Semua yang mereka bicarakan memang benar. Tapi...setidaknya bolehkan berusaha?
Setiap manusia emang nggak mau dipandang rendah, sekalipun emang fakta, mereka pasti bakalan berusaha.
Suasana mendung pagi ini membuatku sedikit menggigill
Diam di depan guru olahraga tidak bisa mengabaikan ocehan bermutu dari mulut guru yang selalu merasa dirinya disoroti dan dikenal seluruh murid di sekolah ini.
Aku menunduk
Kalau untuk masalah 'nakal'nya tidak perlu dipermasalahkan.
Tapi untuk masalah otak sama uang, jujur tersinggung. Semuanya....memang harus pakai uang. Aku paham betul.
Tapi kalau memang jatahnya lagi miskin, gimana?
Toh rezeki juga yang ngatur Tuhan. Kaya atau miskin harus bersyukur, kan?
Tapi memang banyak manusia yang tidak tahu diri.
Mereka menganggap apa yang mereka dapat hanya karena usaha mereka semata.
Rasanya ingin berkata "Enyah" didepan guru yang terus berbicara sampai berbusa itu, dia terus menahanku disaat siswa lain telah dibiarkan pergi.
"mulai dari seragam, baju, rok, ikat pinggang, kaos kaki, sepatu. Apa perlu saya telfon Bu Lily buat beli kaos kaki, sama semuanya. Biasanya juga dikasih uang,kan?" ucapnya tidak tahu diri
Dia pikir aku tidak cukup uang untuk membeli semua itu.
Membuang muka dan berdecih, semakin lama semakin ingin menendang wajahnya saja.
Dia tersenyum guyon. Pandai bermain kata , membuatku muak, ingin mencabik-cabiknya.
Dia selalu bersikap seenaknya kepada para murid, terutama murid-murid lemah seperti aku ini.
Selalu memperrumit masalah masalah yang sebenarnya aku anggap sepele.
"saya telfon sekarang"
"Bapak.... seneng banget memperbesar masalah. Padahal saya baru pertama ngelanggar,"
Dia masih tersenyum sambil menatapku jenaka
"senyuman Bapak itu, bikin saya pengen ngerobek mulut orang"
"kenapa nggak kamu robek mulut kamu sendiri aja"
"mmm kenapa ya.... "
Aku berpikir sejenak
"karna mulut saya itu berguna. saya mau robek mulut orang-orang yang nggak berguna aja"
"jadi emang bener kamu itu psyco"
Aku tersenyum manis "Bapak.. emang stalker hebat" ucapku sambil mengacungi jempol
Dia terkekeh sambil memandang langit di ujung gedung ini
"Tapi.....kita emang samaan" ucapku nyengir
Sesaat dia terkejut, menoleh menatapku tajam
Aku meringis geli.
.
.
Meletakkan kepala di atas meja, salah satu temanku memanggil
Aku menoleh malas
"Tadi gimana?"Elvarette atau biasa dipanggil Elva bertanya
"kepo!"jawabku keras sambil tersenyum ramah
Menyebalkan. Bisa tidak berhenti membahasnya
Kenapa manusia di kelas ini tidak ada yang bisa mengerti.
Sedari tadi mereka terus bertanya
Ah., itu karena mereka peduli,kan
Tapi,,apa yakin itu benar-benar peduli atau hanya sekedar ingin tahu
YOU ARE READING
Human
Short StoryMenceritakan tentang kisah kehidupan seorang Yeri Willey Siswi SMA Pelita Jaya yang dikenal sebagai murid ramah, cantik, baik Senyumnya yang manis membuat orang orang yang melihat nya ikut tersenyum Ia keponakan salah satu guru TU di sekolah terseb...
