Prolog

4 4 0
                                        

"Kamu bukan bagian dari keluarga Pratama lagi. Sekarang, angkut semua barang kamu dari rumah saya. Mulai hari ini dan seterusnya, saya bukan papa kamu lagi."

Setelah mengatakan itu, Reynaldi Chandra Pratama-Putra sulung Pratama meninggalkan  ruang keluarga yang berubah menjadi menegangkan setelah mendengarkan perkataannya.

Angel meninggalkan ruang keluarga dengan mata yang memerah. Perginya Angel membuat Adrian menyusul Reynaldi.

"Pa, papa nggak bisa ngusir Angel dong. Angel masih anak papa. Dia baru lulus SMP, dan papa udah ngusir dia dari rumah ini. Adrian tau, papa marah banget sama Angel setelah mendengar kejadian itu. Tapi belum tentu jugakan kalo Angel pelakunya. Memang Angel adalah orang pertama ditempat kejadian itu, tapi belum tentu kalo dialah pelakunya. Kita bisa selidiki kejadian ini, pa. Papa jangan gegabah, kalo Angel terbukti bersalah papa bisa hukum Angel seperti sekarang. Tapi kalo Angel nggak bersalah, papa akan menyesal nantinya. Dan Adrian nggak mau hal itu terjadi." Protes Adrian-Abang Angel.
   
"Papa udah malu dengan kelakuan Angel, Rian. Bagaimana bisa dia melakukan hal itu pada calon abang iparnya sendiri. Papa malu sama keluarga Dewantara. Mereka udah seperti keluarga buat papa. Sementara Angel, walaupun dia anak papa...." Reynaldi menghentikan perkataanya sambil menghusap ujung matanya yang berair,"Papa...papa. Papa nggak tau apa yang harus papa lakukan Rian. Kalau bukan papa yang ngehukum Angel siapa lagi."

"Pa, ada Nenek. Nenek yang bakalan ngurus kejadian ini. Mama udah nelpon nenek dan kakek, mereka lagi dalam perjalanan kemari. Jadi papa nggak usah khawatir lagi. Sekarang, papa bujuk Angel supaya dianya nggak pergi dari rumah."

"Nenek? Kamu percaya nenek kamu bakalan ngurus kejadian ini. Kalau nenek yang ngurus kejadian ini, papa pastikan nenek bakal ngasih Angel hukuman yang lebih berat dari ini. Kamu nggak ingat, kejadian ini sama dengan anak Tante Maya, Mina. Nenek yang mengurus kejadian itu yang mana kejadiannya sama dengan Angel. Kamu tau apa yang diperbuat nenek?."

Adrian menganggukkan kepalanya.

"Nenek buat Kak Mina malu didepan semua orang baru menyuruh Kak Mina untuk pergi sejauh mungkin dari hadapan nenek."

"Dan dua bulan yang lalu, Mina bunuh diri karena nggak tahan dengan sikap dan sifat nenek yang mengucilkan dirinya."

Adrian terkejut bukan main. Seingatnya, Kakak sepupunya itu baik-baik saja selama berhubungan dengan dirinya. Bahkan, tiga bulan yang lalu, saat Adrian mengunjungi Mina di negara orang, Mina masih sehat walafiat.

"Papa tau darimana kalo Kak Mina bunuh diri?"

"Dari nenek. Bahkan, nenek senang karena Mina mengakhiri hidupnya. Sehingga, tidak ada noda didalam keluarga Pratama lagi. Dan sekarang, kejadian yang sama menimpa Angel. Menurut kamu, papa bakalan tega biarin Angel pergi."

Adrian menatap papanya dengan alis berkerut.


"Maksud papa?"

"Papa serahkan selanjutnya untuk kamu. Jaga Angel baik- baik selama disana. Cuman kamu satu- satunya orang yang bisa papa percayakan."

Reynaldi memberikan kunci mobil beserta paspor Adrian dan beberapa Kartu ATM. Tak lupa pula dengan tiket penerbangan ke jakarta.
    
Adrian yang mengerti maksud dari papanya pun menganggukkan kepalanya. Sebelum pergi, Adrian memberi pelukan semangat untuk papanya yang dibalas dengan Reynaldi dengan pelukan yang erat.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 18, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

GELARStories to obsess over. Discover now