university karena dilingkup eksternal kampus ini terkenal dengan kemenangannya bukan kekalahannya, begitupun dengan persaingan internal para mahasiswa didalamnya. kalah berarti pecundang, seperti itulah aturannya. jadi siapa yang mau mengalah?

dan ya, jangan salahkan mahasiswa Bighit yang terkenal dengan keegoisan, keangkuhan, dan kesombongannya, karena karakter itu mau tidak mau akan terbentuk pada setiap individu penghuni kampus Bighit jika tidak ingin menjadi pecundang yang ditindas maka kamu harus memiliki mental baja untuk hidup disana selama 4 tahun, lupakan masalah budi pekerti dan sopan santun, sungguh itu tidak berarti disana dan kebaikanmu adalah kelemahanmu, jika kamu lemah maka tinggalkan saja tempat mewah dengan segala fasilitas terbaik disana, sungguh tempat itu akan menjadi neraka bagi kaum yang lemah. kuasa dan kekuatan yang akan membuat tempat itu benar-benar menjadi surga untukmu.

Meski begitu, Bighit University tetap menjadi kampus idola setiap kalangan manusia, yang kaya maupun yang miskin asalkan mereka memiliki kemampuan untuk ditukar dengan beasiswa full yang disediakan pihak kampus untuk murid berprestasi.

Yang menjadi pusat perhatian saat ini adalah lapangan basket indoor yang kini suasananya seperti sedang ada ajang piala dunia, begitu panas dan berisik dengan teriakan-teriakan histeris kaum hawa yang mati-matian merusak pita suaranya hanya demi memberikan support pada tim kesayangan mereka.

bola besar orange itu terus bergulir dilempar kesana kemari dan akan menciptakan teriakan lebih histeris saat bolanya berhasil memasuki ring lawan dengan sempurna. bola besar itu seakan tak mau lepas dari tangan kekar pemainnya yang dengan lihai melempar, mendrible, dan segala permainan yang dia kuasai ini, senyum manisnya akan terlihat disetiap akhir permainan yang ia yakini akan dimenangkan oleh tim-nya.

Suga itulah panggilannya, dengan ketampanan dan senyum manisnya jangan lupakan rambut yang basah karena keringatnya, menatap sengit walaupun bibirnya tersenyum manis pada lawan mainnya yang kini sedang menghalangi dirinya untuk mengoper bola pada anggota tim-nya untuk mencetak gol terakhir.

"Percayalah, saya hanya sedang mengulur waktu, memberi kesempatan tim-mu untuk menang jika kalian memang layak untuk menang". apakah suga mau mengalah? itu yang dipikirkan lawannya saat ini.

Suga terus memantulkan bolanya pada lantai dan tangannya mengecoh lawan dengan tatapan meremehkan dan shoot sekali lemparan jarak jauh bola besar itu masuk dengan sempurna pada ring lawan diiringi senyuman merekah yang sangat manis membuat kaum hawa berteriak karena senyuman itu bukan karena bola orange yang masuk ke ring tapi karena senyuman gula suga yang membuat siapapun tidak bisa melewatkannya.

"tapi waktunya sudah selesai, dan kalian tidak layak untuk menang". sambung suga.

teriakan dari kaum hawa dan anggota tim-nya diiringi tiupan peluit dari wasit yang menandakan pertandingan telah berakhir dan dimenangkan oleh Tim Suga, disanalah sang kapten basket itu tidak lagi tersenyum tapi tertawa lepas saat merasakan dirinya tidak lagi menginjak bumi karena ulah teman-temannya yang kini beramai-ramai mengangkat suga ke udara sebagai tanda euphoria mereka dan memberi flying kiss sambil melambai-lambaikan tangan mereka, seakan mereka adalah idol yang baru saja menyelesaikan konsernya dan memberi salam perpisahan pada fans mereka, meski kenyataannya memang seperti itu. Suga dan timnya adalah idola kampus yang tidak tertandingi kebiadabannya.

EGOMga kuwentong kahuhumalingan mo. Tumuklas ngayon