Sinar mentari pagi yang menembus kaca jendela serta suara alarm yang selalu setia berbunyi membuat seorang perempuan cantik bertubuh mungil itu terbangun dari mimpinya. Alletta Aditama, anak seorang pengusaha kaya raya yang menduduki salah satu penghargaan sebagai pengusaha tersukses seindonesia.
Dengan santai Alletta membuka lemarinya mencari handuk dan pergi kekamar mandi untuk bersiap berangkat kesekolah barunya, ya memang Alletta adalah peserta didik baru di SMA perwira, siapa dijakarta yang tidak tau SMA perwira, SMA elit yang dipenuhi dengan orang orang kaya didalamnya.
Setelah selesai mandi Alletta memakai baju seragamnya, memoles mukanya dengan bedak yang tipis dan lip balm yang membuat dirinya semakin cantik. Alletta adalah tipe cewe yang tidak menyukai make up tebal. Seperti ibu ibu pikir Alletta.
"Yaps selesai." ucapnya dengan senyum mengembang melihat penampilannya di cermin.
Alletta turun kebawah untuk sarapan, dan menemui pembantunya yang sedang membuatkan susu putih dan roti selai kacang kesukaannya yang langsung diterima Alletta dengan wajah girang.
"Bi, papah sama mamah mana ya?" tanya Alletta yang bingung karna papah dan mamahnya tidak ada dimeja makan.
"Hmmm, anu non al." jawab bi Surti tidak jelas.
"Anu anu anu apa sih bi ngomongnya yang jelas dong." balas Alletta kebingungan.
"Papah sama mamanya non al tadi subuh pergi keluar negri untuk melakukan perjalanan bisnis katanya." jawab bi Surti gelagapan.
"Ih mamah sama papah ko gabilang sama Alletta si kalo mau pergi keluar negri." balas Alletta sebal.
Hiks hiks hiks
"Duh non jangan nangis dong." ucap bi Surti kebingungan harus melakukan apa.
"Emang papah sama mamah berapa lama perginya?" tanya Alletta.
"Ka-tanya 2 bu-lanan non." jawab bi Surti terbata bata.
"APA?!"
"Udah non mending berangkat sekolah ini udah setengah tujuh." jawab bi Surti mencari alasan supaya tidak ditanya tanya lagi.
Alletta melirik jam dinding yang berada didapurnya dan matanya pun terbelanak ketika melihat jam sudah menunjukan angka 06.35. Dengan cepat ia habiskan sarapannya dan bergegas keluar rumah, tidak lupa pula ia mencium tangan bi Surti.
"Al berangkat dulu ya bi." ucap Alletta seraya mencium telapak tangan pembantunya.
"Iya non hati hati. Semangat juga ya sekolahnya." balas bi Surti sambil tersenyum.
Alletta memang sopan kepada orang yang lebih tua, ia pun tak sungkan mencium tangan pembantunya ketika hendak berangkat kesekolah.
"Assalamualaikum bi." ucap Alletta sambil berlari kedalam mobilnya.
"Iya non waalaikumsalam." balas bi Surti.
Saat sedang menyetir mobil sendiri kesekolah, alletta merasa bosan dan menyalakan musik dari hpnya. Bersenandung kecil, Ia melihat pagi ini begitu cerah tapi tidak dengan hatinya yang sedang kesal karna orang tuanya tidak memberi tahu Alletta kalau mereka ingin pergi keluar negri, dua bulan pula.
Cih. Desis Alletta sebal.
Saat sampai didepan gerbang alletta segera memarkirkan mobil sportnya keparkiran khusus mobil, dan Alletta sangat bersyukur karena parkiran masih banyak tempat kosong dibagian depan sehingga ia tidak usah kebagian belakang parkiran yang sangat jauh rasanya.
Dilihatnya jam dior silvernya yang menunjukan angka 06.50 Alletta segera berlari kelapangan, dikarnakan seluruh peserta didik baru akan dikumpulkan dilapangan untuk dipandu mengenal bagian bagian sekolah.
YOU ARE READING
LANGIT
Teen Fiction"Jadi cewe urakan banget si." ujar Langit. "Bodoamat yang penting cantik." balas Alletta acuh tak acuh. "Ya iya lah cantik, kalo ga cantik ga gue pacarin." jawab Langit sambil terkekeh pelan yang membuat kadar ketampanannya bertambah 10x lipat. "Na...
