Pertemuan

278 7 3
                                        

"Tidak ada yang salah dengan cinta jika kamu terluka kamu hanya mencintai orang yang salah, tapi tidak apa-apa jangan menyerah terkadang memang butuh lebih dari satu kali mencintai untuk menemukan seseorang yang bener-benar tepat"

Kalimat itu masih sangat teringat jelas dikepalaku dimana pertemuanku pertama kali dengannya dengan seseorang yang asing namun entah kenapa aku langsung merasa begitu nyaman.

***

Pagi ini bandung lebih dingin dari biasanya, hujan turun sejak pagi dini hari. Pohon dan tanah sudah basah tak tersisa, aku hanya bisa menatap dari jendela kamar sambil sesekali melamun, itu adalah hal yang sering kulakukan ketika hujan turun.

Tukk..Tukk...tukk terdengar suara ketukan pintu.

"Nissa bangun sudah jam 06.00 kamu ada kuliah pagi kan?"

Terdengar suara seorang perempuan memanggilku dari balik pintu kamar.

"Iya bu, nissa sebentar lagi turun"

"Yasudah ibu tunggu dibawah, kita sarapan sama-sama"

***

Ibu adalah malikat tanpa sayap yang sudah melahirkanku dan ka dimas, beliau adalah segalanya untuk kami. Untukku, untuk kadimas dan juga ayah. aku tak tau jika tak ada ibu akan menjadi seperti apa kami. Beliau adalah sumber ketenangan dalam keluarga, menjadi jembatan penghubung untuk satu sama lain.

Setelah selesai mandi dan bersiap aku langsung menuruni anak tangga dan menuju meja makan yang berada di lantai satu. Kebetulan kamarku dan ka dimas berada dilantai dua. Disana semuanya sudah berkumpul tinggal aku saja yang belum.

"Kamu tuh ya anak perempuan bangunnya siang kalah sama kaka kamu" ucap ayah dengan nada bercanda

"Iya maaf, tadi nissa kesiangan.
lagian lagi gak sholat yah"

"Jangan jadiin alasan" ucap kadimas yang ikut menibrung pembicaraanku dengan ayah.

"Sudah-sudah gak baik bertengkar didepan makanan, ayo makan dulu jangan lupa baca do'a" Ibu melerai kami.

Pemandangan semacam ini sudah sering terjadi dan ibulah yang selalu menjadi penengah untuk kami. Setelah selesai sarapan ka kadimas berpamitan untuk berangkat lebih awal karena ada pekerjaan yang belum tereselesaikan kemarin dan harus selesai siang ini.

tidak beberapa lama selang ka dimas pergi ayah juga berpamitan untuk pergi bekerja.

Sepertinya hujan sudah mulai reda aku sesekali memandang dari depan pintu rumah kemudian kembali duduk diruang tamu.

"Ko belum berangkat niss sudah jam 07.15 katanya kuliah pagi" Ucap ibu

"Lagi nunggu arka bu, dia janji mau jemput nissa"

"Loh memang mobilmu kemana?" Ibu kembali bertanya kepadaku.

"Mobil nissa kan masih rusak, oh iya nanti agak siangan ada montir langganan ayah mau datang kesini buat ambil mobil nisa ya bu"

"Oh yasudah ibu ke dapur dulu mau beres-beres" Kemudian ibu berjalan kebelakang dan meninggalkanku .

Tidak beberapa lama kemudian Terdengar suara mobil dari halaman depan rumah, aku langsung bergegas untuk melihatnya untuk memastikan bahwa itu adalah arka.

"Hay nis selamat pagi" Ucapnya

"Gak usah basa basi ayo berangkat sudah hampir terlambat" Ucapku sedikit kesal

"Ayah sama kaka kamu sudah berangkat?" Tanya arka

"Sudah dari tadi" Ucapku semakin kesal.

"Jangan marah, yaudah ayo tapi pamit dulu sama ibu kamu aku gak mau kalau langsung berangkat nanti dikira aku nyulik kamu lagi"

Arka & NissaWhere stories live. Discover now