ARAKSA MAHENDRA

92 20 4
                                        

"Kenalin nama gua Araksa Mahendra dari kelas XII IPS 3, nama lu siapa?" sontak Eliana langsung memberhentikan jalanya ketika ada seseorang yang menghalangi jalannya.

Eliana tau bahwa cowo yang di depannya ini Ketua Rajawali yang sangat terkenal di sekolahnya. Apa lagi dengan parasnya yang tampan, jago bela diri, pintar dan kaya. Banyak cewe di luar sana yang ingin menjadi pacarnya.

"Apa?" tanyanya binggung.

"Gua mau kenalan sama lu, gak boleh iya?" Araksa tau cewe yang berada di depan dirinya sedang takut, tidak tau takut karena apa?. Karena dirinya Ketua Rajawali atau banyak murid yang melihat dirinya dengan dia.

"Hmmm... Boleh ko" dengan gugup Eliana menjawabnya.

"Jadi nama lu siapa?" Mengulurkan tangannya.

"Eliana Mayasari"

"Nama yang cantik seperti orangnya" mengedipkan sebelah matanya lalu tersenyum dengan manis. "Kalau gitu gua duluan iya, sampai ketemu di kantin na" berjalan kekelasnya yang sudah di tunggu oleh teman teman nya.

Entah kerasukan apa ketua Rajawali itu ingin berkenalan dengannya. Padahal dia gak terlalu mencolok sampai sampai ketua Rajawali itu ingin berkenalan dengan dirinya. "Dasar aneh" melanjutkan jalannya yang sempat terhenti.

"Widihh gimana Sa berhasil gak?" tanya Agam penasaran.

"Iya pasti berhasil lah, Aksa kan ganteng mana ada sih cewe yang nolak ke gantengan dia" jawab Abdul dengan santai.

"Gua gak nanya lu sialan" kesel Agam.

"Gua berhasil" ucap Aksa dengan santai. Sontak membuat semua temannya menengok ke arahnya.

"Serius lu" kaget Adam. Dia gak percaya apa yang di bilang Aksa. Setau dia Eliana orangnya cuek sama sekitar, gak mungkin dengan gampang nya Eliana kasih tau nama nya kepada Aksa.

"Serius lah. Nama dia itu Eliana Mayasari" ucap Aksa.

"Ohhh gua kira Lucinta Luna" ujar Abdul.

"Goblok jangan di pelihara Dul pantes cewe gak ada yang mau sama lu, lu iya nya aja kaya gini" ujar Lintang dengan pedas.

"Tau lu Lucinta Luna mulu. Lu suka iya sama dia ngaku lu" tuduh Raka.

"Ehh buset iya gak lah" kesalnya. Enak saja dia di tuduh suka sama Lucinta Luna padahal dia hanya mengucapkan nama nya saja.

"Put lu udah ngerjain pr matematika?" tanya Aksa tanpa memperdulikan temannya yang sedang berdebat masalah Lucinta Luna.

"Udah" jawabnya.

"Gua lihat dong" mengeluarkan buku pr matematikanya. " Tuh".

"Woy dari pada lu semua berdebat masalah Lucinta Luna mendingan ngerjain pr matematika. Emng lu semua pada udah" teriak Aksa.

"Emang ada pr matematika Sa?" tanya Abdul.

"Adalah lah kalau gak ada mana mungkin sih putra ngerjain pr" jawab aksa.

"Masa sih" ujar Agam. Seingat dia tidak ada pr dari Bu gendut.

"Seterah lu pada dah, gua gak mau di hukum sama Bu gendut pokonya"

"Put emng ada pr matematika?" tanya Agam kepada putra. " Iya" jawabnya datar.

"Pr yang mana sih put?" tanya Abdul."Yang minggu lalu halaman 95 itu pr nya" dengan datar putra menjawab.

"Astaga gua lupa kalau itu pr" teriak Raka. " Berisik setan, udah buruan ngerjain ke buru Bu gendut dateng" ucap Aksa.

********

"Pagi Na" sapa Mika dengan semangat pagi 45.

"Pagi Mik" balasnya sambil tersenyum.

"Hari ini lu ada acara gak Na?" tanya Mika. "Hmm kayanya ga ada. Emng kenapa?" tanyanya.

"Gua mau ngajak lu ke mall. Mau beli baju, sepatu, dan topi" Mika emng senang mengkoleksi baju, sepatu dan topi. Apalagi kalau dia pergi berbelanja bakal gak ingat waktu.

"Yauda nanti aku temenin"

"Makasih Na. Makin sayang deh" ucap Mika yang langsung memuluknya.

*******
Cinta itu ga butuh alasan, tapi cinta itu reaksi almiah yang muncul tanpa di sengaja - Araksa Mahendra

Gimana sama cerita nya seru gak? Bagus gak? Apa ada yang kurang?.
Tunggu ke Part berikutnya
Jangan lupa Vote, Komen dan Share ke teman teman kamu agar mereka baca ceritaku dan Follow.

Follow Instagramku
@liaianass12
@liawpd

ARAKSAWhere stories live. Discover now