PROLOG

634 117 30
                                        

"Kamu yakin mau terus bertindak bodoh begitu? Tidak mau berubah jadi seperti saya hm?"

"Kenapa saya harus berubah menjadi sepertimu?"

"Karena saya memiliki sesuatu yang akan sangat menyenangkan untuk kita kerjakan bersama. Jika suatu saat kamu di angkat anak oleh sepasang suami istri. Saya akan mencarimu ke mana pun itu. Kamu tidak mau ikut dengan saya sekarang?"

"Uhm—. Tidak, terima kasih."

***

Bandung, 5 Desember 2019.

"Kris, ini adalah rumah barumu. Mulai sekarang karena kita tinggal di Indonesia panggil saya ayah dan dia adalah ibumu," jelas seorang pria di sebelah Kris. Pria itu terlihat merangkul pundak Kris sambil menatap sebuah rumah besar dihadapannya.

"Dan ... perempuan bernama Exy ini adalah kakakmu," lanjut wanita setengah baya di sisi yang lainnya. Wanita itu merangkul seorang gadis cantik yang telah Kris kenali sebagai Exy.

Kris hanya terdiam. Ia menatap rumah besar dihadapannya dengan tatapan datar dan malas. Kedua suami istri yang telah memiliki seorang anak perempuan itu membuat Kris muak. Kelakuannya begitu ramah pada semua orang terlalu menyebalkan dan merepotkan. Terutama kakak perempuannya yang seringkali mengganggunya. Walaupun begitu paling tidak Exy dapat menemaninya bersenang-senang terkadang. Baiklah, untuk sementara Kris berpikir ia akan berpura-pura senang dulu dengan kepindahannya dari Los Angeles ini.

"Baiklah, saya akan mencoba menjalani kehidupan saya dengan teratur di sini," ujar Kris dengan sebuah senyuman palsu di bibirnya.

Sementara bibirnya mengulas sebuah senyuman, tatapan misterius Kris mulai terlihat. Perlahan senyumannya berubah menjadi senyuman miring pertanda ia menyembunyikan kenakalannya.

Exy yang paling sadar akan hal itu. Gadis yang merupakan kakak angkatnya Kris sangat sering memperhatikan adanya keanehan pada anak itu. Kris seringkali terlihat menyembunyikan sesuatu. Sambil memperhatikan Kris, Exy melipat kedua tangannya di dada. Ia masih terus berusaha menyelidiki apa yang akan Kris lakukan kali ini di Indonesia. Setelah anak itu menghancurkan rumah ayah dan ibunya di Los Angeles.

"Saya heran kenapa ibu dan ayah mengangkat laki-laki aneh ini menjadi anak," tutur Exy sambil menunjuk Kris dengan kesal.

"Hei kamu juga menikmati pesta yang  saya lakukan di tengah malam itu, oke? Jangan hanya menuduh saya," jawab Kris dengan gaya cool-nya yang biasa.

Gadis yang di ajak bicara hanya memutar bola matanya dengan kesal. Ia sedikit bingung dari antara banyak anak-anak tampan mengapa ibu dan ayahnya memilih Kris di panti asuhan untuk menjadi adiknya. Memang Kris adalah laki-laki tampan yang digemari banyak wanita, dan ia juga mengetahui bagaimana cara bersenang-senang. Tapi ada sesuatu yang aneh dalam diri Kris yang sampai saat ini hanya Exy yang mencurigainya. Kris... seperti memiliki dua kepribadian yang berganti sewaktu-waktu. Kepribadian yang menakutkan.

THE SECOND ME ft. SOLOMON PARKStories to obsess over. Discover now