PROLOG

126 71 20
                                        

27 Januari

Derai ombak penuhi malamku hari ini. Membiarkan diriku diterpa angin malam yang amat dingin, membiarkan kaki kaki telanjangku diterjang ombak yang menggulung ke arahku, seakan ingin mengusir rasa sepi yang kurasakan. Pasir putih nan lembut ini membiarkan diriku merasakan hangatnya diri.
Bintang bintang berhamparan dilangit biru nan gelap, Bulan yang bercahaya terang.. menemani diriku yang seorang diri ini...
Terimakasih laut..
bulan..
bintang..
Telah mengunjungiku dan ibu disini, tak ada lagi selain kalian yang dekat denganku.

Sincerely,
Agatha Chiarra.

.
.

Aku tak menyangka akan merasakan hal hal yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Aku tak berharap akan ada yang peduli dengan diriku dan ibuku, sampai aku bertemu dengannya- dan menyangka jika kebahagian akan kudapat darinya.
Namun ternyata semua prasangkaku salah, tak ada yang benar- namun benar...

tapi....
Ah! entahlah...

Aku tak mengerti.

Intinya aku tetap mendapatkan kebahagiaan namun dengan segala prosses kehidupan yang rumit.

Banyak perasaan yang bercampur dalam relungku, sampai lidahku terasa kelu, diriku rasanya hanya bisa berkeluh.
Benar. Aku tak dapat menjelaskannya.

Mungkin kalian akan mengerti jika kalian mendengarkan seluruh ceritaku. Sekarang duduklah...

Dan dengarkanlah ceritaku- ceritaku yang jatuh cinta pada seseorang yang membuatku merasa tidak pantas dicintai.

***

My Dearest : Sincerely Where stories live. Discover now