1

7.8K 335 17
                                        

Yoongi POV

Hari ini salju turun dengan begitu lebat. Kupandangi butiran benda putih itu dari balik jendela. Tuhan.. Andai saja aku bisa keluar dan memeluk dongsaeng kesayanganku.

"Nak.. Sedang apa kau disini hm? Kajja turun.." ucap seorang wanita paruh baya yang selama ini tulus merawatku.

Aku tak menggubris panggilan itu. Mata sipitku terus saja tertarik pada butiran putih yang senantiasa jatuh diluar sana. Saeng, bogosipeoyo..

"Sayang.. Jangan terlalu lama berdiri didepan jendela. Kau tau kan cuaca diluar sedang sangat dingin." ucap eomma untuk yang kedua kalinya. Aku merasa ada elusan dipucuk kepalaku. Elusan ini, elusan yang masih sama sejak beberapa tahun yang lalu.

Sama seperti sebelumnya, aku kembali tak menggubris perkataan eomma. Ku bawa tubuh mungilku ini naik keatas kasur dan menenggelamkan diri disana.

"Eomma keluar saja. Yoongi mau tidur." ucapku kala aku merasa tubuhku telah benar-benar terbungkus oleh selimut tebal yang kupakai.

"Setelah ini appa pulang. Yoongi turun ne, kita akan makan siang bersama." ucap eomma dengan begitu lembutnya.

Aku tak tau harus menjawab apa. Hanya liquid bening yang bisa ku keluarkan sekarang. Aku ingin menjawab, aku ingin turun dan makan bersama appa. Tapi bagaimana dengan hati kecilku?

Yoongi POV End

***

"Eomma apa hyung masih belum mau turun?" tanya seorang namja kala ia melihat Jihyo turun dari lantai atas.

Jihyo menghentikan langkahnya. Wanita paruh baya itu tersenyum lembut "Belum sayang. Hyung mu akan tidur sebentar. Nanti setelah appa pulang kau bangunkan dia ne"

"Ayay capten!!"

TAP!! TAP!! TAP!!

"JUNGKOOK!! KAU KEMANAKAN SEPATU HYUNG EOH?!" teriak seorang namja yang terlihat tengah berlari menuruni anak tangga.

"Aiissshhh.. Dasar hyung bantet!" gumam Jungkook yang masih bisa didengar dengan jelas oleh sang eomma.

"Ssssstt.. Kau tak boleh bicara seperti itu sayang. Dia hyung mu."

"Jung-hhh.. hahhh.. hahh.. Jungkook!! Kauh.. Kau kemanakan sepatu hyung hah?!!"

Jungkook memutar bola matanya malas "Iiissshh hyung.. Sepatu yang mana lagi eoh?!"

"Sepatu kesayangan hyung. Kau kemanakan benda itu sekarang hah?"

Jungkook terlihat berpikir sejenak. Ekspresi yang sebelumnya terlihat serius itu kini berubah menjadi sebuah cengiran polos yang begitu manis.

"Ada apa dengan wajahmu?" tanya Jimin dengan nada yang masih ketus.

"Aku tau dimana sepatumu."

"Eodiseo?"

Jungkook mendekat. Dirangkulnya pundak Jimin dari samping. "Kau tenang saja. Sepatumu aman ditangan temanku."

"Yakk!! Apa maksudmu?!" bentak Jimin seraya melepas tangan Jungkook dari pundaknya.

"Apa kau tau? Kemarin lusa Bambam menangis. Dia bilang dia telah kehilangan sepatu berharga pemberian appa nya."

"Terus apa hubungannya dengan sepatuku?"

"Sepatumu sama seperti sepatu yang dimiliki Bambam."

"Lalu?"

"Jadi kau belum paham?"

Jimin menggeleng pelan seraya memasang ekspresi polosnya. Sedangkan Jungkook, namja pemilik gigi kelinci itu tersenyum lebar kala ia tau bahwa Jimin tak paham dengan apa yang ia maksud.

"Hyung pikir saja sendiri. Kookie mau bermain game." ucap Jungkook yang melenggang pergi begitu saja.

Yatuhan... Ini memang Jimin yang tak paham atau Jungkook yang berbelit-belit eoh?

"Eomma tau maksud Kookie?"

"Nde. Eomma tau maksud kookie."

Jimin memiringkan kepalanya kekanan. "Jadi boleh eomma memberitahu Jimin?"

"Andwe. Jimin pikir sendiri ne."

"Eomma~..." rayu Jimin dengan aegyo andalan nya.

Melihat rayuan Jimin yang diberikan kepadanya mampu membuat Jihyo tersenyum dan mencubit dagu Jimin pelan. "Dongsaeng nakal mu itu telah memberikan sepatumu pada Bambam."

Mata Jimin membola dengan sempurna "Memberikannya kepada Bambam?!"

Jihyo tak lagi mengeluarkan suara. Wanita paruh baya itu hanya bisa ternyum dan mengangguk pelan.

"YAKK!! AWAS KAU JUNGKOOOOKK!!!!"

***

Wuhuuuuu!!!!!
Holla!! Holla!! Holla!!🎉🎉🎉🎉🎉

Gimana? Lanjut nggak nih?
Author balik lagi bareng cerita author yang baru lohhh..
Penasaran kek gimana ceritanya?
Tungguin part² selanjutnya karna author masih punya banyak kejutan buat para readers tercinta ≥3≤
Dan jangan lupa votment juga ne..
Dukungan suara dari kalian sangat berarti buat author.

Ehehe:D

Sampai jumpa di part selanjutnya readers👋
Gomawooooo :*

BogosipeoyoDonde viven las historias. Descúbrelo ahora