"Hai, nama kamu siapa? Aku, Rea," ucap seorang anak perempuan bertanya kepada anak laki-laki di depannya yang sedang mengantri untuk membeli Es Krim, sambil menyodorkan tangan mungilnya.
"Hai Rea, namaku Evan." jawab anak laki-laki berparas tampan tersebut, sambil menerima sodoran tangan Rea, dan tersenyum menanmpilkan deretan gigi susu-nya yang putih.
"Hai, Evan" ucap Rea, seraya melepaskan tangannya dari tangan Evan.
"Evan, kamu suka Es Krim rasa apa?" tanya Rea penasaran.
Evan tampak berfikir sejenak, "Em, aku suka rasa semua Es Krim. Kecuali, rasa stroberi" jawab Evan.
Sedangkan Rea tampak mengernyitkan dahinya. "Kenapa Evan nggak suka rasa stroberi? Padahal, kan' enak." tanya Rea tampak heran.
"Karena, stroberi itu warna perempuan," jelas Evan.
Rea hanya memanggut-manggutkan kepalanya, tanpa berniat menjawab ucapan Evan lagi.
Tiba-tiba suara sang penjual Es Krim menyadarkan keduanya, "Ini Dek cantik Es Krimnya," ucapnya sambil memberikan Es Krim rasa stroberi kepada Rea.
"Dek ganteng, ini Es Krim coklatnya," ucap penjual itu sambil memberikan Es krim rasa coklat kepada Evan.
Rea dan Evan tampak fokus menjilat Es Krimnya masing-masing. Sambil berjalan menjauhi pedagan Es krim tanpa membayar.
Tidak lama, datang dua wanita paruh baya, yang di ketahui orang tua dari Rea dan Evan. Keduanya, langsung membawa Rea dan Evan.
"Aduh.. Rea, kamu itu dari mana aja sih? Mamah cari-cari nggak ada. Terus kamu punya Es krim dari siapa, hm?" tanya Rani--ibunya Rea panik.
"Rea dari om yang jualan Es krim, Mah. Terus, Rea juga dapet Es krim dari om itu." jawab Rea, sambil melumat Es krimnya.
"Tapi, kamu belum bayar kan'?" tanya Rani.
Dengan cepat, Rea menganggukkan kepalanya. Dengan lidah yang masih fokus melumat Es krim.
"Ya sudah, ayo kita bayar Es krimnya dulu." Rea dan ibunya langsung mendatangi penjual Es krim tadi, dan membayarnya.
Saat Rani sedang membayar Es krim, tiba-tiba Rea berlari menghampiri anak laki-laki yang sedang duduk di rumput dan memainkan Mobil-mobilan di dekat pohon yang rindang, tidak jauh dari keberadan Rea.
"Evan!"
Evan mengalihkan pandangannya. Ketika ia melihat Rea, Evan pun langsung tersenyum sumringah. " Rea!"
"Evan lagi main mobil-mobilan ya?" tanya Rea sambil duduk di hadapan Evan.
Evan mengangguk kecil, "Iya. Rea mau ikutan?" tanya Evan sambil menyodorkan mainannya.
"Nggak, kan, itu mainan cowok," Rea menolak halus.
"Ya udah." jawab Rea. Kemudian folus kembali memainkan mainannya.
"Evan.. " panggil Rea lembut.
"Apa Rea?" jawab Evan, tanpa mengalihkan pandangannya.
"Evan mau gak temenan sama Rea?" ucap Rea dengan lembut.
Dengan cepat, Evan menjawab sambil tersenyum senang. " Ayok!"
"Yeay! sekarang Rea punya temen baru!" ucap Rea dengan mata berbinar.
Keduanya berpelukan, layaknya Winnie The Pooh. Tidak lama, Rani datang. "Rea, kamu lagi sama siapa?" tanya Rani penasaran, seraya duduk di pinggir Evan dan Rea.
"Ini temen baru Rea, Mah. Namanya Evan." jawab Rea disertai senyuman.
"Waaah, temen baru kamu ganteng yah!" Rani memuji Evan. Evan yang dipuji, hanya tersenyum malu.
"Makasih tante" ucap Evan.
"Iya, ganteng" jawab Rani tersenyum.
Seorang perempuan paruh baya yang di ketahui ibunya Evan tiba-tiba datang, dengan raut muka bingung.
"Loh, Evan, ini siapa?" tanyanya penasaran sambil duduk di pinggir Rani.
"Mamah, ini temen baru Evan, namanya Rea. Dan ini ibunya Rea" jelas Evan.
Dian--ibunya Evan mengangguk, kemudian beralih menatap Rani, "Hei, anak kamu cantik, yah" ucap Dian sambil memandangi Rea yang sedang melihat Evan memainkan mainannya.
Rani tersenyun hangat, "Anakmu juga ganteng kok" jawab Rani.
"Ngomong-ngomong, Rumahmu dimana?" tanya Dian.
"Rumahku di komplek Griya Asri, Jl. Mawar Blok A Nomber 12," jelas Rani.
"Rumah kita dekat dong! Bedanya, aku nomber 15" jawab Dian.
Rani terkekeh, "Kalo begitu, lain kali kamu berkunjung ke rumahku, ya." ucap Rani.
"Iya, nanti jika aku sempat" jawab Dian disertai senyuman.
Kemudian Rani beranjak menghampiri Rea yang masih asyik bermain. "Rea, ayo kita pulang sayang," ajak Rani. "Ini audah sore" lanjutnya.
Rea mendengus kesal, "Ih mamah, Rea masih mau main sama Evan!" jawab Rea cemberut.
Kemudian Dian datang, dan ia mengajak Evan untuk pulang. "Evan, ayok kita pulang sayang,"
Evan ikut mendengus kesal, "Nggak, Mah. Wvan masih mau main sama Rea!" jawab Evan cemberut, dengan tangan yang di lipatkan di bawah dada.
Rani dan Dian saling memandang, kemudian Rani membuka suara,"Kan, Evan sama Rea udah berteman. Jadi, kalian bisa bermain kapan aja. Rumah kalian juga berdekatan. Nah, sekarang Evan sama Rea harus pulang dulu. Lihat langit, udah mendung" ucap Rani, sambil menunjuk langit.
Rea dan Evan saling memandang, kemudian keduanya beralih memandang ibunya masing-masing, hingga akhirnya Rea dan Evan mengangguk mantap.
"Rea, Evan pulang dulu ya. Nanti kita main lagi" ucap Evan sambil tersenyum.
Rea pun tersenyum, "Iya, Evan." jawab Rea.
Setelah itu, Rea dan Evan meninggalkan Taman bersama ibunya masing-masing. Dengan senyuman yang masih merekah dari keduanya.
____
Love You All✨
Welcome To My New Work!
Terima kasih, buat kalian yang mau baca cerita aku yang ke 2.
Selamat membaca, dan selamat menikmati alur yang berbeda🤗
Jangan lupa Vomment:). See you next part!
YOU ARE READING
Teman Hidup
Teen FictionEdrea Prameswari adalah nama asli dari gadis yang biasa dipanggil 'Rea'. Ia mempunyai sahabat yang bernama Evano Farestha, atau biasa dipanggil 'Evan'. Sejak kecil, keduanya sering bermain bersama. Bahkan, ada sebagian orang yang mengira bahwa merek...
