Ahhh
Sshhh
"Mar....cel, akhhh lebih..akh dalam lagi" suara gadis yang berada dalam kungkungan cowok bernama Marcel, ia mengerang karena kenikmatan gadis itu memejamkan matanya sesekali merasakan kenikmatan surga dunia yang diberikan oleh Marcel yang terus menekannya dibawah, tangan-tangan lentik tak tinggal diam ia menyusuri setiap pahatan tubuh marcel yang berada di atasnya berawal mengelus rahang kokoh milik Marcel keleher, dada kokohnya hingga mengelus perut Marcel yang memiliki delapan kotak.
Marcel memejamkan matanya, menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh gadis di bawahnya ini dengan kekuatan penuh Marcel menghentakan pinggulnya hingga terdengar bunyi nyaring didalam ruangan itu. Marcel mendapatkan pelepasannya nafasnya memburu seperti halnya gadis di bawahnya ini
"Akkhhh, baby kamu sangat luar biasa sempit dan nikmat!! Terima kasih Aireen sayang" ucap Marcel pada gadis dibawahnya ini yang bernama Aireen
Marcel ambruk diatas tubuh Aireen, ia menyatukan dahinya dan mengecup bibir Aireen lembut
"selamat tidur sayang"
°°°
Byuur
"akkh, banjir-banjir-banjir astaga bunda rumah kita kebanjiran" teriak seorang cowok yang tak lain dan tak bukan adalah Marcel, ia melompat-lompat diatas kasur dengan bantal guling dipelukannya.
Seorang wanita paruh baya, yang Marcel panggil bunda itu berdecak kesal melihat kelakuan putra semata wayangnya itu.
"Banjir-banjir. Banjir apanya bunda yang nyiram kamu pake air, kamu itu ya ini udah jam berapa Marcel¿ kamu mau telat masuk sekolah hah"omelnya sambil bertolak pinggang tak lupa sebuah gayung di tangan kirinya
"ya ampun bunda, tega banget sih bangunin anaknya pake disiram air. Ya mana Marcel tahu ini jam berapa kan Marcel baru bangun bun"jawab Marcel seraya mendudukan diri diatas kasur
"kamu ya, jawab terus sana mandi ini udah siang tahu. Kamu beneran bisa telat nanti kesekolahnya mau kamu dimarahin sama ayah kamu"
Marcel menggeleng sebagai jawaban, ia sangat takut bila sudah menyakut ayahnya pasalnya ayah Marcel sangat menakutkan bila sudah menyangkut istrinya yang kesusahan gara-gara dia. Bisa mati bila nanti sang ayah yang turun langsung.
"ok, bunda Marcel bangun! Bunda keluar gih Marcel mau mandi sama siap-siap"
°°°
Marcel memandang pantulan wajahnya di cermin terlihat cowok remaja dengan wajah begitu menawan kulit putih pucat, hidung mancung, bibir yang merah merona layaknya bibir seorang gadis rahang yang kokoh mata berwarna coklat hazel yang murni. Membuat siapa saja yang melihat akan terpesona
Marcel tersenyum tipis sambil berkaca, ia mengusap dagunya sebentar
"Ternyata cuma mimpi"
VOCÊ ESTÁ LENDO
YES I'M
Diversos"Morning baby" "Baby-baby, lo pikir gue bayi apa" "Baby bagi gue, lo itu selalu jadi bayi kecil gue" "Gak sudi gue jadi bayi kecil lo" "Gak apa-apa kok, lo gak mau jadi bayi kecil gue. Nantikan kita bakal punya bayi kecil yang lucu yakan" "Wah sarap...
