“Assalamualaikum.” Ucap Kara
Kara membuka pintu sebuah rumah besar ber cat putih, dan langsung masuk tanpa permisi
“Tante tante tante!” teriak Kara sambil menjelajahi rumah itu
Kara sudah mendatangi ruang tamu, ruang keluarga, dan ruang – ruang yang lainnya, dan yang terakhir dia menuju ke dapur
Akhirnya Kara menemukan seseorang yang di cari nya sejak tadi sedang berada di dapur
“Iih tante, Kara panggilin dari tadi juga” ucap kara menghampiri wanita itu dan mencium tangannya sambil memanyunkan bibirnya karna kesal
“Kara kenapa sih, baru dateng udah teriak – teriak, ngajak berantem!” ucap Lisa sambil berkacak pinggang dan melotot kan matanya layak nya iklan di tv
“Eh tante jangan iklan sekarang dong, Kara kan lagi nggak punya uang buat beli nya.” ucap Kara sambil menunjukkan muka memelasnya
“Terus mau ngapain kesini, kemana aja udah lama nggak kesini lagi, udah lupa sama tante?” Omel Lisa
“Hehe enggak kok tante, mana mungkin Kara ngelupain tante cantik” ucap Kara sambil menunjukkan senyum pepsodent nya
“Kara tu kesini cuma mau nyampein sesuatu hal yang penting banget ke tante” lanjut Kara serius
“Apa?” tanya Lisa penasaran
“Selama mama sama papa Kara pergi, mereka nitipin Kara ke tante Lisa”
“Itu mah nggak penting Kara” ucap Lisa sambil memutar kedua bola matanya
“Iih tante mah, Kara kok dibilangin nggak penting sih” ucap Kara sambil memanyunkan bibir nya
“becanda kok” ucap Lisa sambil tertawa
“Tante udah pinter becanda ya, Kara bilangin om Dani nih” ucap Kara sambil tersenyum licik
“Apa – apa an nih, bawa – bawa nama om” ucap Dani suami Lisa menghampiri keduanya
Lisa dan Kara langsung menoleh ke arah sumber suara
“Eh pa kok udah pulang”
“Eh om kok baru pulang”
Ucap keduanya berbarengan, sambil mencium tangan Dani secara bergantian
“Ya udah dong, emang nya nggak boleh pulang” ucap Dani
“Boleh kok om, ayo om duduk disitu aja” kata Kara sambil menunjuk ke arah meja makan dan menarik kursi yang ada di meja makan
Lisa menyusul mereka ke meja makan sambil membawakan minuman untuk suaminya yang baru pulang kerja
Obrolan mereka berlanjut, canda tawa mereka layaknya sudah menjadi keluarga
Kara memang bukan anak Lisa dan Dani, tetapi mereka sudah menganggapnya seperti anak sendiri, tidak ada bedanya, sama seperti Lisa dan Dani, orang tua Kara juga menganggap anak – anak Lisa dan Dani seperti anak kandung mereka
“Assalamualaikum” ucap Revan anak pertama Lisa dan Dani, memecah canda tawa antara Kara, Lisa dan Dani
“waalaikumsalam” jawab mereka berbarengan
Revan menghampiri mereka dan menyalimi mereka satu persatu
“Kak Revan abis dari mana?” tanya Kara
“Abis main basket” jawab Revan
“Anterin Kara pulang ya kak” ucap Kara meninta Revan untuk mengantarkannya pulang
“Nanti aja ya Kara pulangnya, kakak masih kangen banget sama Kara” ucap Revan sambil memeluk tubuh Kara, padahal itu hanya alasan saja, karna dia malas mengantar Kara pulang
“Kara tau kok kakak itu kangen berat sama Kara, tapi tenang aja kak, mulai malem ini sampe beberapa hari ke depan Kara bakal tinggal disini, jadi kakak bisa liat Kara terus, makanya anterin Kara pulang bentar ya kak” ucap Kara memohon lagi sambil melepas pelukan Revan
“Yaah, salah cari alasan” ucap Revan langsung berdiri
“Revan anterin Kara pulang” kata Lisa
Tentu saja Kara langsung tersenyum bahagia, sedangkan Revan melihat Kara kesal
“Iya ma” ucap Revan pasrah
Mau gimana lagi, Revan kan anak yang baik hati, rendah hati, berbakti kepada orang tua, tetangga, nusa dan bangsa, suka menabung di kantin, suka menolong sesama manusia, tapi kalo ada semut mau nyebrang Revan bantu juga kok, tapi boong:v
Ini pertama kalianya aku bikin cerita
Semoga kalian suka
Dan terimakasih kepada yang sudah membaca:)
YOU ARE READING
Farelio
Teen FictionFarelio Aksandaru si pemilik wajah tampan, pintar, humoris, mampu membuat orang tersenyum karena nya, dan banyak orang yang menyayanginya. Hidup dengan berkecukupan yang mampu membuat banyak orang iri padanya. Nyaris sempurna. Itu dirinya dulu. Seja...
