Hari ini adalah hari dimana aku mulai memasuki masa-masa SMK. Saat ini di sekolah baruku sedang diadakan MPLS atau yang dulu dikenal dengan istilah ospek.
Matahari bersinar terik membuat udara menjadi terasa panas. Apalagi saat ini semua siswa baru sedang mendengarkan pengumuman yang diberikan oleh pemimpin upacara apel pagi. Dan aku berdiri di barisan paling depan dikarenakan postur tubuhku yang lumayan kecil jika dibandingkan dengan siswa yang lain. Hal itu membuat tubuhku dibasahi keringat karena panas matahari.
Apel pagi selesai. Semua siswa baru dipersilahkan masuk ke aula yang berada di lantai dua. Aku menggendong tasku lalu mengikuti kakak-kakak pembimbing. Saat ini aku belum memiliki teman, yaa... Meski ada juga beberapa temanku pada waktu di SMP tapi aku dan mereka tidak terlalu dekat.
Aula sekolahku sangat luas. Tapi karena jumlah siswa baru yang banyak membuat aula ini terasa sangat sempit. Kami disuruh untuk membuat barisan, cowok di depan dan cewek di belakang. Aku berdiri di paling depan barisan cewek, dan didepanku langsung barisan cowok. Setelah itu kami dipersilahkan duduk kembali.
Kakak pembimbing membagikan buku panduan dan kartu tanda pengenal kepada kami semua. Setelah aku mendapatkan kartu tanda pengenal itu aku langsung mengisinya dengan identitasku. Aku membuka buku panduan, oh, ternyata kami semua akan dikelompokkan, isinya dicampur dari semua jurusan. Aku mendapati namaku di kelompok 2.
Kakak pembimbing memberi tahu kalau kami semua akan dikelompokan seperti yang ada di buku panduan. Satu persatu nama kelompok kami mulai disebutkan dan yang merasa itu kelompoknya langsung berdiri. Hingga kelompokku disebut dan akupun berdiri.
Aku penasaran siapa saja yang berada dikelompokku, siapa tahu ada yang kukenal kan? Aku melihat sekeliling, ingin tahu siapa saja yang berdiri saat ini. Sampai mataku terhenti pada seseorang disebelah kiriku yang jaraknya terpisahkan oleh lima barisan.
Dia, cowok berkulit putih, terlihat sangat kontras jika dibandingkan dengan cowok lainnya. Memakai topi SMP dan jaket merah maroon yang lengannya dilipat hingga siku. Dia memakai tas selempang rajut berwarna hitam dengan corak batik kuning kehijauan yang menghiasinya. Entah kenapa penampilannya cukup menarik perhatianku. Yaa... Mungkin karena wajahnya yang terlihat cukup kalem. Yaa... Begitulah.
Kami berbaris menurut kelompok yang disebutkan tadi. Beruntungnya aku, karena aku tidak perlu capek-capek pindah seperti yang lain karena posisiku sudah benar sejak tadi. Di barisan kedua. Aku melihat cowok itu berdiri di barisan kedua paling depan. Yaa... Postur tubuhnya tidak terlalu tinggi untuk seukuran seorang cowok, ya tingginya rata-rata lah.
Pak guru datang memberikan sebuah materi untuk siswa baru. Dan setelah itu kami dipersilahkan untuk istirahat.
~~~~
Waktu istirahat telah selesai. Kami kembali lagi ke aula untuk pemberian materi selanjutnya. Aku sudah mempunyai teman baru, Queen dan Anna namanya. Yaa, Anna satu kelompok denganku tapi tidak dengan Queen, dia beda kelompok denganku tapi aku lebih dulu dekat dengannya karena pernah satu ruangan saat test masuk waktu itu.
Saat aku masuk, barisanku sudah acak-acakan, tidak sesuai lagi. Semua orang pindah ke belakang menyisakan tempat di barisan paling depan yang langsung tersambung dengan barisan cowok. Mau tidak mau aku dan Anna harus berbaris disitu. Saat kulihat ke depan ternyata 'dia' berada didepanku, ya meski terhalang oleh satu orang. Entah mengapa aku merasa sedikit senang, hehe. Dia benar-benar menarik perhatianku.
Saat pemberian materi, kami diperbolehkan untuk memakan cemilan yang memang disuruh dibawa oleh kakak pembimbing. Aku, Anna, dan Queen saling berbagi cemilan yang kita bawa. Ah, menyenangkan sekali. Aku melihat ke sekeliling, ternyata semuanya hanya fokus makan dan tidak mendengarkan materi yang sedang diterangkan.
DU LIEST GERADE
Cowok Berjaket Merah ✔
SonstigesIni ceritaku. Tentang dia. Cowok yang cukup unik, menurutku. Dia, cowok yang setia dengan jaket merahnya.
