Jessica ourora #teenfict2020 #startjanuari
Banyak yang bilang masa SMA itu masa terindah
so far, bagiku itu hanya mitos
tapi yaudahlah. semua, pasti ada waktunya
akankah pertemuan jeje & cozy menjadi sebuah kisah baru dan seru diantara mereka?
lest...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Melangkah kaki. Memasuki area SMA Garuda. Menyapu pandangan sekeliling. Mengapa dirinya tidak bisa seperti mereka?. Beberapa dari mereka terlihat sedang bergembira bersama pasangan masing masing. Dalam artian, bahwa mereka memiliki teman. Tidak seperti dirinya yang selalu sendiri. Selama ini tidak ada yang ingin menjadi temannya. Membuatnya sedikit tersiksa. Tapi ia sudah tidak ingin mengambil pusing.
Rambutnya kali ini sama seperti biasanya. Tatanan rambut yang dikuncir dua dengan kacamata berbentuk bulat andalan seorang Jessica Ourora. Menjadi penyebab selama ini ia selalu di sebut Cupu. Pernah terpikir olehnya untuk pindah sekolah. Dirinya sempat putus asa namun kedua orangtuanya selalu mencoba yang terbaik untuknya.
Di sisi lain seorang cowok bertubuh atletis dengan seragam putih abu abunya tengah melajukan motornya. Dari yang terlihat, cowok itu tengah terburu buru agar sampai tujuan.
Jujur saja ada rasa iri di benak jessica atau biasa di panggil jeje, ia juga ingin seperti mereka. Canda tawa bersama teman, hangout bareng teman, dan apapun yang bisa membuat dirinya melupakan beban hidup.
Banyak yang bilang masa SMA itu masa terindah. So far, bagiku semua itu hanya mitos. Tapi.. yaudahlah semua itu pasti ada waktunya. Batin jeje
"Masih ada waktu." Cowok itu menatap arloji yang melingkar di tangannya. Untung saja ia tidak terlambat. Ia bergegas lari setelah memarkir motornya.
berlari ingin menuju kelas. Namun tiba-tiba saja
"Kyaaa"
cewek di depannya tergelincir air dan hampir saja jatuh jika saja ia tidak sigap menangkap tubuh cewek itu. Posisi mereka sangat dekat. Dengan posisi tangannya yang menahan bahu jeje. Tatapan mereka bertemu.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Saat itu juga iris hitam mereka saling menumbuk.
Hah inikah waktunya. Batin jeje saat melihat tatapan cowok di depannya. Seorang pangeran tampan sudah menangkap tubuhnya saat hampir saja jatuh.
Dan kemudian mereka sadar dan cowok itu mulai melepaskan tangannya dari tubuhnya jeje.
"Sorry-sorry"ucap cowok itu lalu mengambil tasnya yang sempat ia lempar sebelum menahan tubuh jeje.
Jeje memperbaiki posisi kacamatanya. Ia tersenyum kikuk. "Thanks yah aku je-" ucap jeje memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangannya. Namun belum sempat ia menyelesaikan ucapannya cowok itu pergi begitu saja tanpa basa basi Membuat jeje menghela napas pasrah kemudian pergi menuju kelas.
___________
Saat di kelas ia memilih untuk tidak bersosialisasi dengan temannya. Karena sejak ia masuk sekolah ini Tidak ada satupun yang mau menjadikan ia sebagai teman. Ia juga cukup sadar diri kalo dirinya emang tidak pandai bersosialisasi
Tidak menghiraukan temannya yang sedang bercanda tawa membuat kelas terdengar ribut Namun itu tidak pernah membuat jeje risih sama sekali.
Namun saat ia sedang sibuk menulis, Rere melempar bolakertas ke arahnya mengenai punggung jeje seketika itu juga tawa mereka pecah setiap membully ataupun mengganggu ketenangan jeje.tapi saat itu juga tawa mereka terhenti saat pak anas memasuki kelas.
"Pagi anak-anak!" Ucap pak anas sambil menaruk buku bukunya di meja.
"Pagi juga pak," jawab murid serentak.
"Anak-anak pagi ini kita kedatangan murid baru pindahan dari Bandung." Ucap pak anas lalu mempersilahkan murid baru itu masuk
Dan seketika seluruh pasang mata di kelas menatap kagum murid pindahan baru itu. Tubuh tegap dengan badan yang sedikit atletis, kulit kuning langsat dan bibir yang ranum. Cowok itu berdiri di samping pak anas dan mulai memperkenalkan diri.
"Selamat pagi semuanya," ucapnya cowok itu.
"Pagi," jawab murid kelas serentak
"Perkenalkan nama saya Cozy putra rivandra Biasa di panggil Cozy."
Hah dia? Dia cowok tadi yang nolongin aku kan. Batin jeje.
Teriakan genit cewek-cewek mulai terdengar saat cozy selesai memperkenalkan diri. Pak anas pun mempersilahkan cozy untuk duduk berseblahan dengan meja jeje yang kebetulan kosong. Jeje menatap cozy, Cowok yang tadi menolongnya saat ia hampir saja jatuh. Masih tidak percaya bahwa ia akan sekelas dengan Cozy. Pantas saja ia tidak mengenal Cowok itu, ternyata ia murid pindahan.
"Ehem, sorry tasnya." ucap cozy sambil menunjuk tas jeje yang ia taruh di kursi meja yang mau diduduki cozy. "Tasnya." ucap cozy sekali lagi.
Rere yang melihat jeje melamun dan masih tidak mengubris cozy pun mulai meneriakinya "WOY CUPU!" ucapnya membuat jeje tersentak. Ia melihat cozy lagi dan segera mengambil tasnya. seketika kelas kembali ricuh dengan tawa meledek yang di berikan kepada jeje.
"Udah anak-anak" ucap pak anas membuat kelas kembali hening.
Tiba-tiba saja Rere maju menghampiri jeje. " Eh CUPU pindah sana. Gue lebih pantes disini." Rere mengibaskan tangannya. Menyuruh jeje untuk pindah. . Jeje hanya bisa menerima lapang dada jika harus terus menerus berurusan dengan Rere dkk. Ia tidak bisa membantah apalagi melawan. Nyalinya tidak cukup kuat untuk itu.Bahkan saat ia ingin duduk dibelakang saja temannya kembali menjahilinya. menjadikannya bahan candaan.
Jeje duduk sendiri di kursi paling belakang ia selalu menceritakan gundah gelisah, senang sedih setiap saat pada buku diary yang selalu ia bawa kemana mana.
Je... Kamu tu yah mau sampai kapan kaya gini. Change!change!. Gumamnya dalam hati.
THANKYOU NEXT
TBC. Love you readers...
JANGAN LUPA VOTE AND KOMEN 😘😘😘
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.