⚠️Cerita ini murni hasil pemikiran saya sendiri⚠️
Dan ya, selamat membaca :D
🌻
Glek
Aisha menghabiskan segelas susu dengan sekali teguk setelah sebelumnya sepotong roti isi keju ia habiskan dengan jurus kunyahan kilat.
"Pelan-pelan Aisha, kamu tuh, ya," peringat Lista—Mamanya.
"Nggak bisa Ma, lagi buru-buru ini. Aish berangkat duluan, ya. Gilvan udah nunggu di depan," katanya, lalu mencium punggung tangan sang Mama. "Assalamualaikum, Ma!"
Nyaris saja Lista menjawab 'Waalaikumsalam, hati-hati, Sha' gadis itu justru sudah ngibrit duluan sebelum kalimat itu terlontar dari mulut sang Mama.
Sementara itu, di depan sana Gilvan terlihat beberapa kali melirik jam yang melingkar di tangannya hingga akhirnya Aisha datang membuka pagar rumahnya lebar-lebar.
"Ayo, berangkat!"
Gadis polos itu tau-tau sudah langsung nangkring di atas motor, membuat semburat senyuman di wajah tampan seorang Gilvan nampak begitu kentara.
Bukannya segera menyalakan motornya untuk melaju, Gilvan malah turun dari atas motornya. Entah mau apa.
"Kita harus taat peraturan, Aisha." ujarnya. Biar aman juga kamunya," Gilvan tau-tau memasangkan helmet di kepala pacarnya.
Kabar buruknya, hal itu jelas membuat perut Aisha mulas luar biasa. Meskipun Gilvan sudah sering melakukan hal serupa, tapi tetap saja Aisha selalu merasa ingin terbang saat itu juga.
Setelah adegan manis bermenit-menit lalu, akhirnya KLX hitam Gilvan melaju juga.
"Sha,"
"Iya, Gil?"
"Kalo dingin masukin aja tangan kamu ke kantong hoodie aku,"
"Boleh emang?"
"Boleh, Sayang,"
"Ngg.. Iya, deh!" Dengan senang hati Aisha pun memasukkan telapak tangannya ke kantong hoodie sang pacar.
"Aku peluk, ya, biar Gilvan juga ngga dingin," ujar Aisha seraya mengeratkan kedua tangannya di pinggang Gilvan.
"Dari tadi kek," final Gilvan berhasil membuat keduanya tertawa bersamaan.
Dan ya, di bawah langit kota Jakarta yang pagi itu temaram, ditambah suhu udara yang terasa begitu dingin menusuk tulang, Gilvan dan Aisha seolah terlihat seperti sepasang kekasih yang paling bahagia di seluruh negara.
Σ>―(〃°ω°〃)♡→
"Oke, sampai disini ada pertanyaan?" tanya Bu Setya, guru kimia yang sedang mengajar di kelas XII IPA-1.
"Nggak ada, Bu!" jawab semua murid bersamaan. Seandainya ada yang belum mengerti, mereka tak sudi untuk bertanya, karena bel pertanda istirahat baru saja berbunyi. Tentu saja mereka sudah tak sabar ingin kabur dari kelas untuk mengisi perut di kantin atau bahkan ketemuan dengan gebetannya di kelas sebelah.
YOU ARE READING
GILVAN & 2 YEARS
Random"Gue cuma cium kening Manda, Sha. Salah?" Gilvan Adlifirhan, cowok modal ganteng yang berhasil membuat seorang Aisha terjebak dalam definisi dibodohkan oleh cinta yang sesungguhnya. Terjebak dalam toxic relationship nyatanya tak membuat Aisha ingin...
