Chapter 1 - Hy

261 21 0
                                        

"Seohyeonnn-ahh.."

Eunkyo berlari sembari berteriak memanggil Seohyeon di halaman kantor. Gadis yang dipanggilnya tadi berhenti untuk menengok ke arah sumber suara. Dia sangat mengenalnya.

Seohyeon dan Eunkyo sudah akrab sejak mereka bertemu untuk pertama kalinya di perusahaan yang mereka tempati saat ini. Meskipun beda divisi tapi kedekatan mereka sudah tidak dapat dipungkiri oleh siapapun yang melihat mereka. Bahkan banyak orang yang nampak iri, padahal mereka sendiri tidak melakukan apapun. Mereka hanya menikmati kebersamaan mereka selama ini. Yahhh entahlah, namanya juga manusia. Pandangan masing-masing individu berbeda.

"Eoh.. kenapa ke kantor, eonni? Bukannya hari ini kau cuti?"  Seohyeon bertanya heran pada Eunkyo--seseorang yang telah ia anggap kakak perempuannya sendiri.

"Entahlah. Pagi ini rasanya sangat menyebalkan. Tadi tiba-tiba manager Cho menelponku sesaat setelah kau pergi. Ia memintaku untuk segera menemaninya meeting dengan klien dari Amerika nanti jam 11." Napasnya tersengal-sengal sekarang. Ia masih mencoba menstabilkan detak jantungnya yang cepat karena terus berlari sejak tadi. "Dan asal kau tahu. Belum ada satupun materi yang kusiapkan."

"Kenapa atasan sepertinya begitu menyebalkan?!" rutuknya sambil kembali melangkah dan membenarkan pakaiannya yang terasa sedikit tak nyaman.

Gadis cantik di samping Eunkyo hanya tertawa kecil. Karena ia tahu bahwa manager Cho sering kali memperlakukan Eunkyo seperti itu. Dan meskipun berkas belum tersiapkan, hasil kinerja Eunkyo tidak bisa dipandang sebelah mata, sangat memuaskan. Beberapa tander dengan orang asing juga sering goal, sesuai keinginan manager Cho dan perusahaan.

"Ahh aku harus segera menyiapkannya. Tiga jam lagi meeting akan dimulai. Bye Seohyeon-ah. Muahh." Ciuman kecil mendarat di pipi Seohyeon sambil dirinya berlalu dan melambai.

"Aaa, kenapa sekarang aku yang ditinggal?" gumam Seo Hyeon sedikit menggerutu. "Baiklah. Aku paham eonni." tersirat senyum simpul di bibirnya yang tipis sembari memandang kakaknya yang sudah berlari lagi masuk ke gedung berlantai tiga itu.

🍀

Meeting selesai, tinggal menunggu hasilnya tujuh hari kedepan. Manager Cho dengan tenangnya tersenyum melirik sekretarisnya, Eunkyo. Sedang dalam hati Eunkyo, semua masih sama berantakannya seperti dia menyiapkan semua bahan meeting tadi pagi.

Mata Eun Kyo sekarang tak sengaja bertabrakan dengan pandangan manager Cho yang menuju ke arahnya.

Cho Ji Min--dia adalah manager di salah satu divisi di perusahaan keluarganya. Memiliki keluarga yang kaya dan menjadi sorotan banyak orang tak bisa menampik pesona Jimin. Eunkyo mungkin salah satunya. Sudah dua tahun dia menjalin hubungan pribadi di luar kerja dengan pria itu. Menjadi sekretaris pribadi sekaligus merangkap sebagai calon istri. Begitulah posisi Eun Kyo tepatnya saat ini.

Staff lain sudah mulai keluar satu per satu dari ruang rapat. Hingga yang tersisa hanyalah mereka berdua, dimana Eun Kyo masih membereskan berkas presentasinya barusan.

"Jagiya," Ji Min menggodanya. Suaranya lirih dengan tatapan mata dan senyum smirknya yang tak tertinggal jelas teramat menggoda bagi siapapun yang melihatnya.

Eunkyo yang dengan santainya melihat tatapan itu membalasnya lebih jahil hingga membuat sang manager perfectionist itu jelas-jelas tergoda. Jimin tertunduk malu dan tertawa kecil hingga tak sanggup menatap kembali ke sorot mata wanita yang paling dicintainya.

"Ayoo... Hari ini aku cuti. Tidak baik aku berlama-lama disini. Apalagi denganmu." gerutu Eunkyo sambil berdiri dari kursinya dan membawa beberapa berkas presentasinya tadi.

SWEET BITTERNESSWhere stories live. Discover now