AYUNDA

14 5 0
                                        

            Semilir angin di kota Bandung memang menyejukkan. Bandung, ah, tidak cukup diumpamakan 1000 kata-kata paling indah di seluruh dunia ini. Ia punya berjuta kesan di hati para penghuninya. Terlalu banyak kesan indah yang dirasakan oleh setiap orang yang pernah mencicipi nikmatnya hidup di kota kembang itu. Kalau Yogyakarta itu istimewa, mungkin Bandung bisa dibilang kota yang spesial. Jika Bandung adalah seorang manusia, dia adalah seseorang yang sangat spesial dalam hidupmu.
           Aku merentangkan tanganku, ingin sekali rasanya tinggal lebih lama di kota kelahiranku, penat dan bosan yang selama ini selalu menemani seketika hilang terbawa sejuknya angin.
"Ay, pulang yuk, udah mau hujan nih"
Seseorang menghampiriku,Aura.
"Iya aku tahu ini mau hujan,tapi kan kita baru sampai Ra" balasku
"Iya tapi kalo kamu sakit siapa yang repot? Atau aku telpon tante nih" bujuk Aura.
            Jika aku berdebat dengannya, jangan harap aku menang, dia punya senjata paling ampuh untuk melawanku, tentu saja mamaku. Kadang aku iri dengan Aura, dia lebih dekat dengan mamaku dibandingkan aku, anak kandungnya. Tapi pikiran negatif itu cepat-cepat kuusir. Kuharap itu adalah pikiran liar yang tidak seharusnya hadir.
           Oh iya, perkenalkan namaku Ayunda Putri , sangat simpel memang, tapi aku menyukainya. Umurku baru 19 tahun. Aku kuliah di universitas terfavorit , bukan keinginanku, tapi apa boleh buat? Mamaku ingin aku kuliah disitu.
Hari hariku berjalan baik, seperti biasanya.
        "Sebelum mamamu mengomel lebih baik kita pulang Ay!"
"Iya, iya. Tapi kamu janji besok kita kesini lagi, yaa?"bujukku sambil memberikan senyum termanis, mungkin.
"Baiklah ibu negara, sekarang cepat masuk mobil"Aura mendorongku, aku balas mendorongnya hingga ia terjatuh, sontak aku lari dan masuk ke mobil, meninggalkan Aura yang kini berteriak teriak memanggil namaku sebal. Sejahil jahilnya aku, Aura belum pernah marah padaku, kecuali becanda. Entahlah, mempunyai sahabat seperti dia memang menyebalkan, tapi aku bersyukur, tuhan mengirim dia sebagai penyemangat hidupku.
Setelah tragedi 2 tahun yang lalu.

           

NightBağımlısı olacağınız hikayeler. Şimdi keşfedin