Death

71 2 1
                                        

"Apa- apaan ini?" Lisa melempar map bewarna abu yang sedang diremasnya. Map itu melayang kearah suaminya dan mendarat tepat di dada. Akan tetapi, tidak ada respon darinya.

"Surat perceraian."

"Aku tahu itu surat cerai! Tapi mengapa tiba-tiba meminta cerai?!"

"Bukankah sudah jelas?" Intonasi Jungkook lebih dingin dari biasanya.

Bukan ekspresi atau tatapan dingin Jungkook yang membuat Lisa gelisah, melainkan tatapan Jungkook yang melihatnya seakan dia noda kotor disepatu yang sulit dihilangkan. 

Tak dapat berkata-kata, Lisa hanya bisa mengejapkan mata. Ia lalu menunduk dan menggigit bibir bawahnya gemetar. Perkataannya menyakitkan, tetapi ia tidak akan meneteskan airmata. Tidak dihadapannya.

Lisa mengakui dirinya bukan apa-apa bagi Jungkook. Dia itu kaya raya, tampan tidak masuk akal, dan berasal dari keluarga yang sangat terkenal, sedangkan dirinya hanya seorang putri dari janda, sangat bertolak belakang dengannya.

Lisa pikir dirinya beruntung ketika tahu akan menikah dengan SANG Jeon Jungkook. Ia jatuh cinta pada pandang pertama, tidak peduli seberapa dingin seorang Jeon Jungkook ketika pertama bertemu. Ia langsung menyukainya. Dia pikir ada sesuatu yang lebih dari Jungkook. Dibalik tampang dinginnya, pasti ada sedikit kehangatan... walaupun sedikit. Dan dengan bodohnya dia percaya, bahwa dialah yang akan membawa kehangatan itu dari Jungkook.

Lisa sudah melakukan segala hal agar layak bersanding dengan Jungkook.

Berbagai jenis alat musik dipelajarinya karena tahu bahwa Jungkook seorang pecinta musik. Segala tentang bisnis dikuasainya agar ia bisa membantu meringankan beban suaminya. Dia juga mempelajari hal yang mungkin bermanfaat kelak. dia merawat suaminya dengan baik tapi tetap saja...

Komunitas kalangan atas menggangap Lisa tidak layak bersanding dengan Jungkook. Dengan alasan karena ia bukan berasal dari keluarga kaya raya atau keluarga yang terkenal.

Namun bukan itu yang mengusik Lisa... karna ia mencintai keluarganya sepenuh hati hingga akhir hayatnya dan ia takkan malu karena menjadi bagian keluarga itu.

Kekesalan Lisa terletak pada Jungkook yang acuh tak acuh padanya, mau apapun yang dilakukannya. Dia tidak pernah mengakui segala usaha yang dilakukannya agar hubungan mereka lancar dan agar Lisa layak bersanding bersamanya.

Lisa tahu bahwa dirinya sudah banyak membuat kesalahan dimasa lalu dan menimbulkan masalah pada Jungkook, terutama pada acara-acara penting- dimana dirinya tidak bisa mengontrol emosi dan berakhir mempermalukan dirinya, tidak lupa, juga mempermalukan Jungkook.

Ada sangat, sangat, SANGAT banyak wanita yang ingin bersama Jungkook padahal kenyataannya dia sudah menikah. Para wanita itu ingin menghancurkannya dan merampas posisinya. Mereka selalu menargetkan kelemahannya dengan cara memancing emosinya yang berujung adu mulut dan memanasinya. Dia dibuat seperti penjahat di depan media, menghancurkan imagenya.

Hal ini berefek pada saham perusahaan dan yang Jungkook pedulikan hanyalah perusahaannya. Salah satu alasan mengapa suaminya membenci dirinya.

Tetapi, ia pikir suaminya akan bersikap sedikit lebih baik terhadapnya, karena ia sudah mengorbankan banyak hal agar bisa bersamanya.

Jungkook adalah seseorang yang tidak pernah disetujui oleh kakaknya. Dan terjebak dengannya membuat hubungan persaudaraan Lisa memburuk. Mereka tidak pernah berbicara atau saling mengunjungi selama setahun lamanya. Bahkan setelah mama mereka meninggal dan nanny mereka-yang sudah merawat mereka sejak lahir-menghilang.

Sekarang Lisa memiliki siapa-siapa lagi selain Jungkook dan Jungkook tahu itu...

Lalu bagaimana Jungkook tega membuangnya? Walaupun ia tidak mencintai Lisa...

Tak bisakah dirinya menunggu, paling tidak sampai dirinya selesai berduka cita atas kepergian mamanya baru-baru ini dan nanny tercintanya?

"Grandpa sudah pergi." Jungkook mengingatkan.

Ah, kakeknya Jungkook. Hatinya sakit hanya dengan memikirkannya. Beliau selalu mendukung Lisa, apapun masalahnya. Karena suatu alasan, Grandpa Jeon sangat menyayangi Lisa. Beliaulah yang mengatur pernikahan cucunya dengan Lisa. Sekarang beliau sudah tiada.

Dan Keluarga Jeon mengira Lisa ada kaitannya dengan kematian Grandpa Jeon.

Bagaimana dia tega membunuh satu-satunya orang yang mengasihinya?

Bagaimana mereka dapat berpikir bahwa dia sanggup melakukan sesuatu seperti membunuh?

"Beliaulah alasanku tetap bersamamu." Kata-katanya tajam seperti pisau. Satu persatu menusuk Lisa.

'Sadisnya.....'

Jungkook berbalik dan memasuki kantornya, membanting pintu di hadapannya.


Sekarang semuanya sudah terlihat jelas. Lisa telah membodohi dirinya selama ini.




Jeon Jungkook benar-benar seorang lelaki tak berperasaan.


Lisa mendengar suara klik. Calon-mantan suaminya itu mengunci pintunya. Dia hanya bisa menangis bisu sembari menatap kedua pintu kayu itu.

Setelah menunggu tangisnya reda, Lisa akhirnya memutuskan untuk pergi.

Tinggal secuil martabat yang ia miliki. Dan ia tidak akan memohon padanya untuk tinggal.

Sambil berjalan menuju pintu depan, Lisa melewati ruang makan dan melihat sekumpulan wanita disana.

Ibunya Jungkook sedang bersantai dengan beberapa sosialita. Termasuk Chou Tzuyu- teman masa kecil Jungkook, dan Lee Nancy- orang yang menyukai suaminya dan membuat hidupnya seperti neraka.

Bukan rahasia lagi bahwa ibu mertuanya tidak menyukainya tapi melihat ibu mertuanya sibuk mencari calon baru untuk Jungkook sedangkan dia bahkan belum mendatangani surat cerai membuatnya muak.

Dia bergegas keluar dari mansion  Keluarga Jeon. Tempat ini mungkin sangat megah dan indah tapi rasanya sesak untuk berada disini. Lisa masuk ke dalam mobilnya dan pergi.


Apa yang harus dilakukannya sekarang?


Dia tidak punya apa-apa...


Dan tidak punya siapa-siapa...


Airmatanya terus mengalir. Dengan geram ia mengusap-usapnya.


'Mungkin aku mati saja...'


Tiba-tiba, sebuah truk dari jalur berlawanan berbelok ke jalurnya dengan sangat kencang. Truk itu melewati mobil di depan Lisa tapi berhasil menabrak Mini Coopernya dengan kecepatan penuh. Ketika truk itu membuat mobilnya terlempar ke pinggir jalan, Lisa berteriak sangat nyaring,  memekakkan telinga bagi siapapun yang mendengarnya.

Mobilnya berakhir dengan posisi terbalik.

Darah menetes dari luka di dahi Lisa ke langit-langit mobilnya. Tangannya berusaha melepaskan sabuk pengaman sambil berjuang keras untuk tetap sadar. Setelah beberapa kali percobaan dan gagal untuk membebaskan dirinya, ia menghela nafas sedih dan menyerah. 

Apa gunanya?

Lisa mencium bau gas samar-samar dan melihat bagian mobilnya sudah ada yang terbakar. Ia bersandar. Membiarkan dirinya ditelan kegelapan.

___

Dun dun dunnn!

Akhirnya di publish juga. Dan kali ini Liskook fanfic juga, soalnya aku suka bangettt. Maapin kalo terjemahannya kurang bagus. Aku juga masih belajar TT. Semoga suka!
😂🖖

Terkhusus untuk Unnie eunyyy_. Makasih udah bolehin untuk aku terjemahkan masterpiece unnie😗 Thank you so much😚




You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 08, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

DO - OVERWhere stories live. Discover now