Anila, Anita

54 2 0
                                        

Aku suka sama hal hal aneh, bahkan banyak juga yang bilang aku anak aneh. Aku Anila temannya Anita. Anita ini teman aku sejak kecil, bagaimana keadaan aku saat tidur pun dia mengetahuinya. Bukan hanya tidur, semua pun dia tahu, tapi ada satu yang dia tidak tahu yaitu perasaanku. Perasaanku hanya untuk ku dan tidak semua orang harus tahu, bahkan sahabat ku.

"Tok tok tok" Anita datang
"Anilaaaa aku datang"
Ya gitu lah Anita sahabatku satu satunya pertama dan selamanya.
Rumah kami tidak begitu jauh, sekitar 1 km kalau naik gojek juga gak berasa.
Anita sering datang ke rumahku bukan hanya untuk belajar sama, tapi juga untuk memberantakin kamarku. Kami duduk di bangku kelas 11 jurusan IPA. Kami satu kelas dan duduk bersebelahan. Untuk sekarang kami tidak bisa dipisahkan gak tau kalau nanti, tapi aku berharap tidak akan terjadi.

"Nila, temenin aku yuk"
"Aku ngantuk nit, nanti sore aja ya"
"Ihhh elu ni tidak ada jam tanpa ngantuk, udah temenin aku, aku mau beli novel terbaru"
"Ahhh malas ah, bagus lo baca buku pelajaran aja"

Tapi Anila tidak bisa menolaknya, mereka kemana pun selalu bersama. Dimana ada Anila disitu juga ada Anita. Kisah persahabatan mereka sudah begitu panjang. Suka duka mereka selalu bersama. Anila anak yang pintar tetapi Anita tidak sepintar Anila. Tapi soal percintaan Anita juara dibanding Anila.

"Bunda, Nila berangkat sekolah dulu ya"
"Iya sayang, belajar yang rajin ya nak ingat pesan ayah mu"
"Iya siap laksanakan bunda"

Anila adalah anak perempuan yang haus kasih sayang ayah. Ayahnya meninggal sejak dia berusia 10 tahun. Sekarang Anila berusia 16 tahun. 6 tahun dia sudah merasakan hidup tanpa sosok ayah. Ayahnya mau Anila menjadi anak yang sukses dan dapat membahagiakan bundanya suatu saat nanti. Anila anak yang berbakti terhadap orang tuanya dan selalu ingat pesan ayahnya itu.

Di sekolah Anila tidak mempunyai banyak teman, Anila hanya akrab dengan Anita, sejak kecil. Anila murid yang berprestasi di sekolahnya dan sudah mengikuti beberapa Olimpiade. Lain dengan Anita, anak yang mau belajar di saat jam pelajaran guru yang ditakuti satu sekolah. Tapi, dibalik malasnya belajar di sekolah, Anita mau belajar bersama dengan Anila saat ada tugas sekolah.

Anila pergi ke sekolah naik motor begitu juga Anita. Kadang mereka pergi bareng. Di tengah jalan Anila hampir saja jatuh akibat seorang cowok yang ugal - ugalan. Anila tidak tahu siapa cowok itu, bagi dia selamat sudah cukup. Cowok tersebut memakai helm dan sama sekali wajahnya tidak terlihat. Saat mengetahui dia hampir menabrak seorang gadis, si cowok berhenti dan melihat ke belakang memastikan keadaan Anila. Dia melihat Anila baik - baik saja dan langsung melaju dengan cepat.
Untung Anila tidak lagi bersama Anita, kalau tidak Anita pasti marahi si cowok dan bisa jadi Anita mengejar cowok itu sampai dapat.

"Huuuuuu" hela nafas Anila sesampai di sekolah
"Kenapa Anila sahabat ku yang paling baik" tanya Anita
"Ooo aku tahu, lo pasti mau nyontek fisika kan, pasti belum siap" jawab Anila
"Aduhhh Nila, aku kan anak rajin sih mana mungkin mau nyontek" jawab Anita
"Gaya amat lu cebong" Jawab Anila
"Lo kenapa kok datang agak lamaan" tanya Anita
"Gapapa kok, karna jalanan macet aja tadi" jawab Anila

Pelajaran pun di mulai, tetapi Nila masik memikirkan siapa cowok yang hampir menabrak dia. Dia hanya tau cowok tersebut masik anak sekolahan tepatnya SMA. Tapi dia tidak tahu sekolah dimana dan siapa namanya. Tapi Anila tanda dengan motor cowok tersebut.
"Siapa ya kira - kira cowok itu, kelihatannya dia tidak seburuk yang ku pikirkan, buktinya dia mau memastikan keadaan ku sebelum melaju, tapi kenapa dia ugal - ugalan sepeti itu" hati Anila berkata
"Ihhh, apaan sih kok aku jadi mikirin dia" seru Anila
"Lo kenapa sih Nil, dari tadi awal masuk kelas kok kayak orang ngambang gitu" jawab Nita mendengar perkataan sahabatnya.
"Hehehe gapapa kok Nit" jawab Nila
"Yaudah selesai pelajaran kita ke kantin ya" jawab Anita

Bel istirahat berbunyi, seperti biasa Nila dan Nita pergi ke kantin memesan makanan kesukaan mereka. Nila sangat suka somay bu Arfa, ibu kantin yang baik. Sedangkan Nita suka bakso. Kantin ramai, di keramaian tersebut, Nita suka bercanda dan memperhatikan setiap cowok yang berlalu lalang. Nila sudah maklum dengan perilaku sahabatnya itu. Nita suka memperhatikan banyak cowok tetapi cinta Nita tidak semudah air jatuh dari gayung. Nila tahu akan hal itu, setiap Nita sudah mencintai satu orang maka dia tidak akan rela melepaskannya. Nita tidak mudah jatuh cinta begitu juga Nila tidak mudah untuk jatuh cinta. Dan mereka saling berharap jatuh cinta tidak dengan orang yang salah

"Walaupun mencintai orang yang salah, ingat tidak ada cinta yang salah, mungkin waktunya aja yang salah, percayalah tidak ada yang sia2 jika kita berusaha"

Andai semuanya semudah itu Stories to obsess over. Discover now