Prolog

8.5K 191 2
                                        

"Lang.. Elang.." dengan nafas yang tersenggal senggal Gio, teman seangkatan Elang memanggil dirinya.

"Woii santai bro, tarik nafas dulu baru lo ngomong," kata Bryan sahabat terdekatnya Elang.

Yang dipanggil pun akhirnya menjawab, "Ada apa?"

Dengan satu tarikan nafas, Gio menjelaskan kenapa dia memanggil Elang.

"It-ituu anak Chandrawinata lagi tawuran sama sekolah kita, sebagian udah ada yang maju."

"Bangsat!" umpatnya.

Ya, SMA Chandrawinata merupakan musuh terbesarnya SMA Wiranata. Dua sekolah itu ga pernah akur. Awal dari tawuran itu disebabkan karena masalah perempuan.

Elang bangkit dari duduknya diikuti teman temannya. Mereka menuju ke gerbang utama sekolah, tempat terjadinya tawuran itu berlangsung.

* * *

"Anjing! BERHENTI LO!" sontak aja tawuran yang tadinya lagi panas panasnya terhenti karena mendengar teriakan Elang.

"Wahh.. Hai brother udah lama ya kita ga pernah ketemu. Gimana kabar lo? Oh iya gimana kabar cewek yang udah lo rebut dari gue?" ujar Fernando pemimpin SMA Chandrawinata itu dengan sinis.

"Bangsat lo anjing! Gue ga pernah sekalipun mau ngerebut cewek lo. Cewek lo aja yang kegatelan deket deket sama gue," balas Elang dengan emosi yang berapi api.

"Bangsat!"

Dan aksi baku hantam antar dua sekolah yang sempat tertunda tadi terjadi lagi.

* * *

Elang pulang ke rumahnya dengan keadaan luka lebam di sekitar wajahnya. Sudut bibirnya mengeluarkan darah, pelipisnya sedikit koyak akibat tonjokan yang diberikan Fernando terlalu kuat. Tapi, luka yang ada di wajah Elang ga separah luka yang diberikannya untuk Fernando.

Dengan keadaan yang seperti itu pun ga ada yang peduli sama Elang. Semua sibuk dengan urusannya masing masing tanpa mau capek memikirkan keadaan Elang.

* * *

Hai semuaaa selamat datang di cerita pertama aku.

Mau tau kelanjutan ceritanya? Jangan lupa di vote dan komen yaa readers. Karena satu vote itu sangat berharga buat aku. Terima kasih :)
Saranghae💛

ELANGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang